Proses Terbentuknya Alam Semesta


Alam Semesta

Alam semesta adalah

Alam semesta merupakan suatu istilah atau sebutan yang digunakan untuk menjelaskan suatu ruangan yang maha besar yang di dalamnya terdapat kehidupan serta terdapat segala macam peristiwa alam yang bisa diungkapkan ataupun yang belum bisa diungkapkan oleh manusia. Biasanya alam sesmesta disebut juga dengan jagat raya atau universal. Alam semesta merupakan suatu benda yang diciptakan oleh Allah swt. yang tidak kita ketahui bagaimana cara penciptaannya. Namun, kita bisa belajar bagaimanakah proses terbentuknya alam semesta itu.


Penciptaan alam semesta menurut al qur'an

Adapun ayat al-qur’an yang menjelaskan bahwa Allah swt. yang telah menciptakan alam semesta adalah :
[1] Q.S. Al-Sajdah : 4
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَابَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُمْ مِنْدُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَاشَفِيعٍ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ
Artinya: “Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanya dalam waktu enam hari, kemudian dia bersemayam di atas Arsy. Kamu semua tidak memiliki seorang penolong dan pemberi syafaat pun selain diri-Nya. Lalu, apakah kamu tidak memperhatikannya ?”(Q.S. Al-Sajdah [32] : 4)

Ayat diatas menerangkan bahwa Allah swt. lah yang telah menurunkan Al-qur’an kepada Nabi Muhammad saw. itu adalah Tuhan Pencipta langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya dalam enam masa. Yang dimaksud dengan enam masa dalam ayat ini bukanlah hari (masa) yang dikenal seperti sekarang ini, tetapi adalah hari sebelum adanya langit dan bumi. Hari pada waktu sekarang ini adalah setelah adanya langit dan bumi serta telah adanya peredaran bumi mengelilingi matahari dan sebagainya.
Setelah Allah menciptakan langit dan bumi, maka Allah pun bersemayam di atas Arasy, sesuai dengan kekuasaan dan kebesaran-Nya. Allah swt. menegaskan bahwa tidak seorangpun yang dapat mengurus segala urusannya, menolak bahaya, malapetaka dan siksa. Dan tidak seorangpun yang dapat memberi syafaat dan pertolongan ketika azab menimpanya, kecuali Allah swt. semata, karena Dialah Yang Maha Kuasa menentukan segala sesuatu.

Proses terbentuknya alam semesta

Proses terbentuknya alam semesta sampai sekarang masih menjadi perdebatan dikalangan para ilmuwan. Karena memang tidak hanya satu atau dua pendapat yang menjelaskan tentang proses terbentuknya alam semesta. Banyak pendapat yang menjelaskan tentang teori terbentuknya alam semesta dengan disertai bukti-bukti penelitian guna memperkuat teori yang telah dikemukakan.

Teori big bang

Selain penjelasan dari ayat al-quran diatas, penjelasan dari ilmu pengetahuan juga diperlukan guna menunjang bidang keilmuan yang mempelajarinya serta memperkuat bukti dan kebenaran adanya proses atau teori-teori mengenai pembentukan alam semesta.
Teori big bang atau yang terkenal dengan teori ledakan besar merupakan teori yang cukup terkenal dan dipercaya kebenaran teorinya hingga saat ini. Teori ini dikemukakan pertama kali oleh Abbe Georges Lemaitre, seorang kosmolog yang berasal dari Belgia sekitar tahun 1927. Sesuai dengan namanya "ledakan besar", Teori ini menjelaskan bahwa alam semesta terbentuk akibat adanya ledakan besar dari massa yang sangat besar dengan berat jenis yang sanga tbesar. Hingga suatu saat semakin membesar dan meledak dengan dahsyat yang diakibatkan adanya reaksi inti. Material-material yang semula tergabung menjadi satu, dalam waktu singkat terlempar,  menyebar dan mengembang sehingga membentuk tata surya dan benda-benda langit yang ada di  alam semesta ini.

Teori keadaan tetap

Teori keadaan tetap  (steady state theory). Teori ini dikemukakan oleh Fred Hoyle, Thomas Gold, dan Herman Bondi, ahli astrofisika Inggris pada sekitar tahun 1948. Teori ini berpendapat bahwa alam semesta ini selalu dalam keadaan tetap,  tidak ada permulaan dan juga akhir. Model steady state menegaskan bahwa meskipun alam semesta mengembang, namun ia tidak mengubah penampilannya dari waktu ke waktu.
Dalam teori keadaaan tetap, zat baru selalu diciptakan dalam ruang angkasa diantara berbagai galaksi, sehingga galaksi baru akan terbentuk guna menggantikan galaksi yang menjauh. Orang telah sepakat mengatakan bahwa zat baru itu adalah hydrogen, yaitu sumber yang menjadi asal usul adanya bintang dan galaksi.
Namun seiring berjalannya waktu,  ilmu pengetahuan justru meruntuhkan pandangan mereka. Ilmuan  lain  menganggap Penciptaan Alam semesta ini bermodel statis dan telah ditemukan bahwa Alam Semesta tidaklah tetap tapi terus mengembang.   Teori ini merupakan teori yang bertolak belakang dengan teori big bang.

Author: DAWIL ULYATUL UMAMI

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel