Makalah Sebagai Sistem

Makalah Dasar-Dasar Kependidikan 
Pendidikan Sebagai Sistem



Oleh :
Salsabil Aliyah Putri Rahma       

Kata Pengantar


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Pendidika Sebagai Sistem”ini tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Dasar-dasar Pendidikan ini. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang Pendidikan sebagai sebuah sistem bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Binar Kurnia Prahani.,M.Pd. selaku dosen prodi pendidikan fisika pada mata kuliah dasar dasar pendidikan yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.
Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dalam penulisan makalah ini  akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini. 








Surabaya, 10 Desember 2019





Penulis



Bab I 
Pendahuluan


1.1 Latar Belakang
      Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk kehidupan seorang manusia. Hal ini dikarenakan dengan adanya pendidikan, seorang manusia dapat menjadi pribadi yang terarah. Melalui pendidikan juga  manusia dapat mempunyai kemampuan-kemampuan mengatur dan mengontrol serta menentukan dirinya sendiri. Pendidikan adalah kebutuhan pokok seorang manusia. Tanpa adanya pendidikan, seorang manusia akan menjadi pribadi yang hilang arah tanpa tujuan hidup. 
Pendidikan merupakan sebuah sistem. Sistem merupakan satu kesatuan komponen-komponen atau unsur-unsur sebagai sumber yang memiliki  hubungan fungsional yang teratur, tidak secara acak yang saling bekerja sama untuk mencapai suatu hasil ataupun tujuan. Pendidikan sebagai suatu sistem merupakan kesatuan dari berbagai  komponen yang saling berkaitan antara komponen satu dengan yang lainnya yang tentunya mempengaruhi perkembangan peserta didik untuk  menuju ke hal yang lebih baik. Setiap komponen memiliki fungsi masing-masing yang saling berkaitan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan 
Di dalam kehidupan sehari hari, pendidikan dipandang sebagai suatu kebutuhan dasar yang melekat pada setiap masing masing individu. Pendidikan juga dipandang sebagai suatu fungsi yang melekat pada kehidupan sehari hari kita. Fungsi  pendidikan sebenarnya adalah menyediakan fasilitas yang dapat memungkinkan suatu proses pendidikan dapat berjalan dengan baik dan lancar tentunya. Mendapatkan suatu pendidikan merupakan keharusan dan kebutuhan dalam berbangsa dan bernegara. Pendidikan telah dipandang sebagai suatu investasi dalam pembangunan sumber daya manusia yang amat diperlukan dalam pembangunan sosial dan ekonomi.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat di rumuskan masalah sebagai berikut:
1.  Apa itu Pendidikan Sebagai Suatu sistem ?
2.  Apa saja Macam-macam sistem  ?
3.  Apa saja Komponen-komponen di dalam suatu pendidikan?


1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian Pendidikan Sebagai Suatu Sistem.
2.  Mengetahui macam macam Sistem 
3.  Mengetahui Komponen-Komponen Pendidikan



Bab II
Pembahasan


2.1 Pendidikan sebagai suatu sistem
             Seperti yang sudah kita ketahui selama ini, pendidikan memiliki beberapa macam pengertian. Diantaranya  yaitu, pendidikan merupakan sebuah pengajaran tentang sebuah ilmu pengetahuan, kemampuan ataupun keterampilan yang diajarkan turun temurun dari warisan yang sebelumnya. Yang dimaksud disini adalah pendidikan sudah ada sejak zaman dahulu yang diwariskan melalui pengajaran dari nenek moyang kita terdahulu. Beberapa pendapat mengatakan, bahwa pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan untuk meningkatkan potensi dari peserta didik yang dilakukan secara sitematis dan dinamis. 
Secara etimologis pendidikan berasal dari bahasa latinnya yaitu  education, Dengan artian kata “E”  yaitu sebuah proses perkembangan dari dalam keluar kemudian kata “Duco” dengan artian yang sedang berkembang. Dapat disimpulkan disini, bahwa pendidikan adalah  proses perkembangan seorang individu menuju pendewasaannya. Hal ini juga berarti bahwa, pendidikan tidak akan berhenti dan akan terus berkembang atau tidak ada habisnya.
Menurut Ki Hajat Dewantara pendidikan merupakan sbuah proses pengkodratan sebagai seorang manusia dalam memahami suatu ilmu pengetahuan . Ki  Hajar Dewantara menganggap bahwa pendidikan merupakan media untuk menaikkan derajat seorang manusia. 
Pendidikan sendiri memilik tujuan , diantaranya yaitu membantu seorang manusia agar menjadi seorang individu yang terarah, dan juga melalui pendidikan seorang manusia dapt mengembangkann pola pikirnya, tentunya  pendidikan juga bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. 
Di dalam pendidikan sebagai sebuah sistem, maka kita harus mengetahui apa sih Sistem itu? Sistem merupakan satu kesatuan yang terdiri dari komponen komponen yang menyusunnya, komponen komponen atau unsur unsur yang ada di dalam sistem ini akan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan. Beberapa orang juga berpendapat bahwa sistem merupakan paduan dari berbagai elemen untuk memudahkan aliran informasi atau energi untuk mewujudkan suatu tujuan tertentu. Secara etimologi sistem merupakan sesuatu yang sering digunakan untuk memudahkan dalam penggambaran interaksi. Jadi dari beberapa pengertian sistem diatas dapar dirumuskan bahwa sistem merupakan kumpulan dari beberapa komponen yang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan. 
Sistem terbagi menjadi dua yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup. Sistem tertutup dalam  sebuah prosesnya tidak  dipengaruhi oleh lingkungan luar, sedangkan sistem terbuka prosesnya menerima kegiatan dari lingkungan luarnya. Pada sistem terbuka ini prosesnya berlangsung secara dinamis. Suatu  sistem di dalamnya mengandung ciri sebagau berikut 
1.  Adanya satu kesatuan yang teratur
2. Adanya komponen komponen yang membentuk kesatuan secara teratur
3. Adanya hubungan antara komponen satu dengan yang lainnya
3. Adanya proses transformasi
4.  Adanya tujuan yang harus dicapai
 Sistem merupakan suatu hal yang bergerak untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Hal ini dapat disimpulkan bahwa sistem memiliki cita cita yang ada di dalamnya dan pada suatu sistem terdapat sebuah konsep dasar  yang mendasari suatu tujuan. sebagai sesuatu yang aktif bergerak untuk mencapai sebuah tujuan tertentu, maka secara berkelanjutan suatu sistem pendidikan akan selalu bersifat dinamis kontekstual, oleh karena itu, sistem pendidikan haruslah dapat menerima tuntutan atas kualitas.

Pendidikan sebagai sistem disini dapat diartikan bahwa komponen komponen penyusun pendidikan atau unsur unsur yang ada didalam suatu pendidikan saling bekerja sama atau berkaitan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan suatu bangsa. 

1. Pengertian Pendidikan
a. Usaha sadar yang dilakukan untuk memberikan sebuah ilmu atau pengajaran kepada seorang individu yang bertujuan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan.
b. Menurut UU nomor 20 tahun 2003  menjelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana  untuk mewujudkan suasana belajar  dan proses belajar mengajar berlangsung  dengan peserta didik yang aktif dalam mengembangkan potensi dalam dirinya  untuk mengembangkan nilai nilai yang ada dalam masyarakat dan negara.

2. Pengertian sistem 
a. Sistem diambil dari istilah yunani yang berarti Keseluruhan yang terdiri atas Bagian bagian yang terorganisasi atau suatu kontruksi bagian bagian  yang membentuk suatu keseluruhan yang kompleks.
b. Sistem juga dapat diartikan sebagai kumpulan unsur-unsur dan komponen-komponen yang ada yang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan
c. Sistem menurut seorang ahli contohnya yang telah diungkspkan oleh Zahara Idris,1987 mengungkapkan bahwa sistem merupakan satu kesatuan yang terdiri atas elemen-elemen  atau komponen-komponen atau unsur-unsur  yang mempunyai hubungan fungsional yang teratur dan tidak secara acak.

Sistem mencakup hal yang sangat luas. Contohnya sistem dalam sebuah keorganisasian. Sekolah juga merupakah sebuah sistem. Suautu organisme yang berkumpul menjdi satu contohnya hewan, tumbuhan dan manusia termasuk ke dalam sebuah sistem. Sistem dalam suatu kendaraan bermotor juga merupakan sebuah sistem. Dalam hal hal yang telah disebutkan membuktikan bahwa didalam sebuah sistem memiliki komponen-komponen dan unsur-unsur yang saling bekerja sama dan memiliki tujuan. Semua sistem tersebut memiliki batasan sendiri yang berbeda beda. Namun semuanya ada di dalam lingkungan yang saling mempengaruhi.  Apabila hal hal yang telah disebutkan tadi merupakan sebuah sitem, maka tentunya mereka memiliki kesamaan.  Kesamaaan tersebut meliputi  Ciri- ciri sebuah sistem yaitu tujuan,  fungsi, komponen, interaksi, penggabungan yang menimbulkan  keterpaduan, proses transformasi, umpan balik.
Ciri-ciri tersebut diantaranya adalah:
1. Tujuan
Suatu  sistem tentunya memiliki tujuan yang harus dicapai. Contohnya suatu lembaga pendidikan memiliki tujuan untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada yang membutuhkannya. 

2. Komponen-komponen
      Di dalam suatu sistem terdapat komponen-komponen yang menyusunnya atau bagian - bagian yang melaksanakan fungsinya masing masing. 

3. Interaksi atau saling berhubungan
      Seluruh komponen dalam suatu sistem saling bekerjasama atau berinteraksi dan saling berhubungan satu sama lain untuk mencapai tujuan suatu sistem.

4. Proses Transformasi
      Suatu sistem mempunyai tugas untuk mencapai suatu maksud atau tujuan tertentu. Oleh karena itu diperlukan suatu proses untuk mengubah suatu input menjadi output.
2.2. Macam macam sistem
      Menurut buku yang berjudul Analisis dan Disain yang ditulis oleh Jogiyanto pada tahun 1991. Ia mengemukakan bahwa sistem terbagi menjadi : 

a. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik 
             Sistem Abstrak adalah sistem yang berupa gagasan atau ide ide atau suatu pemikiran yang tidak terlihat secara fisik. Contohnya adalah ilmu ketuhanan atau suatu pemikiran tentang hubunan manusia dengan tuhannya. Sedangkan Sistem Fisik adalah sistem yang terlihat bentuk fisiknya seperti apa. Contohnya seperti sistem dalam sebuah komputer.

b.  Sistem Alamiah dan Sistem buatan manusia
        Sistem alamiah adalah sisten yang terjadi karena proses proses yang terjadi di alam tanpa ada ikut campur tangan manusia. Contohnya seperti Sistem tata surya. Sedangkan sistem buatan manusia adalah sistem yang sengaja dibuat oleh manusia  tentunya melibatkan campur tangan manusia. Contohnya sistem komputer.

c. Sistem tertentu  dan Sistem tak tentu 
Sistem tertentu merupakan suatu sistem yang dapat diperkirakan secara tepat seperti yang telah diprediksikan. Contohnya adalah sistem pada komputer. Sedangkan sistem tak tentu merupakan suatu sistem yang tidak dapat diperkirakan bagaimana ke depannya. Contohnya sistem pemilihan presiden. 

d. Sistem Tertutup dan Sistem terbuka
Sistem tertutup adalah sistem yang tidak mendapatkan pengaruh dari lingkungan luar, sehingga sistem ini tidak melakukan pertukaran materi energi , dan secara otomatis akan bekerja tanpa adanya bantuan lingkungan luar. Sedangkan sistem terbuka adalah sistem yng berhubungan dan mendapatkan suatu pengaruh dari lingkungan luarnya untuk mengubah input menjadi output. Contohnya adalah sistem keorganisasian.
Adapun sistem menurut Abdul Gafur dalam bukunya Disain Intruksional 1982 menyebutkan macam sistem sebagai berikut 
a.  Sistem Sederhana dan Sistem Kompleks 
Sistem sederhana terdiri dari beberapa komponen saja, hasil ataupun produksinya juga sederhana dan sama sepanjang waktu. Contohnya pada sel sel tubuh. Sedangkan pada sistem kompleks terdiri dari banyak komponen yang saling berinteraksi dan bagian bagiannya salinh berhubungan satu sama lain. Contohnya pada otak manusia.

b. Sistem Hidup dan sistem mati
Sistem hidup contohnya adalah  sel manusia dan sel tanaman
Sistem mati contohnya adalah sistem tata surya dan sistem komputer

c. Susunan Vertikal atau Hierarki 
Suatu sistem yang berkaitan erat dengan sistem yang lain. Susunan hierarkhi dapat berlangsung jika sistem di tingkat bawahnya membentuk sistem yang lebih tinggi. 

2.3 Komponen - komponen pendidikan sebagai sistem
Adapun komponen - komponen yang ada di dalam suatu sistem pendidikan sebagai berikut :
1. Tujuan Pendiidikan 
Pendidikan merupakaan suatu usaha sadar yang dilakukan untuk tercapainya suatu tujuan tertentu. Tujuan tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Tujuan Umum
Tujuan umum berarti Tujuan pendidikan yang bersifat universal yang didasarkan pada hakikat manusia yaitu "Kedewasaan"
Tujuan tak lengkap
Tujuan yang berhubungan dengan suatu nilai kepribadian tertentu
Tujuan sementara
Tujuan sementara memiliki pengertian yaitu Tujuan pendidikan yang sementara dicapai untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi
Tujuan Insidental
Tujuan yang terjadi tanpa unsur kesengajaan atau kebetulan
Tujuan Intermedier
Tujuan yang merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan yang lebih lanjut.

Pokok perumusan tujuan pendidikan dibagi menjadi enam menurut Phoenik, diantaranya yaitu :
1. Pendidikan Untuk penyeduaian diri dalam kehidupan manusia
2. Pendidikan untuk mengembangkan kemampuan intelektual
3. Pendidikan diarahkan untuk kematangan jiwa seseorang
4. Pendidikan untuk membentuk watak yang baik
5. Pendidikan ditujukan agar suatu bangsa dapat berlangsung kehidupannya
6. Pendidikan untuk suatu kemerdekaan
Secara  Hierarki tujuan pendidikan dibagi  sebagai berikut:
a. Tujuan Pendidikan Nasional
Tujuan dari suatu Pendidikan nasional yang telah kita ketahui memiliki fungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membangun watak seorang individu  serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang sesuai dengan nilai nilai yang sudah ada dalam masyarakat.
b. Tujuan Institusional
Tujuan pendidikan sesuai dengan jenjang atau jenis pendidikan yang ditempuh
c. Tujuan Kurikuler
Tujuan yang berhubungan dengan setiap bidang studi
d. Tujuan pengajaran khusus
Tujuan  yang lingkupnya lebih kecil dibandingkan tujuan pengajaran umum
e. Tujuan pengajaran umum
Penjabaran dari tujuan kurikuler 
2. Isi pendidikan
Isi pendidikan merupakan komponen yang tak kalah penting dari komponen pendidikan senagai sistem yang lainnya. Komponen yang ada di dalam isi pendidikan mencakup materi  atau bahan yang diajarkan oleh pendidik. Komponen ini sangat berkaitan ertar dengan tujuan pendidikan dikarenakan materi yang disampaikan tentunya berupa ilmu pengetahuan yang membantu pendidikan mencapai tujuannya. 

3. Metode Pendidikan
Komponen pendidikan selanjutnya adalah metode pendidikan. Metode sendiri memiliki pengertian cara yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan.  Banyak cara atau metode yang dapat dilakukan oleh seorang pendidik,  yang tentunya metode metode ini mempunyai kelebihan dan kekurangan masing masing. Oleh karena itu, seorang pendidik harus bisa memilih metode yang sesuai dengan karakteristik masing masing. 
Ada beberapa Metode pendidikan yang ada, diantaranya yaitu :
A. Metode Diktatorial
B. Metode Liberal
C. Metode Demokratis
D. Sentimentil dan Persuasif
4.  Alat Pendidikan
Alat pendidikan juga merupakan komponen yang ada didalam pendidikan. Alat pendidikan diartikan sebagai segala seuatu yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu, baik itu dalam bentuk situasi, kondisi, ataupun barang. 
5. Pendidik
Pendidik merupakan komponen yang terpenting yang harus ada dalam pendidikan. Dikarenakan jika tidak ada seorang pendidik maka suatu proses pendidikan tidak akan nerjalan dengan semestinya. Pendidik merupakan seseorang yang memneri kita pengajaran atau ilmu yang tentunya bermanfaat bagi kehidupan kita. Tanpa adanya seorang pendidik maka kita akan kesulitan memahami sebuah materi yang ada. 
Pendidik juga dibagi menjadi tiga menurut lingkungannya, diantaranya yaitu:
1. Pendidik dalam Lingkungan Keluarga
Pendidik yang paling utama dan paling di dalam kehidupan kita adalah orang tua. Sebab dari kita lahir orang tua kita sudah memberikan suatu pendidikan meskipun bukan dengan cara yang formal. Keberhasilan karakter seorang anak juga ditentukan melalui bagaimana orang tua mendidik karakter anaknya untuk menjadi pribadi yang baik. 
2. Pendidik dalam Lingkungan Sekolah
Pendidik yang tentunya sudah sering kita temui ketika kita berada di sekolah adalah guru. Guru merupakan instrument yang sangat penting ketika terjadinya suatu proses belajar dan mengajar. Jika tidak ada peran seorang guru, maka kegiatan belajar dan mengajar tidak akan berjalan dengan sempurna. Dengan adanya seorang guru, seorang individu hidupnya akan lebih terarah untuk mencapai apa yang di cita citakannya.
3. Pendidik dalam Lingkungan Masyarakat
Yang terakhir adalah pendidik dalam lingkup masyarakat. Yang berperan di dalam lingkip ini adalah tokoh- tokoh masyarakat seperti halnya kepala desa, lurah, camat dan sebagainya.
6. Peserta didik
Komponen yang satu ini juga tentunya sangat penting untuk ada dalam suatu pendidikan. Mengapa demikian? Karena tanpa adanya peserta didik maka tidak ada subyek yang diajar. Peserta didik meliputi siswa  siswi , mahasiswa mahasiswi dan sebagainya. Tentunya peserta didik merupakan subyek utama keberhasilan suatu tujuan pendidikan.
7. Lingkungan Pendidikan
Lingkungan pendidikan merupakan tempat berlangsungnya proses pendidikan. Lingkungan pendidikan dibagi menjadi tiga , diantaranya yaitu :
A. Lingkungan keluarga
B. Lingkungan sekolah
C. Lingkungan masyarakat
Bab III
Penutup

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah disampaikan di atas dapat disimpulkan bahwa, sistem merupakan kumpulan dari komponen komponen atau unsur unsur yang saling belerja sama satu sama lain menurut fungsinya masing masing untuk mencapai suatu tujuan. Pendidikann juga merupakan sebuah sistem yang dinamis kontekstual atau sistem yang terus menerus bergerak tanpa henti. Tentunya pendidikan sebagai sistem  harus terbuka untuk menerima tuntutan tuntutan akan kualitas. Pendidikan sebagai suatu sitem merupakan gabunagn dari komponen atau unsur unsur yang ada dalam pendidikan yang saling berinteraksi satu sama lain agar tercapainya suatu tujuan pendidikan. Oleh karena itu, pembahasan mengenai pendidikan sebagai sistem sangat penting.
Pendidikan sebagai sistem juga terdiri dari berbagai komponen penyusunnya. Komponen komponen ini saling berhubungan dan berkaitan tentunya juga bekerja sama untuk tercapainya suatu tujuan pendidikan. Dengan adanya komponen komponen yang mendasarinya, pendidikan sebagai sitem akan bekerja dengan semestinya.
Sistem juga bermacam macam jenisnya. Sistem dikelompokkan menurut proses kerjanya ataupun sufat dari sistem itu sendiri. Pengklasifikasian sistem ini sangat penting dilakukan, karena jika kita tidak mengetahui jenis dari sistem maka kita akan sukit juga memahami pendidikan sebagai sistem.

3.2  Saran
Berdasarkan pembahasan yang telah disampaikan dapat disarankan bahwa seharusnya pendidikan sebagai sistem perencanaannya harus terbuka atau mau menerima saran dan ajakan untuk memperbaiki kualitasnya. Sistem pendidikan juga harus efektif dan peka akan suatu kemajuan.
Dengan berbagai sistem yang ada diharapkan kegiatan yang ada dapat berjalan dengan semestinya dan tentunya lancar. Berbagai jenis sistem yang ada tentunya memiliki fungsi yang berbeda pula, oleh karena itu, pendidikan sebagai sistem haruslah dapt melaksanakan fungsinya dengan baik agar tercapainya tujuan yang dicita cita kan.
Komponen komponen yang ada juga harus terpenuhi agar terciptanya ke efektifan pembelajaran agar berjalan dengan lancar tanpa adanya suatu kendala.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel