Pembuka Maulid Diba Ya Robbi Sholli Ala Muhammad [Teks Arab & Terjemah]

Pembuka Maulid Diba
Ya Robbi Sholli Ala Muhammad [Teks Arab & Terjemah]


Pembuka Maulid Diba Ya Robbi Sholli Ala Muhammad [Teks Arab & Terjemah]

Pembuka Maulid Diba Ya Robbi Sholli Ala Muhammad [Teks Arab & Terjemah]
Pembuka Maulid Diba Ya Robbi Sholli Ala Muhammad [Teks Arab & Terjemah]


Lirik Maulid Diba Ya Robbi Sholli Ala Muhammad [Teks Arab & Terjemah]


ad-Diba`i
(866 – 944 H)



Satu karya maulid yang masyhur dalam Islam adalah maulid yang dikarang oleh seorang ulama besar dan ahli hadits, yaitu Imam Wajihuddin ‘Abdur Rahman bin Muhammad bin ‘Umar bin ‘Ali bin Yusuf bin Ahmad bin ‘Umar ad-Diba`ie asy-Syaibani al-Yamani az-Zabidi asy-Syafi`i.

Beliau dilahirkan pada 4 Muharram 866 H dan wafat pada hari Jumat 12 Rajab tahun 944H. Pada masanya, beliau adalah seorang ulama hadits yang terkenal dan tiada bandingannya. Beliau mengajar kitab Shohih Imam al-Bukhari lebih dari 100 kali khatam. Beliau mencapai darjat Hafidz dalam ilmu hadits yaitu seorang yang menghafal 100,000 hadits dengan sanadnya.

Setiap hari beliau mengajar hadits dari masjid ke masjid. Guru-guru beliau di antaranya adalah Imam al-Hafidz as-Sakhawi, Imam Ibnu Ziyad, Imam Jamaluddin Muhammad bin Ismail, mufti Zabid, Imam al-Hafiz Tahir bin Husain al-Ahdal dan banyak lagi. Selain itu, beliau juga merupakan seorang muarrikh (yakni ahli sejarah).

Adapun kitab karangannya  adalah sebagai berikut:

  1. “Taisirul Wusul ila Jaami`il Usul min Haditsir Rasul” yang mengandung himpunan hadits yang dinukil dari pada kitab hadits yang 6.
  2. “Tamyeezu at-Thoyyib min al-Khabith mimma yaduru ‘ala alsinatin naasi minal hadits” sebuah kitab yang membedakan hadits sohih dengan yang lainnya seperti dhoif dan maudhu.
  3. “Qurratul ‘Uyun fi akhbaril Yaman al-Maimun”
  4. “Bughyatul Mustafid fi akhbar madinat Zabid”.
  5. “Fadhail Ahl al-Yaman”.




بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
يَارَبِّ صَلِّ عَلىٰ مُحَمَّدْ            يَارَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ
Ya Alloh, tetapkanlah limpahan sholawat kepada Nabi Muhammad
Ya Alloh, tetapkanlah limpahan sholawat dan salam kepadanya
يَارَبِّ بَلِّغْهُ الْوَسِيْلَةْ             يَارَبِّ خُصَّهُ بِالْفَضِيْلَةْ
Ya Alloh, sampaikanlah kepadanya sebagai perantara
Ya Alloh, khususkanlah kepadanya dengan keutamaan
يَارَبِّ وَارْضَ عَنِ الصَّحَابَةْ           يَارَبِّ وَارْضَ عَنِ السُّلاَلَةْ
Ya Alloh, anugerahkanlah keridhon kepada sahabatnya
Ya Alloh, anugerahkanlah keridhon kepada keturunannya
يَارَبِّ وَرْاضَ عَنِ الْمَشَايِخْ                يَارَبِّ وَارْحَمْ وَالِدِيْنَا
Ya Alloh, anugerahkanlah keridhon kepada para guru
Ya Alloh, rahmatilah orang-orang tua kami
يَارَبِّ وَارْحَمْنَا جَمِيْعًا               يَارَبِّ وَارْحَمْ كُلَّ مُسْلِمْ
Ya Alloh, rahmatilah kami semua.
Ya Alloh, rahmatilah semua orang islam
يَارَبِّ وَاغْفِرْ لِكُلِّ مُذْنِبْ            يَارَبِّ لاَ تَقْطَعْ رَجَانَا
Ya Alloh, ampunilah semua orang yang berbuat dosa.
Ya Alloh, janganlah Engkau putuskan harapan kami.
يَارَبِّ يَا سَامِعْ دُعَانَا            يَارَبِّ بَلِّغْنَا نَزُوْرُهْ
Ya Alloh, wahai Zat Yang Maha Mendengar doa kami.
Ya Alloh, sampaikan kami ziarah ke makamnya
يَارَبِّ تَغْشَانَا بِنُوْرِهْ               يَارَبِّ خِفْظَانَكْ وَاَمَانَكْ
Ya Alloh, sinarilah kami dengan nurnya.
Ya Alloh, aku selalu mengharap pemeliharaan dan keamanan-Mu.
يَارَبِّ وَاسْكِنَّا جِنَانَكْ           يَارَبِّ اَجِرْنَا مِنْ عَذَابِكْ
Ya Alloh, tempatkanlah kami dalam surga-Mu.
Ya Alloh, selamatkanlah kami dari siksa-Mu.
يَارَبِّ وَارْزُقْنَا الشَّهَادَةْ         يَارَبِّ حِطْنَا بِالسَّعَادَةْ
Ya Alloh, anugerahilah kematian kami dengan syahid.
Ya Alloh, liputilah kehidupan kami dengan penuh kebahagiaan
يَارَبِّ وَاصْلِحْ كُلَّ مُصْلِحْ          يَارَبِّ وَاكْفِ كُلَّ مُؤْذِيْ
Ya Alloh, balaslah kebaikan orang yang berbuat kebaikan.
Ya Alloh, hindarkanlah dari semua orang yang menyakiti.
يَارَبِّ نَخْتِمْ بِالْمُشَفَّعْ              يَارَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ
Ya Alloh, akhirilah kami dengan mendapat syafaat Nabi Muhammad saw.
Ya Alloh, tetapkanlah limpahan sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad




Keterangan tambahan:

TATA CARA dan ADAB dalam menyambut “hadirnya” sang kekasih, Nabi Muhammad Shollallohu a’laihi wa Sallam. (Diringkaskan dari kitab Azzahrul Baasim karya Mufti Betawi zaman Hindia Belanda, Al-Habib Ustman bin Abdillah bin Yahya RA) :

1. Dilaksanakan pada tempat-tempat yang terhormat seperti masjid, musholla, majelis-majelis atau perkumpulan mulia, dsb.

2. Tidak boleh ada pada tempat tersebut suatu patung-patung binatang atau manusia yang menjadi simbol pengagungan dan penyembahan terhadapnya (misal patung dewa, bunda maria, dan sejenisnya), karena hal tersebut dibenci oleh beliau (SAW) dan para Malaikat.

3. Ketika membaca shirohnya (sejarahnya) yang terdapat dalam Kitab Maulid, tidak boleh bercampur di dalamnya antara laki-laki dan perempuan. Kecuali adanya hijab (batas/dinding) yang memisahkan antara perempuan dan laki-laki, sehingga aman dari fitnah.
4. Jangan pula ada pada tempat diselenggarakannya, suatu permainan yang HARAM (misal judi dan sejenisnya). Sebab, hal itu akan mengantarkan pada kedurhakaan besar melanggar larangan Rosululloh SAW.

5. Jangan pula ada pada tempat itu segala sesuatu yang beraroma busuk . Seperti rokok, cerutu, kandang binatang, dan sejenisnya. Maka hendaklah ada pada tempat itu segala sesuatu wewangian yang harum seperti dupa (gaharu bakar dan sejenisnya) atau bunga-bungaan.

6. Hendaklah yang hadir pada tempat penyelenggaran itu membaca sholawat, dan jangan satu sama lain saling bercerita, masing-masing “pasang” telinga mendengar kisah maulid yang dibacakan sambil membaca sholawat.

7. Apabila nanti disebut akan dzohir (terlihat, lahir dan hadir)-nya sang Nabi SAW ke dunia, maka sekalian yang hadir bersegera untuk bangun dan berdiri. BUKAN atas dasar paksaan, tapi karena penghormatan dan bahagia akan hadirnya beliau.

Sehingga pada akhirnya, segenap hadirin yang ikut serta dan mematuhi aturan-aturan yang berlaku kelak akan mendapatkan syafa’at (pertolongan) dari beliau (SAW) di yaumil akhir serta mendapatkan balasan yang berlipat ganda dunia wal-akhiroh. InsyaAlloh

“Allohumma Sholli ‘ala Sayyidina wa Syafi’ina Muhammadin wa ‘ala Aalihi wa Shohbihi wa Sallam waj’alnaa min khiyaari ummatihi wa min ahli syafaa’atihi, birohmatika Yaa Arhamarrohimiin, aamiin ”

(Yaa Alloh,, limpahkanlah sholawat atas junjungan kami Nabi kami yang memberi syafa’at bagi kami yaitu Nabi Muhammad SAW dan atas keluarganya, dan sahabatnya, serta salam penghormatan atasnya, dan jadikanlah kami daripada umatnya yang terbaik dan yang mendapat syafa’atnya di hari kemudian dengan Rahmat-Mu wahai Tuhan yang memiliki sifat Kasih Sayang melebihi semua yang memiliki sifat kasih sayang, aamiin)

wallohu a’lam bishshowaab.

Disarikan oleh Ahmad Ulul Azmi dari berbagai sumber.


Sumber: 
https://kmnu.or.id
https://www.kalamulama.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel