Iklan Responsif

Tak Sekedar Berduri, Kaktus Bisa Dijadikan Hiasan

                                         Kaktus Bisa Dijadikan Hiasan



Assalamualaikum kawan, para pecinta kaktus ataupun yang belum mengenal kaktus, apa kabar? Semoga selalu sehat dan bermanfaat untuk sesama. Untuk pecinta kaktus pasti sudah mengetahui apa itu kaktus, ya kaktus adalah salah satu tumbuhan yang mempunyai duri pada batangnya dan banyak ditemui di gurun atau padang pasir. Lalu, mengapa ya kaktus berduri? Bagaimana cara kaktus beradaptasi di gurun? Apakah tumbuhan berduri itu dapat dijadikan hiasan rumah? Untuk mengetahuinya, yuk simak penjelasan di bawah ini.

Tak Sekedar Berduri, Kaktus Bisa Dijadikan Hiasan

Definisi Kaktus

Kata “Kaktus” berasal dari bahasa Yunani “Kaktos” yang berarti tanaman berduri. Kaktus adalah salah satu tumbuhan berbunga, famili Cactaceae yang biasa ditemukan di daerah yang kering (gurun). Terdapat lebih dari 2000 jenis kaktus dari belahan dunia. Kaktus-kaktus itu dapat tumbuh subu di daerah padang pasir yang kekurangan air.

Adaptasi Kaktus

Kaktus dapat tumbuh di daerah-daerah padang pasir karena kaktus beradaptasi dengan batangnya yang dapat menyimpan banyak air. Kaktus juga memiliki akar yang panjang untuk mencari air dan memperluas daerah penyerapan dalam tanah yang kemudian air yang diserap akan disimpan dalam batang kaktus. Batang kaktus dilapisi oleh jaringan lilin yang  mampu menyimpan air dan tahan terhadap kekeringan.

Kaktus Berduri

Karena kaktus biasa hidup di daerah kering, kaktus memiliki daun yang berubah menjadi duri. Duri pada tumbuhan kaktus berfungsi untuk mencegah habisnya air atau dengan kata lain mengurangi penguapan, sehingga kaktus dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air . Selain itu, kaktus adalah tumbuhan yang berbunga secara teratur kemudian berkembang menjadi buah berbiji. Ketika gurun penuh dengan kaktus yang berbunga, akan terlihat bunga kuning yang cerah, merah, dan ungu yang muncul dari batang kaktus.

Kaktus Hias

Kaktus membutuhkan akar yang panjang untuk mencari air, namun untuk kaktus yang ditanam pada pot hanya memiliki akar pendek karena kebutuhan air sudah tercukupi. Kaktus mini saat ini semakin berkembang sebagai salah satu tanaman hias yang dapat menjadi hiasan baik dalam rumah maupun luar rumah.

 Cara Menanam Kaktus

Umumnya kaktus tidak membutuhkan air siraman yang menggenang karena kaktus dapat menyimpan air sesuai kadarnya. Kaktus dapat berkembang biak dengan generatif dengan cara menyemaikan bijinya dan vegetatif dengan cara stek batang dan sambung.

Untuk menyemaikan kaktus umumnya memerlukan waktu yang banyak, namun dapat dipercepat dengan memasukkan air panas terlebih dahulu kemudian diaduk dan membiarkannya dingin, dalam air tersebut biji disimpan 2-3 hari untuk selanjutnya ditaburkan pada media tanam. Ketinggian suhu akan berpengaruh terhadap cepat lambatnya semai tumbuhnya biji. Suhu yang optimal dalam pertumbuhan biji kaktus adalah 210C. 

Adapun cara menanam kaktus mini sebagai berikut.
1.   Siapkan beberapa bahan yang dibutuhkan diantaranya tanaman kaktus, pot bunga, kerikil, media tanam, sendok teh, dan sarung tangan.
2.    Isi pot dengan media tanam, kaktus memerlukan media tanam yang kering agar tidak menahan air sehingga akar tidak mengikat air terlalu lama.
3.    Letakkan kerikil ke bagian dalam pot. Jumlah kerikil cukup menempati satu per tiga bagian dari tinggi pot. Setelah itu taburkan tanah diatas kerikil.
4.     Siapkan lubang yang sama diameternya dengan tanaman kaktus, gunakan sarung tangan untuk memindahkan tanaman kaktus menuju lubang yang dibuat sebelumnya.
5.     Setelah tepat didalam lubang, kemudain tekan ke dalam permukaan tanah dengan sendok teh atau alat bantu lain.
6.     Setelah tanaman selesai ditanam, air hangat dapat disemprotkan pada bagian tanah agar tanah tidak terlihat kering untuk beberapa hari kedepan.

Semoga dari penjelasan diatas, kalian tertarik untuk merawat kaktus. Kalian dapat mempraktekkan langkah-langkah diatas untuk mempercantik rumah ataupun halaman rumah. Semoga bermanfaat.
                                       
Author: AULIYAH LIFADA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel