Guru Motivator


Guru sebagai Motivator
 

Guru Motivator

Guru adalah salah satu seorang yang berperan penting dalam kemajuan pendidikan masyarakat. Guru juga dapat dikatakan sebagai seorang yang membagi atau menyalurkan ilmunya kepada peserta didiknya. Guru merupakan seseorang yang berpendidikan di segala tempat, bukan hanya pada pendidikan formal saja. Misalnya, seseorang yang membantu proses belajar yang ada di masjid juga dikatakan sebagai guru. Masyarakat banyak yang memandang bawa guru adalah seseorang yang terhormat, karena sifat kewibawaannya. Sehingga membuat masyarakat semakin percaya dengan adanya guru. Tanpa berpikir kembali, para orang tua menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah yang tentunya dengan guru yang telah dipercayainya. Kepercayaan yang telah di berikan masyarakat kepada guru inilah yang membuat guru diberikan tugas dan tanggung jawab.

Tugas mereka adalah bukan hanya sekedar memberikan ilmunya, mereka bertugas untuk mengawasi dan memberikan teguran ketika mereka mulai salah. Tidak hanya pada pelajaran saja, tapi mereka juga memperhatikan perilaku, sikap dan perbuatan anak didiknya baik di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.  Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Ametembun, bahwa guru berwewenang dan bertanggung jawab akan pendidikan murid-muridnya baik seacara individual maupun secara kelompok. Selain itu guru juga berperan sebagai motivator kepada anak didiknya. Pada saat ini banyak anak-anak yang sangat membutuhkan motivator yang tepat untuk di contoh dan dilakukan untuk pengembangan potensi pada diri mereka.

Minat baca di Indonesia sangat kecil, hasil penelitian Program for Internasional Student Assesment (PISA), Indonesia mendapatkan rangking 62 dari 70 negara yang di teliti. Maka di sinilah peran guru sangat dibutuhkan. Pentingnya guru dalam memberikan motivator-motivator tanpa harus dengan membaca. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan contoh-contoh perjuangan dirinya maupun orang lain dalam semangat belajar. Selain dengan memberikan contoh bentuk perkataan, guru juga bisa memberikan contoh dalam bentuk tindakan karena peserta didik sekarang lebih suka menonton dibandingkan harus membaca terlebih dahulu. Guru dikatakan sebagai motivator, sebaiknya mampu mendorong anak didiknya agar selalu aktif dan semangat dalam belajar.

Dengan melihat banyaknya anak-anak sekarang lebih senang dengan bermain game dibandingkan dengan belajar. Di sini, guru ditantang untuk mampu merubah pikiran peserta didik mengenai susahnya belajar menjadi senangnya belajar.   Motivator guru tidak selamanya mengenai proses pembelajaran. Guru juga dapat memberikan motivasi kepada anak didiknya mengenai potensi yang dimiliki oleh mereka untuk dikembangkan agar bermanfaat untuk kehidupannya di masa yang akan mendatang. Contoh lain juga dapat berupa motivasi untuk menjalani kehidupan di masa depan dengan membekalinya nilai-nilai penting ataupun cerita mengenai pengalaman pribadi.

Motivator akan berjalan dengan mudah jika para guru memperhatikan anak didik mereka masing-masing. Dengan banyaknya keanekaragaman mengenai cara belajar dalam penguatan ataupun yang lainnya akan membuat peserta didik akan turus semangat dalam belajar dan mengembangkan potensinya tanpa harus ragu kembali. Mereka juga akan lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan yang semakin hari semakin keras. Mereka juga akan semakin berani untuk melakukan hal-hal positif yang bermanfaat untuk dirinya maupun orang lain.

Dari urian tersebut dapat disimpulkan bahwa kehadiran seorang guru sangat penting untuk kemajuan peserta didik baik dari proses pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari. Dengan begitu guru juga harus belajar mengenai penyampaian materi-materi yang cocok untuk peserta didik. Selain materi mengenai pelajaran yang ada pada buku pelajaran, guru juga haru belajar mengenai penyampaian motivasi-motivasi yang baik untuk bekel peserta didik. Hal ini dilakukan agar peserta didik mampu termotivasi agar terus semangat belajar dan raih impian yang mereka inginkan.

Kata kunci : pendidikan, motivasi, guru, peserta didik, semangat.

Penulis : Adinda Choirunnisa’



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel