Iklan Responsif

Apa Keuntungan dan Kerugian Musim Hujan dan Kemarau?

Assalamu’alaikum sahabatku semuanya di manapun berada, artikel kali ini akan membahas tentang mengapa manusia banyak mengeluh saat musim hujan dan kemarau, tentunya kalian pernah dong merasakan mengeluh di saat musim hujan serta kemarau. Kenapa sih kok bisa kita sebagai manusia selalu mengeluh saat diberi kenikmatan di musim hujan dan juga musim kemarau?
Keuntungan dan Kerugian Musim Hujan dan Kemarau Aulia Ramadhany Dewy

Di Indonesia sendiri mempunyai dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau, di mana menurut para ahli BMKG, musim hujan terjadi pada Oktober hingga Maret, dan musim kemarau terjadi bulan April hingga September.

Nah sekarang pada April ini terjadi pancaroba, yaitu terkadang hujan juga terkadang panas. Cuaca seperti ini yang banyak mengundang penyakit menyerang manusia seperti batuk, flu, dll. Jaga kesehatanmu agar tidak mudah terserang penyakit.

Keuntungan dan Kerugian Musim Hujan

Musim hujan merupakan kondisi bumi diguyur dengan air yang jatuh membasahi bumi, akibat penguapan air. Saat musim hujan, manusia susah untuk keluar rumah, jemuran tidak kering-kering yang membuat banyak manusia mengeluh. 

Akan tetapi ada nilai positifnya sendiri bagi para petani khususnya, yaitu air hujan sangat berguna untuk mengairi sawah mereka, jadi mereka tidak susah lagi untuk mencari air untuk mengairi sawahnya. Musim hujan membuat manusia yang ingin keluar atau pergi susah. 

Jika punya kendaraan pribadi seperti mobil, maka bisa lebih tenang dan santai. Sedangkan tidak bagi kalangan menengah ke bawah yang hanya ada sepeda motor. Mereka harus memakai jas hujan, itu pun masih ada bekas rintikan hujan atau dikhawatirkan kurang fokusnya mengendarai saat terjadi hujan lebat. 

Selain itu juga dikhawatirkan terjadi banjir, akibat saluran-saluran air yang menyumbat ataupun kurangnya saluran air yang ada, membuat air hujan yang menggenang dan terjadilah banjir yang banyak menyusahkan warga. Jika hujan dibarengi dengan petir, maka membuat manusia khawatir terjadinya kesetrum atau terkena petir yang bisa merenggut nyawa seseorang.

Keuntungan dan Kerugian Musim Kemarau

Musim kemarau merupakan musim dimana bumi tidak diguyur air sama sekali, sehingga gampang membuat bumi kekeringan. Saat musim kemarau, manusia mengeluh dikarenakan cuaca yang sangat panas membuat manusia tidak nyaman untuk melakukan pekerjaan, dan mengkhawatirkan terjadinya kekeringan di daerah tertentu, yang memang persediaan air yang sangat minim membuat warga sekitar susah untuk mandi, minum, masak, dll.

Keuntungan dan Kerugian Musim Hujan dan Kemarau Aulia Ramadhany Dewy

Di musim kemarau, otomatis cuaca itu sangat panas. Saat panas membuat seseorang yang ingin istirahat dengan tenang itu susah dikarenakan gerah ataupun yang lain, namun tidak bagi orang yang kerjanya di ruang yang full AC. Mereka tidak merasakan betapa panasnya sesorang yang bekerja di luar lapangan.

Dari situ banyak juga manusia yang mengeluh saat terjadi musim kemarau. Namun juga ada rasa bahagianya di saat musim kemarau, membuat ibu rumah tangga serta tukang jasa cuci dapat menjemur pakaian dengan mudah dan cepat karena tidak ada air hujan yang mengguyur permukaan Bumi.

Pada musim hujan dan musim kemarau ada keuntungan dan kerugiannya masing-masing. Namun manusia kurang bersyukur dengan adanya dua musim yang telah diberikan Allah kepada hamba-Nya. Selalu ada rasa mengeluh saat musim hujan dan kemarau.

Karena manusia mempunyai kebutuhan sendiri-sendiri, yang tidak semuanya hanya bergantung pada musim hujan dan tidak semuanya bergantung pada musim kemarau. Semuanya saling ketergantungan. 

Sebaiknya kita sebagai hamba Allah yang baik, harus bersyukur dengan apa yang diberikan kepada umatnya, karena semua yang diberi selalu ada manfaatnya tersendiri, bukan malah menyusahkan ataupun menyengsarakan. Kita sebagai manusia banyak mengeluh disaat musim hujan dan musim kemarau dikarenakan kita hanya melihat sesuatu dari satu sisi saja, tidak berfikir apa manfaat dari hal tersebut. Akan tetapi  langsung menilai negatif hal tersebut yang menyebabkan kita kurang bersyukur dan banyak mengeluh.

Penulis: Aulia Ramadhany Dewy (UIN Sunan Ampel Surabaya)
Editor: Binar Kurnia Prahani

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel