Iklan Responsif

Manfaat Bakteri Rhizopus Oryzae Dalam Pembuatan Tempe

PENGERTIAN TEMPE

Tempe adalah makanan yang sangat popular dan sederhana di Indonesia. Meskipun sederhana, tempe mengandung sumber protein nabati yang cukup tinggi. Tempe merupakan makanan yang dibuat dari hasil fermentasi antara biji kedelai atau bahan-bahan lainnya. 
 PEMBUATAN TEMPE

Dengan peranan bakteri Rhizopus Oryzae. Secara umum, tempe memiliki warna putih karena pertumbuhan miselia kapang yang menyatukan biji-biji kedelai sehingga menghasilkan tekstur yang padat.

Bagi kaum vegetarian, tempe sudah dianggap sebagai makanan pengganti daging. Akibatnya, tempe sekarang banyak di produksi di berbagai dunia. Beberapa Negara seperti, jerman, jepang dan amerika serikat mulai mengembangkan produksi tempe yang lebih berkualitas dan memperbaiki kandungan gizi yang ada di dalamnya. 


PERAN BAKTERI DALAM PEMBUATAN TEMPE

Rhizopus Oryzae merupakan jamur yang sering digunakan dalam proses pembuatan tempe. Jamur ini aman dikonsumsi karena tidak mengandung toksin dan mampu menghasilkan asam laktat. Rhizopus Oryzae sangat baik jika tumbuh pada Ph 3,4 – 4. 

Semakin lama waktu fermentasi, maka pH pada tempe akan semakin meningkat yaitu sekitar Ph 8,4. Secara umum, jamur juga membutuhkan air, tetapi kebutuhan air jamur lebih sedikit dibandingkan dengan bakteri. 


KANDUNGAN TEMPE

Banyak sekali nutrisi yang terkandung di dalam tempe. Bahkan beberapa kandungan pada tempe banyak yang tidak dimiliki oleh daging, seperti serat, karbohidrat, piroksidin, riboflavin, niacin, asam pantotenat dan biotin. 

Selain itu kandungan besi, vitamin B12, thiamin dan retinol pada tempe juga lebih tinggi dibandingkan dengan daging. Bahkan, zat antioksidan yang baik untuk tubuh bernama isoflavon pun terkandung di dalam tempe.


FAKTOR YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PEMBUATAN TEMPE

1. Oksigen
Pertumbuhan kapang sangat membutuhkan oksigen. Aliran udara yang berlebihan menyebabkan proses metabolisme akan berjalan cepat sehingga panas yang dihasilkan dapt merusak pertumbuhan kapang. Apabila tempe mrnjadikan plastic sebagai pembungkusnya, maka sebaiknya diberi lubang dengan jarak 2 cm tiap lubangnya agar aliran udaranya tetap stabil.

2. Uap Air
Pertumbuhan kapang akan terhambat jika uap air berlebihan. Hal ini karena setiap jenis kapang mempunyai aw optimum untuk pertumbuhannya.

3. Suhu
Kapang tempe masuk kedalam mikroba yang bersifat mesofilik, yaitu dapat tumbuh dengan baik pada suhu ruang (25-27°C). oleh karena itu suhu ruangan saat proses pemeraman harus diperhatikan. 

4. Jumlah Ragi
Penggunaan ragi sangat berpengaruh dalam pembuatan tempe. Jumlah ragi yang sedikit akan menghasilkan tempe yang kurang sempurna, karena biji kedelai antara satu dengan yang lain tidak dapat menempel dengan sempurna. 


MANFAAT TEMPE

Tempe memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh. Berikut adalah manfaat dari tempe:
1. Sebagai sumber protein
Kandungan protein pada tempe lebih tinggi daripada daging. Oleh karena itu, tempe banyak dijadikan sebagai sember protein pengganti daging. 

2. Antioksidan penangkal radikal bebas.
Paparan radikal bebas dapat menyebabkan kanker dan berbagai gangguan pada tubuh lainnya. Antioksidan pada tempe lebih baik dibandingkan dengan rebusan kedelai biasa.

3. Tempe sebagai sumber kalsium
Tempe memiliki sumber kalsium yang tidak jauh beda dengan susu karena setiap 100 gr susu mengandung 125 mg kalsium, sedangkan setiap 100 gr tempe mengandung 155 mg kalsium.

4. Tempe dapat dijadikan sebagai menu diet
Makanan yang mengandung protein, rendah lemak dan tinggi serat sangat baik dijadikan sebagai menu diet. Kandungan vitamin B kompleks yang terdapat pada tempe sangat baik untuk memenuhi nutrisi ketika seseorang sedang diet.

5. Memenuhi kebutuhan vitamin B12
Pada umumnya, vitamin B12 banyak terkandung dalam ayam, ikan, daging dan susu. Namun, tempe menjadi satu-satunya sumber vitamin B12 yang berasal dari nabati. Vitamin B12 dapat menghasilkan sel darah merah, mengaktifkan asam folat, membantu proses sintesis DNA serta membantu menjaga kesehatan pada sistem saraf hingga fungsi otak.

6. Tempe aman untuk penderita diabetes
Tempe mengandung isoflavon dan serat yang mampu mengontrol kestabilan gula darah. Oleh karena itu, mengonsumsi tempe sangat dianjurkan bagi penderita diabetes.

Penulis: NOVI UMROTUS SA’ADAH

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel