Menstruasi: Pengertian, Fase, Fungsi, dan Dampak Menstruasi

Mengapa Depresi Meningkat Ketika Menstruasi?

Menstruasi : Pengertian, Fase, Fungsi, dan Dampak Menstruasi

Hallo semua, khusus buat para cewek-cewek yang kebiasaan depresi selama menstruasi. Apa penyebabnya? Tentu kalian pernah mengalami hal serupa yang sering marah-marah ketika menstruasi. Yuk, simak penjelasanya.

Pengertian Menstruasi

Menstruasi merupakan suatu proses yang terjadi ketika sel telur tidak terjadi pembuahan, yang menyebabkan darah mengalir pada wanita setiap bulannya. Menstuasi atau yang disebut juga dengan haid ini menyebabkan wanita cenderung memiliki sifat yang lebih sensitif bisa dikatakan mudah marah-marah.
Menstruasi : Pengertian, Fase, Fungsi, dan Dampak Menstruasi


Para ahli kesehatan mengatakan bahwa cewek yang mudah marah-marah pada saat menstruasi tersebut disebabkan karena perut yang terasa kram sehingga cewek menahan rasa sakit dan meluapkan emosi, sehingga emosi cewek lebih sensitif dan labil. 

Cewek yang sedang mengalami menstruasi akan mengalami perasaan yang sensitif seperti mudah menangis, kecewa, dan mudah marah, dsb.

Penyebab dari hubungan menstruasi dan depresi

Selain itu kemarahan yang dialami oleh permpuan ketika menstruasi juga disebabkan karena faktor perubahan pada hormon. Hormon tersebut ialah hormon esterogen dan progesteron. Hormon esterogen dan progesteron datang ketika dua minggu sebelum masa menstruasi datang dan mengalami perubahan secara drastis.

Menstruasi : Pengertian, Fase, Fungsi, dan Dampak Menstruasi


Hormon esterogen berperan untuk mempengaruhi  produksi endorfin. Hormon esterogen dapat meningkatkan kadar serotonin yang berfungsi untuk meningkatkan nafsu makan dan mood. Hormon esterogen juga dapat berfungsi untuk melindungi sistem saraf yang rusak dan mendorong pertumbuhan sel saraf baru. Perubahan hormon pada setiap wanita berbeda-beda. 

Ada wanita yang lebih sensitif terhadap perubahan hormon esterogen. Wanita yang sangat sensitif terhadap nai dan turunnya hormon esterogen tersebut biasanya lebih sensitif, dan mengalami perubahan mood.

Menstruasi : Pengertian, Fase, Fungsi, dan Dampak Menstruasi


Selain itu perubahan hormon pada wanita dapat mempengaruhi berat badan dan nafsu makan. Perubahan hormon tersebut dapat menimbulkan cemas, depresi dan stres.

Fungsi mentruasi

Siklus menstruasi tidak merupakan sesuatu yang meninggalkan sakit. Namun, menstruasi memiliki fungsi yang sangat bagus untuk organ reproduksi wanita. 

Menstruasi : Pengertian, Fase, Fungsi, dan Dampak Menstruasi

Fungsi dari menstruasi tersebut yaitu:
1. Menstruasi dapat menyehatkan organ reproduksi. Ketika menstruasi organ reproduksi seorang wanita akan bekerja sesuai dengan fungsinya.

2. Tubuh akan berjalan dengan baik. Karena ketika mentruasi lancar maka tubuh wanita akan seimbang artinya tidak gemuk dan tidak kurus. 

Faktor berat badan yaitu kegemukan atau kurus akan mempengaruhi menstruasi tidak teratur.

3. Umur panjang. Banyak penelitian mengatakan bahwa seorang wanita biasanya berumur lebih panjang dari pada seorang pria. Karena pengaruh dari menstruasi.

4. Tubuh akan bersih. Karena proses menstruasi akna membantu tubuh dalam melepaskan bakteri dari sistem reproduksi dan juga menghilangkan zat besi. 

Maka dari itu akan mengurangi resiko tejadinya penyakit jantung, stroke maupun alzeimer.

5. Merilekskan tubuuh setelah menstruasi atau pasca menstruasi karena perubahan hormonal.

Bagaimana fase menstruasi?

Menstruasi mengalami terdiri dari beberapa fase, diantaranya yaitu:
1. Fase menstruasi, fase ini dialami oleh para wanita selama 1-5 hari. Menstruasi terjadi dikarenakakn sel telur tidak tejadi pembuahan oleh sel sprema, sehingga sel telur tersebut pecah dan mengalami peluruhan dari dinding rahim keluar.

Menstruasi : Pengertian, Fase, Fungsi, dan Dampak Menstruasi


Pada fase ini akan menyebabkan perut terasa kram atau nyeri. Hal tesebut yang dapat menyebabkan perubahan mood pada perempuan terjadi.

2. Fase folikular, pada fase ini terjadi pada hari pertama menstruasi. Yaitu didalam rahim wanita tedapat kelenjar pituitari yang akan melepaskan hormon FSH (Follicle stimulating hormone). 

Hormon FSH merupakan hormon perangsang folikel yang dapat menyebabkan sel telur tumbuh dan mematang. 

Selain itu hormon FSH akan merangsang lapisan dindning rahim untuk mengalami penebalan. Dinding rahim yang menebal disebut dengan endometrium.

3. Fase ovulasi, fase ovulasi ialah fase setelah terjadi fase folikular. Pada fase ini sel telur yang telah matang akan merangsang peningkatan kadar hormon esterogen dan menyebabkan kelenjar pituitari akan melepaskan hormon luteinizing yang akan mendorong terjadinya pelepasan sel telur yang matang pada rahim ke tuba fallopi. 

Menstruasi : Pengertian, Fase, Fungsi, dan Dampak Menstruasi

Nah, proses tersebut disebut dengan fase ovulasi. Pada fase ini jika tidak terjadi pembuahan oleh sel sperma maka sel telur yang telah matang tersebut akan rusak dan mati. Namub, jika terjadi pembuahan dengan sel sperma maka akan menghasilkan zigot.

4. Fase luteal, pada fase ini ketika sel telur telah mati dan telah rusak maka dinding rahim yang mengalami penebalan atau disebut dengan endometrium tersebut akan mengalami pendarahan. Dan fase ini akan kembali lagi ke fase yang pertama yaitu fase menstruasi.

Penulis : Silvia Melinda Paramitha

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel