Iklan Responsif

Apa yang Menyebabkan Petani Gagal Panen?

Penyebab Petani Gagal Panen

Hama Menyebabkan Petani Gagal Panen

Definisi Hama

Hai teman-teman apa kabar? Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang hama. Gara- gara hama yang merajalela para petani gagal panen deh. Nah, Apa itu hama? Sekarang yang harus kalian fahami antara hama dan penyakit itu sangat berbeda sekali.

Hama adalah suatu organisme yang menganggu tanaman budidaya sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya tersebut dapat terhambat. Hama dianggap merugikan oleh para petani dan tidak di inginkan oleh setiap manusia sebab hama dapat merusak tanaman pada akar, batang, daun, atau bagian lainnya sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dengan sempurna atau mati.

Sedangkan penyakit ialah segala sesuatu penyebab gangguan pada tanaman yang menyebabkan tanaman tidak bereproduksi atau mati secara perlahan-lahan. Hama dan penyakit memiliki ciri-ciri berbeda loh teman.

Ciri-ciri hama 

• Hama dapat dilihat oleh mata telanjang
• Umumnya dari golongan hewan (tikus, burung dan serangga)
• Mengakibatkan tanaman menjadi mati atau tanaman tetap hidup tetapi tidak banyak memberikan hasil.
• Serangga hama biasanya lebih mudah diatasi sebab hama dapat dilihat dengan mata telanjang.

Ciri ciri penyakit 

Penyebab penyakit sukar dilihat oleh mata telanjang atau tak tampak lebih jelasnya
• Penyebab penyakit antara lain mikroorganisme (virus, mikroba dan fungi)
• Serangan penyakit umumnya tidak langsung. Maksudnya adalah jika tanaman di serang oleh penyakit maka tanaman itu tidak langsung mati begitu saja akan tetapi tanamannya akan mati secara perlahan.

Definisi Beras

Nah, biasanya para petani menanam padi dan akhirnya melalui proses yang panjang padi akan berubah menjadi beras. Pasti teman-teman semua tau apa itu beras?

Beras merupakan salah satu bahan makanan pokok bagi masyarakat indonesia. Dari sekian banyak lahan, hampir ribuan hektar lahan menjadi persawahan ditanami padi. Namun, mengapa di Indonesia masih saja kekurangan beras setiap tahunnya?

Pada musim panen, sekarang banyak para petani yang mengalami gagal panen. Akibat dari gagal panen tersebut harga beras di pasaran melambung tinggi, dimana masyarakat harus memutar otak untuk membeli beras yang harganya semakin hari makin naik terutama bagi masyarakat kalangan bawah.

Nah, akibat hama yang merajalela dan tidak bisa dikendalikan  membuat para petani sangat merugi dalam panen. Kerugian yang mencapai ratusan juta rupiah disebabkan tanaman padi yang mendekati masa panen rusak, disebabkan oleh hama  yang begitu ekstrem dan merajalela. Jika dalam kondisi normal biasanya hasil panen mampu menghasilkan 30 karung gabah dalam sekali panen.

Namun akibat kekeringan hasil panen pun menjadi merosot 3 sampai 6 karung gabah saja dalam tiap panennya dan itupun kualitasnya rendah, bahkan gara gara hama tersebut yang membuat merosotnya hasil panen dan kulitas gabah yang tidak standar. Banyak biaya yang sudah dikeluarkan para petani saat masa cocok tanam seperti pengolahan lahan, persemaian benih, sampai tenaga perawatan dan pemupukan.

Apa dampak saat para petani gagal panen ?

Yah, tentunya banyak sekali dampaknya terutama yang biasanya tidak membeli beras mau tidak mau harus membeli beras karena untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bahkan ada juga petani akan menanggung beban hutang yang tergolong besar dan cenderung menyulitkan petani dalam membayar kembali modal yang telah ia pinjam.

Solusi apa yang harus dilakukan oleh pemerintah  

Pemerintah itu harus memberikan sosialisai kepada petani
1. Bagaimana cara menanam padi yang baik dan benar
2. Memberikan arahan membuat bibitbyang baik
3. Yang paling penting adalah memberikan cara supaya tanaman padi tidak terserang hama misalnya dengan diberi pupuk orgnik.

 Ada juga tips saat petani ingin meningkatkan hasil pertaniannya upaya yang harus dilakukan:
1. Menanam tanaman pertanian yang sesuai
2. Mengelola lahan dan menyuburkan dengan benar
3. Mengatur perairan dengan baik
4. Memanen ditepat waktu. Dalam upaya tersebut pemerintah juga turun tangan agar para petani tidak mengalami kasus yang berlarut-larut akibat serangan hama.


Penulis: Layyinatul Fadlillah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel