Iklan Responsif

Inovasi Pendidikan Menurut Para Ahli

Pendidikan di indonesia sangat diperhatikan dalam perkembanganya. Dunia pendidikan tidak lepas dari kata perubahan, baik perubahan sistem, infrastruktur ataupun suprastruktur. Perubahan yang terjadi ini bisa berupa perubahan terhadap sesuatu yang baru atau perubahan terhadap sesuatu yang sebenarnya telah ada sebelumnya. Dengan adanya perubahan maka terjadi pembaruan-pembaruan dalam bidang pendidikan. Pembaruan ini bisa disebut dengan inovasi. Dalam berinovasi tidak perlu mahal, semua dapat melakukan inovasi kapan pun, dimana pun dan oleh siapa pun itu. 

Inovasi Pendidikan Menurut Para Ahli


Menurut Ansyar, Nurtain (1991) mengatakan inovasi adalah gagasan yang baru dalam konteks sosial guna menjawab masalah yang dihadapi. Ibrahim (1988) mengatakan bahwa inovasi pendidikan adalah pembaruan yang dilakukan untuk memecahkan masalah dalam bidang pendidikan. Jadi, inovasi pendidikan bisa dikatakan sebagai suatu ide, pikiran untuk melakukan perubahan atau pembaruan yang berguna untuk memecahkan masalah dalam pendidikan. 

Dalam bidang pendidikan, dari tahun ke tahun di Indonesia sering diadakannya perubahan kurikulum. Hal ini dilakukan karena dirasa mutu pendidikan di Indonesia yang masih tertinggal dengan kemajuan teknologi dan komunikasi. Umumnya kurikulum yang diciptakan untuk menyempurnakan kurikulum yang pernah ada sebelumnya atau untuk memperbaiki kekurangan kekurangan yang ada. Saat ini di Indonesia menggunakan kurikulum 2013 dimana sebelumnya menggunakan kurikulum 2006 atau biasa disebut KTSP ( kurikulum tingkat satuan pendidikan). 

Perbedaan dari kedua kurikulum ini yaitu jika pada kurikulum 2006 aspek penilaian lebih ditekankan pada ilmu pengetahuan, sedangkan jika kurikulum 2013 aspek penilaiannya lebih ditekankan pada sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil belajar siswa. Dari sini bisa dilihat bahwa pada kurikulum 2013 lebih menekankan pada keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Dari uraian tersebut dapat diketahui bahwa kurikulum 2013 dibuat untuk untuk mengubah peran murid dalam proses pembelajaran. Siswa dituntut kritis dalam menemukan jalan atau memecahkan suatu persoalan dalam pendidikan. Jadi siswa bisa lebih aktif dan kreatif. 

Inovasi dalam pendidikan dapat juga dilihat dari perubahan sistem penerimaan siswa baru yang diterapkan saat ini. Sistem yang digunakan adalah sistem zonasi yaitu sistem untuk menyeleksi siswa yang akan masuk ke sekolah yang didasarkan pada lokasi atau wilayah. Jika tempat tinggal siswa dekat dengan sekolah, maka siswa tersebut akan di prioritaskan oleh sekolah tersebut. Sistem zonasi ini berbeda dengan sistem penerimaan siswa baru di tahun sebelumnya, dimana di tahun sebelumnya menggunakan sistem tes tulis dalam proses penerimaan siswa baru. 

Sistem zonasi dilakukan agar kualitas pendidikan di Indonesia semakin bermutu. Misalnya, jika di tahun sebelum-sebelumnya hanya terdapat beberapa sekolah favorit, maka dengan sistem zonasi ini diharapkan semua bisa menjadi sekolah favorit. Sistem zonasi ini juga untuk meningkatkan kualitas guru, dimana guru dituntut agar lebih kreatif dan inovatif dalam menghadapi semua situasi dan kondisi setiap murid. Disamping manfaatnya, sistem zonasi ini juga mendapatkan kontra dari masyarakat seperti adanya anak yang tidak bisa masuk ke dalam sekolah yang diinginkan. Dengan adanya sistem zonasi maka banyak yang beranggapan bahwa adanya Ujian Nasional sudah tidak penting lagi.

Baru-baru ini ada sesuatu yang baru yaitu menteri pendidikan Nadiem Makarim memunculkan wacana tentang penghapusan UN. Sebenarnya wacana tentang penghapusan UN selalu muncul dalam pergantian mendikbud namun belum bisa terwujud. Penghapusan UN ini muncul untuk mengurangi  tingkat stres yang tinggi pada siswa saat persiapan menghadapi UN. Selain itu, ada rasa khawatir yang dirasakan siswa saat akan menghadapi UN dengan mata pelajaran yang bukan bidang mereka. Rencana penghapusan UN oleh  mantan CEO Gojek ini disampaikan saat mengadakan rapat bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Staf Khusus Mendikbud, dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Inovasi dalam dunia pendidikan memang tak pernah  berhenti. Inovasi dilakukan supaya pendidikan di Indonesia semakin berkualitas, dan bisa bersaing dengan dunia. Dengan berinovasi maka pendidikan di Indonesia akan semakin berkualitas. Tetap semangat dan terus berinovasi. 

Penulis : Irma


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel