Iklan Responsif

Apa Saja Perubahan Fisik Pada Laki-Laki dan Perempuan Ketika Pubertas?

Assalamualaikum kawan.. Bagaimana kabarnya? Semoga baik-baik aja yaaa. Jadi di sini saya akan mulai membahas tentang perubahan fisik pada laki-laki dan perempuan ketika pubertas. Sebelum saya jabarkan tentang perubahan fisik pada laki-laki dan perempuan, mungkin beberapa dari kalian masih ada yang bingung tentang pubertas. 
Apa Saja Perubahan Fisik Pada Laki-Laki dan Perempuan Ketika Pubertas? Nurul Chikmia

Apa itu pubertas? 

Pubertas adalah masa peralihan dari masa anak-anak yang akan menuju pada masa dewasa. Di masa ini anak akan mulai mengalami beberapa perubahan berupa perubahan fisik, perubahan psikis, seksual dan emosi. Selain itu, di masa pubertas ini ditandai dengan terjadinya menstruasi pada anak perempuan dan mimpi basah pada anak laki-laki.

Usia pubertas pada anak biasanya dimulai pada usia 9-15 tahun pada anak perempuan, dan 11-13  pada anak laki-laki. Dalam masa ini dikatakan sebagai masa remaja.

Kemudian jika anak mengalami pubertas, maka akan terjadi perubahan fisik yang sangat mencolok dalam diri anak. Perubahan fisik tersebut terjadi akibat hormon yang melepas gonodotropin (GnRH) dari hipotalamus menuju ke kelenjar hipofisis anterior.

Biasanya perubahan fisik pada anak ketika pubertas akan  membuat anak tersebut merasa minder dan tidak percaya diri. Padahal hal tersebut sangatlah wajar terjadi pada anak yang baru mengalami pubertas. Buat kalian yang masih penasaran apa saja perubahan fisik yang terjadi ketika kalian sedang dalam masa pubertas. Perhatikan penjelasan berikut ini.

Perubahan fisik apa saja pada anak laki-laki ketika pubertas?

Perubahan fisik pada anak laki-laki ketika pubertas sebagai berikut.

Tumbuhnya jakun di leher. Ketika kalian mulai pubertas pasti dong mulai tumbuh benjolan di leher bagian depan yang bisa dinamakan jakun. Jakun ini tumbuh karena tumbuhnya laring yang kemudian mendapatkan banyak tulang rawan lalu tulang rawan tersebut mulai melindungi pita suara.

Terjadi perubahan suara yang semakin berat dan  besar. Perubahan suara ini disebabkan karena tumbuhnya laring yang kemudian mendapatkan banyak tulang rawan yang melindungi pita suara. Sebagai akibatnya, suara kalian jadi berat dan besar, kayak nge bass gitu.

Mulai memroduksi sperma. Ketika seseorang mengalami pubertas, orang tersebut mendapat rangsangan yang menyebabkan keluarnya sperma. Hal tersebut dapat terjadi karena sel spermatozoa yang diproduksi pada testis sedang mengalami proses pematangan pada saluran Epididimis.

Tumbuhnya rambut di sekitar kemaluan dan ketiak. Ketika mengalami pubertas akan tumbuh rambut yang disebabkan oleh hormon androgen. 

Tumbuhnya kumis dan jenggot. Tumbuhnya rambut ini juga karena hormon androgen yang bekerja pada tubuh manusia.

Dada semakin membidang dan melebar.

Bentuk dan kemampuan otot yang semakin kuat. Hal tersebut dikarenakan jika tubuh yang semakin mengalami pertumbuhan maka kemampuan otot juga akan mengalami kekuatan yang lebih kuat.


Perubahan fisik apa saja yang terjadi pada anak perempuan ketika pubertas?

Perubahan fisik yang terjadi pada anak perempuan ketika pubertas sebagai berikut.

Membesarnya payudara. Membesarnya payudara ini karena hormon yang dihasilkan ovarium dan sekaligus ovarium melepaskan hormon esterogen. Kemudian lemak pada jaringan ikat berkumpul pada dinding toraks anterior karena hormon esterogen. Hal tersebut yang menyebabkan payudara membesar.

Terjadinya Pinggul yang semakin lebar karena tulang pinggul yang mulai membesar dan lemak yang mulai berkembang di bawah permukaan kulit.

Permukaan kulit yang semakin lembut dan halus karena kerja dari hormon esterogen.

Bertumbuhnya rambut di sekitar kemaluan dan ketiak. Tumbuhnya rambut ini juga akibat dari bekerjanya hormon androgen dalam tubuh.

Tinggi badan yang semakin bertambah karena pengaruh hormon yang mulai bekerja.

Uraian di atas merupakan beberapa perubahan fisik pada anak laki-laki dan perempuan ketika pubertas. Jadi, buat kalian yang minder atau kurang percaya diri dengan perubahan tersebut tidak usah khawatir karena perubahan tersebut sangatlah wajar terjadi pada setiap manusia yang sedang mengalami masa pubertas. Semoga tulisan ini memberi manfaat.

Penulis: Nurul Chikmia (S1 PGMI UIN Sunan Ampel Surabaya)
Editor: Binar Kurnia Prahani

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel