Fases: Mekanisme dan Warnanya

Mengapa Feses Berwarna Kuning?

Mengapa Feses Berwarna Kuning?


Assalamu’alaikum sobat sains yang berbahagia. Apa kabar kalian hari ini?, Pasti baik bukan, kali ini akan akan berbagi ilmu yang baru untuk kalian, tentunya kalian tak sabar dong. 

Pernahkah kalian mengamati feses ketika buang air besar, pasti kalian akan menemuan bahwa kebanyakan feses kita berwarna kuning, kalian tahu tidak penyebabnya?, Supaya tidak penasaran simak artikel di bawah ini.

Bagaimana Sih Mekanisme Terjadinya Buang Air Besar?

Sebelum masuk ke topik utama kalian harus tahu bagaimana mekanisme sistem pencernaan saat buang air besar, simak baik-baik yaa.

Bagaimana Sih Mekanisme Terjadinya Buang Air Besar?


Prosesnya buang air besar diawali dengan adanya gerakan peristaltis oleh otot-otot yang ada pada dinding usus besar, sehingga menggerakkan feses dari saluran pencernaan menuju ke dalam rektum. 

ada rektum terdapat suatu bagian yang dapat membesar yang biasa disebut dengan ampulla,  yaitu tempat penampungan feses untuk sementara waktu. Otot-otot yang ada pada dinding rektum dipengaruhi oleh sistem saraf untuk membuat suatu rangsangan yang membantu mengeluarkan feses keluar tubuh. 

Bagaimana Sih Mekanisme Terjadinya Buang Air Besar?


Ketika rektum telah terisi penuh oleh feses, mengakibatkan tekanan di dalam rektum  terus meningkat yang menyebabkan terjadinya rangsangan untuk buang air besar, feses kemudian didorong  ke saluran anus. Otot sphinkter yang terdapat pada anus akan membuka lubang anus sehingga feses dapat keluar.

Penyebab Feses Berwarna Kuning

Feses yang berwarna kuning merupakan hal yang normal. Warna kuning pada feses dikatakan normal karena hal tersebut disebabkan oleh adanya zat bilirubin yang dihasilkan oleh hati, dan zat tersebut dikeluarkan melalui feses. Bakteri dan enzim pencernaan yang ada di usus juga turut memiliki peran dalam munculnya warna kuning. 

Penyebab Feses Berwarna Kuning

Namun apabila feses berwarna kuning yang terlihat berminyak dan berbau busuk, biasa juga disebabkan karena adanya gangguan pada sistem pencernaan. Kondisi ini akan membuat feses mengalami kelebihan lemak. Hal ini dapat terjadi karena mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan gluten tinggi, seperti roti dan sereal.

Warna-warna Fases

Adakah Warna Lain Pada Feses Selain Warna Kuning?
Warna hijau
Feses yang memiliki warna hijau sebenarnya normal. Kondisi tersebut dapat terjadi apabila kalian terlalu banyak dalam mengonsumsi sayuran, makanan dan minuman dengan pewarna hijau, ataupun suplemen yang mengandung zat besi. 

Selain itu, feses berwarna hijau juga bisa menjadi tanda kalian mengalami diare. Hal tersebut disebabkan oleh makanan yang terlalu cepat disalurkan ke usus besar. Sehingga, empedu tidak punya waktu untuk mencerna makanan tersebut dengan sempurna.

Warna-warna Fases

Fases Warna putih
Feses yang memiliki warna putih dan terlihat pucat seperti tanah liat, dapat menjadi tanda bahwa kalian mengalami masalah pada organ hati atau terjadi suatu penyumbatan pada saluran empedu. Selain itu, penggunaan obat diare bismuth subsalisilat dalam dosis yang tinggi, juga dapat membuat feses memiliki warna putih.

Fases Warna merah terang

Fases Warna merah terang
Warna merah pada feses disebabkan oleh beberapa faktor, seperti terjadinya perdarahan dalam saluran pencernaan bagian bawah, mengonsumsi buah tomat atau makanan yang mengandung warna merah secara berlebihan, serta penyakit wasir.

Fases Warna hitam

Fases Warna hitam
Warna hitam pada feses dapat disebabkan karena adanya suatu pendarahan saluran pencernaan bagian atas, yaitu lambung atau kerongkongan. Selain itu ada hal lain yang dapat membuat feses berwarna hitam adalah penyakit maag atau kanker. Meskipun demikian, feses yang berwarna hitam juga bisa merupakan efek samping yang timbul ketika kalian mengonsumsi suplemen zat besi.

Bagaimana kawan-kawan, pasti sekarang kalian sudah mengerti mengapa feses kita berwwarna kuning, dan juga berbagai macam warna feses beserta penyebabnya. Semoga bermanfaat dan menambah ilmu kalian.

Penulis : Moh. Rizky Perdana Ardiansyah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel