Iklan Responsif

Prinsip Terjadi Petir

MENGAPA PETIR BISA TERJADI?

Prinsip Terjadi Petir


Petir, suatu fenomena yang tidak asing bagi kita, yaitu sebuah kilat yang menyambar dan biasanya terjadi ketika musim hujan. Terkadang, petir juga bisa menyambar pohon, gedung, dan barang barang yang ada disekitarnyaa. 

Tapi, apakah sebenarnya petir itu? Kenapa dia menyambar benda di sekitarnya? Mengapa banyak terjadi ketika musim hujan? Dan masih banyak lagi hal yang sebenarnya kita tidak tahu tentang petir.

Petir merupakan gejala alam yang bisa dianalogikan dengan sebuah kondensator raksasa, saat lempeng pertama berupa awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng keduanya adalah bumi (dianggap netral). 

Seperti yang sudah diketahui kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage). Petir juga dapat terjadi dari awan ke awan (intercloud) yang salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif.

Prinsip Terjadi Petir

Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya.

Ketika muatan pada awan tersebut berkumpul sehingga memiliki muatan yang sangat besar. Nah saat awan tersebut memiliki muatan ( positif atau negatif), bumi yang dianggap netral itu akan berubah muatan, untuk muatan yang berbeda jenis dengan awan dia akan tertarik ke atas (menuju awan), sedangkan untuk muatan yang tidak sejenis akan menjauh dari awan (ke bawah). 

Prinsip Terjadi Petir

Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. 

Kecepatan cahaya petir lebih cepat dari kecepatan suara, sehingga ketika kita melihat petir, setelah beberapa detik kita baru akan mendengar suaranya. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan, karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif.

Prinsip Terjadi Petir

Karena hal tersebut, maka ketika hujan, kita disarankan untuk tidak bermain hp maupun telepon rumah yang menggunakan kabel, ataupun berteduh di bawah pohon. Sebab, petir dapat menyambar lebih dari satu kali, karena muatannya yang begitu besar sehingga kita harus benar-benar waspada saat ada hujan. Bahkan, untuk gedung yang memiliki 2 lantai atau lebih, diharuskan untuk memiliki penangkal petir. 

Prinsip Terjadi Petir

Penangkal petir ini ujungnya berbentuk lancip agar muatan yang tidak sejenis dengan awan akan berkumpul di situ, ketika petir menyambarnya maka penangkal petir tersebut akan menyalurkan muatan dari awan ke tanah (grounding) melalui kabel yang ujungnya diberi tembaga lalu ditancapkan ke tanah sedalam beberapa meter. Jadi gedung tersebut akan aman meski petir menyambarnya berkali-kali.

Nah itulah sekilas tentang petir, jadi jangan anggap remeh kilatan cahaya tersebut, karena muatannya yang begitu besar sehingga ketika pohon tersambar pun akan terbelah, apalagi kita.

Penulis : Dyah Ayu Pramashella


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel