Iklan Responsif

Hidup Sehat Dengan Kentang

Tumbuhan Kentang

Apa tumbuhan kentang itu? Kentang adalah tumbuhan yang termasuk ke dalam Ordo Solanales dan Famili Solanaceae. Pada dasarnya kentang merupakan tumbuhan yang hidup di daerah beriklim tropis maupun sub tropis.
Manfaat Kentang

Kentang menjadi bahan pangan penghasil karbohidrat utama di beberapa negara di Eropa dan Amerika Selatan. Menurut sejarah persebarannya, kentang berasal dari daerah Amerika Selatan, dan dibudidayakan oleh penduduk asli disana selama beribu-ribu tahun.

Tumbuhan kentang masuk ke wilayah Asia dibawa oleh orang-orang Inggris pada abad ke-17an. Di indonesia sendiri, kentang banyak dibudidayakan di daerah dataran tinggi antara 800-1800 mdpl.

Karakteristik Kentang

Bagaimana karakterikstik tumbuhan kentang? Kentang merupakan tumbuhan umbi-umbian yang tumbuh menjalar dan berumur pendek atau dapat disebut juga dengan tumbuhan semusim, dengan proses pertumbuhan yang relatif cepat, sehingga waktu panennya pun relatif cepat dan singkat.

Kentang termasuk salah satu tumbuhan dikotil yang berkembang biak secara vegetatif dengan menggunakan umbi, dan bisa tumbuh dengan baik pada suhu sekitar 16o-18o C. Tumbuhan kentang juga dapat dipererbanayak dengan teknik kultur jaringan, dengan teknik ini tumbuhan kentang dapat dikembang biakkan dalam skala besar dan dengan waktu yang relatif singkat.

Bagian tubuh tumbuhan kentang yang dapat dikonsumsi hanyalah umbi nya. Umbi kentang memiliki kulit tipis, dimana ketebalannya dipengaruhi oleh jenis dan keadaan lingkungan tempat tumbuhan itu tumbuh. Umbi kentang berfungsi sebagai tempat menyimpang bahan makanan, dimana di dalamnya terkandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air.

Kandungan Kentang

Apa saja kandungan yang terdapat di dalam kentang? Kentang sering kali menjadi musuh bagi orang-orang yang sedang menjalankan diet oleh sebab kadungan karbohidrat yang ada didalamnya, padahal nutrisi yang terkandung di dalam kentang sangat dibutuhkan oleh tubuh, yaitu terdiri dari nutrisi mikro dan makro.

Nutrisi makro adalah nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang besar, seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Sedangkan yang tergolong kedalam nutrisi mikro yaitu vitamin dan mineral. Maka sangat disarankan untuk orang-orang yang sedang menjalankan progam diet untuk mengganti konsumsi nasi dengan kentang.

Selain nutri makro dan mikro, di dalam kentang juga terdapat suatu zat yang disebut solanin, dimana zat tersebut berguna sebagai obat penenang, anti kejang, anti jamur, dan pestisidal. Menurut warna kulitnya, kentang dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain kentang kuning, kentang putih, kentang merah, dan ada pula kentang dengan warna kulit hitam.

Kadang-kadang dapat pula kita temui kentang yang kulitnya berwarna hijau, kentang dengan warna hijau inilah yang harus dihindari, kentang hijau ini adalah kentang yang dipanen terlalu cepat atau terlalu lama terpapar sinar matahari secara langsung. Warna hijau ini mengandung solanin berlebih, sehingga bersifat racun. Maka kita harus perhatikan betul ketika menggolah kentang.

Pada dasarnya semua jenis kentang kurang lebih sama kandungannya, hanya warna kulitnya yang menjadi pembeda. Jika dilihat dari segi protein, kandungan protein pada kentang kuning lebih tinggi bila dibandingkan dengan kentang hitam, namun kalori pada kentang kuning jauh lebih sedikit daripada kentang hitam. Disarankan bagi penderita diabetes untuk waspada dalam mengonsumsi kentang kuning, sebab kentang kuning lebih berpotensi meningkatkan kadar gula darah apabila dibandingkan dengan kentang hitam.

Khasiat Kentang

Khasiat apakah yang terkandung di dalam kentang? Jika ditelusuri lebih dalam lagi, banyak sekali manfaat atau khasiat tumbuhan kentang ini. Contohnya saja daging dan kulit kentang hitam sangat berkhasiat untuk mencegah pertumbuhan sel kanker. Selain kentang hitam ada juga kentang meah yang bisa menjadi obat untuk penyakit cattaral.

Kandungan protease inhibitor yang tinggi di dalam kentang merah mampu menghambau pertumbuhan sel-sel kanker di dalam tubuh manusia. Kentang juga bisa diolah sebagai produk kecantikan yaitu masker, sebagai masker kentang bermanfaat untuk menghilangkan noda-noda hitam pada wajah dan membuat wajah terlihat lebih cerah.

Olahan Kentang 

Bagaimana proses yang cocok untuk mengolah kentang? Di Indonesia, kentang bukanlah sumber karbohidrat utama dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, kentang biasa diolah menjadi lauk pauk pendamping nasi, atau juga biasa diolah sebagai camilan ketika bersantai dan berkumpul dengan teman dan sanak saudara. Berbeda dengan negara-negara di Eropa dan Amerika Selatan yang menjadikan kentang sebagai makanan pokok atau sumber karbohidrat utamanya.

Kentang putih memiliki rasa yang lebih hambar dan cepat hancur saat digoreng atau dimasak, sehingga cocok untuk diolah sebagai lauk pauk atau jenis sajian lain yang dalam prosesnya perlu untuk menghaluskan kentang. Kentang kuning, memiliki rasa yang lebih gurih apabila dibandingkan dengan kentang putih dan tidak mudah hancur saat digoreng, kentang kuning biasa diolah menjadi kantang goreng yang renyah dan gurih.

Kemudian untuk kentang merah dan kentang hitam bisa digunakan sebagai penganti nasi bagi orang-orang yang sedang menjalankan program diet, karena kentang juga bisa menjadi pengahsil energi untuk tubuh manusia, cara pengolahannya pertama-tama cuci kentang hingga kulitnya bersih, lalu rebus hingga matang, dan kentang siap untuk dikonsumsi.

Sungguh banyak manfaat yang bisa kita peroleh dari tumbuhan kentang ini, seperti yang telah diterangkan Allah SWT dalam Surah Taha ayat 53 yang artinya
"Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam."

Sungguh besar nikmat yang telah Allah berikan kepada kita semua sebagai hambaNya, hendaknya kita patut mesyukuri semua itu dan menikmatinya dengan bijaksana. Itulah yang dapat saya paparkan dalam artikel ini, kritis dan saran yang membangun sangat penulis harapkan. Terima kasih.


Penulis: Dwi Nur Arifah


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel