Iklan Responsif

Bagaimana Energi Panas Dapat Berpindah?

Di siang hari yang cerah, Arini pergi membeli es krim bersama adiknya Shinta di Indomaret. Karena sangat haus mereka duduk di teras depan indomaret untuk memakan es krim tersebut. Panas matahari yang sangat terik membuat es krim Arini dan Shinta mencair.
Bagaimana Energi Panas Dapat Berpindah? Durroh Nasihatul Ummah

Dalam kasus yang berbeda, dua hari yang lalu Arini pergi berkemah bersama guru dan teman-temannya. Saat malam tiba mereka menyalakan api unggun. Tubuh Arini yang semula dingin karena udara malam menjadi hangat di dekat api unggun. Atas dasar beberapa kasus di atas, artikel ini akan membahas: (1) Mengapa es krim Arini dan Shinta mencair? (2) Mengapa tubuh Arini menjadi hangat saat di dekat api unggun?

Taukah kalian apa yang dimaksud Energi Panas?

Pada peristiwa tersebut terjadi proses pencairan es krim dan penghangatan tubuh yang disebabkan oleh energi panas. Energi Panas adalah energi yang dihasilkan oleh benda yang dapat menghasilkan panas. Benda yang menghasilkan energi panas terbesar di Bumi adalah matahari.

Selain itu, gesekan dua benda yang dilakukan terus-menerus akan menghasilkan panas dan memunculkan api. Dalam dua kasus di atas diketahui bahwa suhu matahari lebih tinggi dari pada suhu es krim, dan suhu api unggun lebih tinggi daripada suhu tubuh Arini. Hal ini menunjukan bahwa energi panas dapat berpindah dari suhu tinggi menuju suhu yang rendah.

Bagaimana cara energi panas berpindah?

Adapun cara energi panas berpindah adalah sebagai berikut:
1. Konduksi
Konduksi adalah perpindahan panas yang berupa hantaran. Artinya panas berpindah dari satu tempat ke tempat lain melalui zat perantara, tetapi zat perantara tersebut tidak ikut berpindah. Untuk membuktikannya lakukan percobaan berikut ini:
a. Siapkan lilin yang sudah menyala.
b. Ambil penggaris besi lalu letakkan di atas lilin yang menyala.
c. Tunggu tiga sampai lima menit hingga penggaris yang dipegang terasa panas.

Dari percobaan tersebut terbukti bahwa api dari lilin berpindah melalui penggaris menuju tanganmu, tetapi penggaris tersebut tidak berpindah ke tanganmu. Hanya saja penggaris tersebut menghantarkan panas dari lilin menuju ke tanganmu.

2. Konveksi
Konveksi adalah perpindahan panas yang berupa aliran. Artinya panas berpindah dari satu tempat ke tempat lain melalui zat perantara dan zat perantara tersebut ikut berpindah. Untuk membuktikannya lakukan percobaan ini bersama kakak atau orang tua ya.
a. Siapkan kacang hijau secukupnya, air dan panci.
b. Tuangkan air dan kacang hijau ke dalam panci.
c. Panaskan air dan kacang hijau di atas kompor.
d.  Amati pergerakan kacang hijau yang naik turun.

Dari percobaan tersebut terbukti bahwa kacang hijau bergerak dari bawah ke atas karena suhu di bawah panci lebih panas dari pada di atas panci. Panas dari kompor berpindah ke kacang hijau melalui air yang ada di dalam panci dan air tersebut ikut berpindah naik turun.

3. Radiasi
Radiasi adalah perpindahan panas yang berupa pancaran. Artinya panas berpindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa melalui zat perantara. Untuk membuktikannya lakukan kegiatan berikut:
a. Bantulah ibumu menjemur pakaian di hari minggu yang terik.
b. Setelah sore hari angkat pakaian yang sudah dijemur.
c. Amati apakah pakaian yang sudah dijemur terasa hangat.
Perpindahan Energi Panas (Konduksi, Konveksi, dan Radiasi) Durroh Nasihatul Ummah

Dari percobaan tersebut, terbukti bahwa panas matahari berpindah ke pakaian tanpa melalui zat perantara. Pancaran sinar matahari membuat pakaian menjadi kering dan terasa hangat. Dari beberapa cara panas berpindah dapat disimpulkan bahwa es krim Arini dan Shinta dapat mencair, dikarenakan energi panas dari matahari berpindah ke es krim mereka tanpa melalui zat perantara.

Begitu juga saat Arini berkemah dan mendekatakan diri di dekat api unggun. Pancaran api dari api unggun berpindah ke tubuh Arini tanpa melalui zat perantara.  Nah. itulah penjelasan mengenai cara energi panas berpindah. Semoga bermanfaat.

Penulis: Durroh Nasihatul Ummah (S1 PGMI UIN Sunan Ampel Surabaya)
Editor: Binar Kurnia Prahani

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel