Iklan Responsif

Ciri-ciri Seorang "OTAKU"

PENYIMPANGAN PRILAKU OTAKU

Definisi Otaku

Otaku adalah istilah yang di ambil dari bahasa jepang yang berarti seseorang yang mempunyai ketertarikan terhadap sesuatu, namun di Indonesia sendiri kata otaku di gunakan terhadap orang yang mempunyai ketertarikan terhadap anime dan manga. 

Nah karena cintanya yang berlebihan terhadap anime ada seseorang yang menganggap dirinya sedang berada di dunia anime sehingga mereka terjangkit penyakin social.

Ciri-ciri Seorang "OTAKU"


Hobi

Seseorang mungkin punya hobi dan kesenagan nya masing-masing ada yang hobi berolah raga, ada yang hobi traveling, ada yang hobi main game dan ada yang hobi menontnon. Nah hobi menonton juga terbagi menjadi berbagai macam: ada yang suka menonton film aski, ada yang suka menonton horor, ada yang suka menonton drama korea ada yang suka menonton anime dan sebagai nya. 

Dan sini saya akan sedikit membahas tentang prilaku atau penyakit yang diebabkan oleh orang yang terlalu menyukai film anime.


Anime

Anime adalah sebuah kartun animasi dari jepang yang di gambarkan dengan tangan (manga) dan digambar oleh computer (anime). Kata anime ini berasal dari kata bahas inggris animation namun anime ini di gunakan untuk animasi yang khusus di produksi di Negara jepang.

Sebuah riset dilakukan terhadap masyarakat di Indonesia. 40% masyarakat di indnesia tenyata adalah otaku.

Jenis-jenis Otaku

Otaku itu terbagi menjadi 3 bagian.  Wibu, nijikon, hikikomori

1. WIBU

Wibu adalah istilah yang di berikan terhadap orang yang terobsesi dengan budaya jepang. Kata wibu di ambil dari kata weeabo yang artinya orang non jepang. Meskipun dia orang non jepang tapi obsesinya itu sangat berlebihan, mereka merasa dirinya berada di jepang dan bertingkahlaku layaknya orang jepang. 

Perilaku seorang wibu:

  1. Orang wibu akan member tahu kepada orang di sekitar nya tetang sesuatu yang berbau jepang.
  2. Berpakaian jepang. Seorang wibu tidak akan malu apabila dirinya berpakaian layaknya orang jepang (kimono) atau dia akan memakai pakaian yang ada pada sebuah serial anime dan menjadi cosplay.
  3. Berbicara bahasa jepang, seorang wibu akan menggunakan bahsa jepang dalam perkataanya sehari hari seperti arigatou, konochiawa, gomenasan . dan member nama panggilan orang di sekitanya seperti chan, san, kun dan senpai.
  4. Menutup diri. Karena merasa di asingkan dan di anggap aneh oleh orang lain seorang wibu akan menutup dirinya dari orang orang yang ada disekitarnya.

2. NIJIKON

Nijikon adalah istilah yang digunakan unutk seseorang yang tertarik dan suka pad karakter 2 dimensi. Kebanyakan seorang nijikon adalah laki-laki.
Prilaku seorang nijikon

  1. Mangaku karakter anime tertentu sebagai pasangannya (suami/istrinya).
  2. Mengganti nama aslinya dengan nama suatu karakter anime.
  3. Memasang foto karakter anime kesukaan nya. Baik di kamar maupun di akun media sosialnya.
  4. Menghabiskan waktunya untuk menonton, membaca, dan bermaingame anime.
  5. Kurang bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
  6. Tidak memiliki pacar.

3. HIKIKOMORI

Hkikomori adalah istilah yang di gnakan untuk orang yang menarik diri dari lingkungan social dan mengisolasi dirinya dari orang lain. 

Seorang hikikomori akan menghabiskan waktu di dalam kamar atau rumahnya dalam waktu yang lumayan lam untuk menonton tayangan fovoritenya. Hikikomori dapat berdampak negative dan memunculkan gangguan social schizophrenia.

Perilaku hikikomori


  1. Jarang keluar rumah. Seperti Menghabskan waktu seharian atau bahkan sampai berhari hari di dalam rumah tanpa keluar.
  2. Menghindari orang sekitar dengan kemauannya sendiri.
  3. Berada di rumah paling sedikit selama 6 bulan.

Rehabilitasi

Cara merahibilitasi perilaku jelek seorang otaku adalah disuruh beribadah atau di tegur keras dan membuat dia semangat. Jadikan anime yang ditontonya menyemangatinya untuk hidup bukan malah membuatnya mundur.

Itu saja semoga bermanfaat. Terima kasih

Penulis: Andra Rikhza Hamdani

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel