Iklan Responsif

MAKALAH STRATEGI PEMBELAJARAN di SD MODUL 2 PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR


TUGAS STRATEGI PEMBELAJARAN di SD

MODUL 2 : PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR

Disusun oleh :
Ana Andiani                   
Endang Sri Sulistyowati     
Ratna Dwi Jayanti                
Eva Ika Rachmawati

PROGRAM STUDI S-1 PGSD BI
UNIVERSITAS TERBUKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH (UPBJJ) SURABAYA
POKJAR JOMBANG





MAKALAH STRATEGI PEMBELAJARAN di SD MODUL 2 PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR


MODUL 2

PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
KEGIATAN BELAJAR 1
PENGERTIAN BELAJAR
A. PENGERTIAN BELAJAR
Pengertian Belajar menurut definisi lama adalah menambah dan mengumpulkan pengetahuan. Yang diutamakan dalam definisi ini adalah penguasaan pengetahuan sebanyak-banyaknya untuk menjadi cerdas atau membentuk intelektual, sedangkan sikap dan keterampilan diabaikan. Sedangkan menurut pendapat modern yang muncul pada abad 19 menganggap bahwa belajar merupakan proses perubahan tingkah laku (a change in behaviour). 
Jadi, belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang diperoleh melalui latihan dan perubahan itu disebabkan karena ada dukungan dari lingkungan yang positif yang menyebabkan terjadinya interaksi edukatif. Perubahan tersebut terjadi secara menyeluruh meliputi pengetahuan, sikap dan keterampilan.
Definisi belajar yang umum diterima saat ini ialah bahwa belajar merupakan suatu usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru, secara keseluruhan sebagai pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

B. HAKIKAT BELAJAR
Belajar dapat dikatakan sebagai suatu proses, artinya dalam belajar akan terjadi proses melihat, membuat, mengamati, menyelesaikan masalah atau persoalan, menyimak, dan latihan.
Ada 4 pilar yang perlu di perhatikan dalam belajar yaitu belajra untuk mengetahui (learning to know) belajar untuk berbuat (lerning to do) belajar untuk hidup bersama (lerning to live together) dan belajar untuk menjadi (learning to be) semua itu harus di terapkan pada peroses belajar di sekolah dasar baik dalam kelas ataupun luar kelas.

C. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR
Keberhasilan belajar sangat dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya:
1.      Faktor dari dalam diri siswa; diantaranya kecakapan, minat, bakat, usaha, motivasi, perhatian, kelemahan dan kesehatan, serta kebiasaan siswa.
2.      Faktor dari luar diri siswa; diantaranya adalah lingkungan fisik dan nonfisik (termasuk suasana kelas dalam belajar), lingkungan sosial budaya, lingkungan keluarga, program sekolah (termasuk dukungan komite sekolah), guru, pelaksanaan pembelajaran, dan teman sekolah.


KEGIATAN BELAJAR 2
KARAKTERISTIK PROSES BELAJAR DAN TAHAPAN
PERKEMBANGAN SISWA SEKOLAHDASAR

A. KARAKTERISTIK PROSES BELAJAR DI SEKOLAH DASAR
1.      Proses Belajar Berdasarkan Teori dan Tipe Belajar
a.       Teori Belajar
Ada beberapa teori belajar yang dikaji sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan proses belajar di Sekolah Dasar.
1.   Teori Belajar Displin Mental
Karakteristik teori belajar ini menganut prinsip bahwa manusia memiliki sejumlah daya mental seperti daya untuk mengamati, menanggapi, mengingat, berpikir dan sebagainya yang dapat dilatih dan didisplinkan.

2.   Teori Belajar Asosiasi
Rumpun teori belajar ini identik dengan teori behaviorisme yang biasa disebut S-R Bond.Teori belajar asosiasi ini berdasarkan pada perubahan tingkah laku yang menekankan pola perilaku baru yang diulang-ulang sehingga menjadi aktivitas yang otomatis. Dalam teori ini, belajar lebih mengutamakan stimulus-respons yang membetuk kemampuan siswa secara spesifik dan terkontrol.

3.   Teori Insight
Menurut teori ini belajar adalah mengubah pemahaman siswa. Perubahan ini akan terjadi apabila siswa menggunakan lingkungan.


4. Teori belajar Gestalt
Menurut teori belajar ini siswa merupakan individu yang utuh. Oleh karenanya, belajar lebih mengutamakan keseluruhan, kemudian melihat bagian-bagiannya yang mengandung makna dan hubungan.

b. Tipe Belajar
Menurut Gagne (1970) ada 8 tipe belajar yang dapat dilakukan siswa untuk mencapai proses dan hasil belajar yang optimal, yaitu:
1. Signal learning (belajar melalui isyarat)
2. Stimulus-respon learning (belajar melalui rangsangan tindak balas).
3. Chaining learning (belajar melalui perangkaian)
4. Verbal association learning (belajar melalui perkaitan verbal)
5. Discrimination learning (belajar melalui membeda-bedakan)
6. Concept learning (belajar melalui konsep)
7. Rule learning (belajar melalui aturan-aturan)
8. Problem solving learning (belajar melalui pemecahan masalah)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel