Iklan Responsif

Jenis-jenis Masalah di Pendidikan

Jenis-jenis Masalah di Pendidikan

Jenis-jenis Masalah di Pendidikan

1. Pengaruh Perkembangan IPTEKS

Terdapat korelasi antara perkembangan pendidikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan,  teknologi dan seni atau IPTEKS. Contoh pengaruh masalah kemajuan teknologi mempengaruhi sistem pendidikan, misalnya perkembangan teknologi Informatika. Pendidikan yang dulu lebih banyak menggunakan tatap muka langsung saat ini dapat dilaksanakan melalui internet, TV atau modul. Peserta didik cukup duduk belajar di rumah.  Kondisi ini yang mempengaruhi perubahan isi pendidikan dan metode nya,  bahkan mungkin rumusan baru tujuan pendidikan selalu membutuhkan inovasi, termasuk sarana dan prasarana laboratorium, dan ketenagaan serta pendanaan pendidikan.

2. Pengaruh Pertambahan Penduduk 

Laju pertumbuhan pendudukan akan menimbulkan masalah dalam pendidikan. pertambahan penduduk yang dibarengi dengan meningkatnya usia rata-rata dan penurunan angka kematian serta panjangnya usia rata-rata manusia mengakibatkan berubahnya struktur kependudukan. Dengan demikian terjadi pergeseran kebutuhan akan fasilitas pendidikan untuk fasilitas sekolah dasar berkurang. Sedangkan untuk fasilitas sekolah lanjutan dan perguruan tinggi meningkat termasuk juga angkatan kerja. Sedangkan untuk usia lanjut juga menikah diperlukan pendidikan non-formal dan keagamaan. 

Penyebaran penduduk yang tidak merata menjadi masalah dalam penyediaan sarana prasarana pendidikan beserta komponennya, sebagai contoh dibangun SD kecil untuk daerah terpencil, di samping SD reguler pada Pelita 5 yang lalu, namun kesulitan timbul dalam hal penyediaan gurunya serta sarana lainnya. Di sisi lain di kota-kota besar arus urbanisasi terus menerus terjadi peristiwa ini.  Sebutkan pola yang dinamis dan labil sehingga menimbulkan kesulitan bagi penyediaan sarana pendidikan. singkatnya pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali menimbulkan perkembangan masalah pendidikan secara nyata.

3. Peningkatan Aspirasi Masyarakat

Aspirasi masyarakat terhadap pendidikan semakin meningkat misalnya aspirasi terhadap ilmu pengetahuan, pendidikan, hidup, sehat,  lingkungan, pekerjaan, teknologi dan seni, kesemuanya ini mempengaruhi peningkatan aspirasi terhadap pendidikan.  Pendidikan merupakan alternatif untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan data tersebut pendidikan memberikan harapan bagi peningkatan taraf hidup dan menaikkan status sosial di masyarakat.  Peningkatan aspirasi masyarakat terhadap pendidikan maka para orang tua mendorong anaknya untuk bersekolah agar nantinya anaknya memperoleh pekerjaan yang lebih baik daripada orang tuanya, begitu juga dorongan ini juga telah terinstal pada diri.

4. Problem Dana

Kekurangan dana merupakan problem klasik yang dialami semua negara berkembang dalam melaksanakan pendidikan. Keadaan semakin parah apabila mengambil kebijakan atau kurang menempatkan posisi pendidikan bukan sebagai prioritas. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi problem dana ini disamping mengatur hati dan pikiran para pengambil kebijakan juga harus pandai-pandai mengelola dana yang terbatas tersebut dengan mengadakan efisiensi dan perencanaan yang baik. 

Salah satu terobosan untuk mengatasi problem dari ini adalah dengan paradigma berpikir pendidikan yang inovatif, yaitu mencari jalan lebih efisien misalnya dengan pengembangan pendidikan yang dilaksanakan dalam ruang tertentu menjadi pendidikan yang sifatnya terbuka sehingga dapat menambah daya tampung peserta didik tanpa harus menambah gedung atau bisa menggunakan media yang lebih tepat sehingga tidak harus selalu mendapat jumlah guru atau pendidik mengambil langkah konkrit dalam upaya menyerahkan tanggung jawab pendidikan. Tidak hanya pada pemerintah tetapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat.

5. Belum Adanya Sistem Manajemen Yang Mantap

Kemajuan zaman menuntut adanya manajemen yang handal. Meskipun sumber daya cukup memadai kalau tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan kegiatan berjalan dengan baik. Manajemen pendidikan di negara ini masih termasuk manajemen yang kurang mantap dengan indikator yang masih seringnya terjadi perubahan struktur organisasi pendidikan, kurang koordinasinya lembaga-lembaga pendidikan yang ada, arah pendidikan yang kurang jelas, perubahan kurikulum yang tidak jelas landasanya,  pembinaan karir para penyelenggara pendidikan yang belum mantap penggunaan anggaran yang belum efisien dan sebagainya.

6. Munculnya Konsep Konsep Baru

Pendidikan tidak boleh terhadap lingkungan dan kedap perkembangan konsep-konsep baru yang terjadi di lingkungan. banyak konsep yang dulunya belum mendapatkan perhatian sekarang mau tidak mau harus dipakai aturan dalam berpikir dan berbuat dalam pendidikan konsep baru tentang demokrasi mengharuskan pendidikan menyempurnakan dirinya dengan penyempurnaan rumusan tujuan pendidikan materi pendidikan metode pengelolaan pendidikan dan.



Daftar Pustaka

Roesminingsih dan Susarno, l. H. 2005. Teori dan Praktek Pendidikan. Surabaya : Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ilmu Pendidikan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel