Makalah Implementasi Pendidikan Karakter Bagi Anak Usia Dini

MAKALAH DASAR-DASAR PENDIDIKAN
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BAGI ANAK USIA DINI

 
Disusun Oleh:
Lathifatun Nafisah (19030184087)


 
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktu yang ditentukan.Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Tidak lupa sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi agung, Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari zaman jahiliah ke zaman yang terang benderang ini.
Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dosen, Dr. Binar Kurnia Prahani, M. Pd yang telah membantu kami dalam mengerjakan makalah ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman mahasiswa yang juga sudah memberi konstribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca. Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun, guna terciptanya makalah yang lebih baik di masa yang akan datang. Terimakasih.

Madiun, 10 Desember  2019
Penyusun


LATHIFATUN NAFISAH


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Usia dini utamanya di pendidikan anak usia dini merupakan usia yang efektif untuk mengembangkan berbagai potensi dan kepribadian yang dimiliki oleh anak. Upaya pengembangan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara termasuk melalui pendidikan karakter dalam pembelajaran. Kegiatan ini tidak hanya terkait dengan kemampuan kognitif saja tetapi juga kesiapan mental, sosial dan emosional. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya harus dilakukan secara menarik, bervariasi dan menyenangkan. 
Penerapan pendidikan karakter pada anak usia dini dapat dituangkan dalam program harian, yaitu tentang kepribadian anak, kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab sehingga anak siap mengikuti pada jenjang pendidikan selanjutnya dan masa dewasanya. 
Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan bagi anak usia dini yang berada pada jalur formal yang tentunya harus mampu mempertahankan citra dan kualitas pembelajaran sehingga masyarakat tetap mengakui mutu dan proses belajar mengajar yang dilaksanakan. Salah satunya yaitu menyiapkan anak didik yang berkarakter.
Dengan ditulisnya makalah ini maka diharapkan dapat membantu para pendidik dalam menerapkan pendidikan karakter pada penyusunan perencanaan sehingga pembelajaran lebih terarah, efektif dan efisien dalam mencapai tujuan yang ditetapkan.  

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud pendidikan karakter bagi anak usia dini?
2. Bagaimana program kegiatan pendidikan karakter bagi anak usia dini?.
C. Tujuan Masalah                                                                                                      
1. Untuk menganalisis pendidikan karakter bagi anak usia dini.
2. Untuk mengetahui progam kegiatan pendidikan karakter bagi anak usia dini.


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pendidikan Karakter Bagi Anak Usia Dini
Pendidikan karakter berasal dari dua kata, yaitu pendidikan dan karakter. Pada undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam Pasal 1 Ayat 1 diungkapkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
Karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti to mark (menandai) dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau perilaku. Seseorang yang berperilaku tidak jujur, kejam, atau rakus dikatakan sebagai orang yang berkarakter jelek, begitupun sebaliknya. Itulah sebab istilah karakter terkait erat dengan kepribadian (personality) seseorang. Karakter secara bahasa berarti sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lain. Muchlas Samani dan Hariyanto mengartikan karakter sebagai nilai dasar yang membangun pribadi seseorang, terbentuk baik karena pengaruh hereditas maupun pengaruh lingkungan yang membedakannya dengan orang lain serta mewujudkan dalam sikap dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan deskripsi di atas, maka pendidikan karakter dapat diartikan sebagai upaya sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang dapat menjadikan peserta didik menjadi pribadi yang berperilaku baik dalam kehidupan sehari-harinya. Money mengungkapkan bahwa moment yang paling tepat untuk mengimplementasikan pendidikan karakter adalah pada masa usia dini. Hal itu karena pada usia dini perkembangan kecerdasan anak sedang mengalami peningkatan yang pesat dan anak juga mulai sensitive menerima berbagai upaya yang dilakukan oleh orang dewasa untuk mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya.
Muhammad Fadlillah dan Lilif Mualifatu Khorida mengungkapkan bahwa pendidikan karakter sangat tepat diimplementasikan pada anak usia dini karena pada usia tersebut anak belum banyak terpengaruh hal-hal negatif dari luar dirinya atau lingkungannya. Kondisi tersebut akan memudahkan orang tua maupun pendidik PAUD dalam membentuk karakter anak usia dini. Alasan lain mengapa pendidikan karakter sangat tepat diimplementasikan sejak dini yaitu karena :
1. Anak usia dini merupakan individu yang belum tahu betul mana yang termasuk perilaku yang baik serta mana yang termasuk perilaku buruk.
2. Anak usia dini belum bisa membedakan sepenuhnya mana perilaku yang baik serta mana perilaku yang buruk. 
3. Anak usia dini belum sadar betul pengaruh maupun dampak yang ditimbulkan dari perilaku baik maupun perilaku buruk yang dilakukannya.
Ketiga  keterbatasan pada anak usia dini di atas kemudian telah mewajibkan orang tua dan juga pendidik PAUD membentuk karakter anak sejak dini. Pembentukan karakter bagi anak usia dini dilakukan melalui upaya berikut : 
1. Mengenalkan berbagai kebaikan (knowing the good)
2. Menanamkan rasa cinta terhadap kebaikan (loving the good)
3. Membiasakan anak untuk melakukan kebaikan (acting the good)
Berbagai alasan di atas telah menegaskan betapa urgent-nya pendidikan karakter bagi anak usia dini. Praktik penyelenggaraan layanan PAUD yang berpihak pada implementasi pendidikan karakter dapat menjadikan anak usia dini memiliki kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual (ESQ). Namun sayangnya masih mudah ditemui lembaga PAUD yang lebih mengedepankan program CALISTUNG (baca, tulis hitung) pada penyelenggaraan PAUD-nya.
Alasan klasik yang selalu diketengahkan adalah karena orang tua lebih banyak menuntut agar anaknya bisa membaca, menulis dan berhitung. Orang tua seperti itu karena tak jarang Sekolah Dasar  (SD) maupun Madrasah Ibtidaiyah (MI) mensyaratkan peserta didik barunya harus sudah mampu CALISTUNG. Padahal praktik layanan PAUD, baik itu di KB maupun TK/RA yang lebih mengedepankan pada penguasaan CALISTUNG bertentangan dengan prinsip developmentally appropriate practice. Bukan hanya itu, terfokusnya layanan PAUD pada praktik CALISTUNG hanya akan melahirkan generasi penerus yang kaya akan kecerdasan intelektual (IQ) namun miskin akan kecerdasan emosional dan spiritual (ESQ).
Perlu disadari oleh orang tua maupun guru PAUD bahwa anak yang cerdas intelektual (IQ) belum tentu memiliki kecerdasan emosional dan spiritual (ESQ). Sementara itu, anak yang cerdas emosional dan spiritual (ESQ) pasti memiliki kecerdasan intelektual (IQ). Selain itu,kepemilikan tingkat kecerdasan inteletual (IQ) yang tinggi juga tidak menjadi jaminan akan kesuksesan seorang anak kelak, ini berarti, orang tua tidak perlu merisaukan jika anaknya memiliki IQ yang rendah, justru orang tua seharusnya merisaukan jika perilaku anak jauh dari ajaran agamanya. Masa depan anak akan sangat ditentukan oleh berbagai perilakunya bukan pemikirannya. Kecerdasan emosional spiritual pun perlu dibangun sebagai pondasi kecerdasan intelektual anak.
Daniel Goleman mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penelitiannya, kecerdasan intelektual (IQ) menentukan kesuksesan seseorang sebesar 20%, sedangkan kecerdasan emosional spiritual (ESQ) berkontribusi terhadap kesuksesan seseorang sebesar 80%.
Berdasarkan deskripsi di atas, maka dapatlah ditarik kesimpulan bahwa tujuan dari implementasi pendidikan karakter bagi anak usia dini antara lain untuk: 
1. Mengenalkan, mengajarkan, membimbing dan membiasakan anak usia dini untuk berperilaku positif dalam kehidupan sehari-harinya di lingkungan keluarga, lingkungan KB maupun TK/RA, dan lingkungan masyarakat.
2. Mengoptimalkan perkembangan sosial dan emosi anak usia dini agar anak memiliki kecerdasan emosional (EQ).
3. Mengoptimalkan perkembangan agama dan moral anak usia dini agar anak memiliki kecerdasan spiritual (SQ)
4. Melandasi optimalisasi perkembangan fisik motorik serta kognitif, seni dan bahasa pada anak usia dini dengan nilai-nilai karakter agar anak sehat jasmani maupun rohaninya.
5. Melahirkan generasi emas yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
6. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan bertanggungjawab sebagai generasi penerus bangsa.
Adapun manfaat dari implementasi pendidikan karakter bagi anak usia dini antara lain :
1. Manfaat jangka pendek
Manfaat jangka pendek bagi anak usia dini didapatkan oleh anak ketika belajar di KB maupun TK/RA yang fokus pada implementasi pendidikan karakter. Manfaat jangka pendek tersebut antara lain :
a. Anak dapat mengetahui berbagai contoh perilaku baik dan perilaku buruk. 
b. Anak dapat membedakan mana perilaku yang baik serta mana perilaku yang buruk.
c. Anak dapat mengetahui dampak maupun konsekuensi dari perilaku baik dan perilaku buruk yang dilakukannya.
d. Anak menjadi pribadi yang hidup sesuai dengan ajaran agama maupun berbagai norma yang berlaku di tengah-tengah masyarakat.
2. Manfaat jangka panjang 
Manfaat jangka panjang bagi anak usia dini didapatkan oleh anak setelah dewasa. Manfaat jangka panjang tersebut adalah sebagai berikut : 
a. Berbagai pengalaman religious yang didapatkan ketika belajar di KB maupun TK/RA akan menjadi kenangan yang takkan pernah terlupakan baginya. Pengalaman-pengalaman religious itulah yang akan Berbagai kebiasaan positif yang selalu dilakukan anak sejak dini sangat dimungkinkan tetap dilakukan anak hingga dewasa. di situlah kepribadian seorang individu akan terbentuk menjadi individu yang berkarakter adalah individu yang memiliki kecerdasan emosional dan spiritual. Kesuksesannya ketika dewasa akan sangat dipengaruhi oleh kepemilikan ESQ.
b. Berbagai kegiatan bermain bersama yang dilakukan untuk memupuk kebersamaan dan kemampuan bekerja sama anak dapat mempererat hubungan persahabatan antar anak. Hubungan persahabatan yang dijalin dengan tujuan yang baik akan sangat lama bertahan, bahkan hingga kelak ketika anak sudah dewasa.
c. Pengalaman religious, kebiasaan-kebiasaan positif, serta kegiatan bermain kooperatif yang didapatkan oleh anak di lembaga PAUD akan selalu dikenang oleh anak hingga dewasa bahkan hingga mereka berumah tangga. Pada saat mereka menjadi orang tua dan memiliki anak, apa yang mereka dapatkan tersebut akan diajarkan kepada anak-anak mereka. Jadi secara tidak langsung pendidikan karakter yang diimplementasikan di lembaga PAUD telah memberikan pengetahuan kepada anak tentang bagaimana cara mendidik anak kelak ketika mereka sudah menjadi orang tua. Contoh mudahnya misalkan ketika kita kecil diajarkan oleh guru TK kita tepuk anak sholeh. Internalisasi nilai-nilai kepatuhan pada Tuhan dan orang tua dilakukan melalui tepuk anak sholeh tersebut. Hingga kini tepuk itu masih saja diingat dan ketika telah menjadi orang tua, kita mengajarkan tepuk anak sholeh tersebut ke anak-anak kita.


B. Program Kegiatan Pendidikan Karakter Bagi Anak Usia Dini di KB dan TK/RA
Beberapa langkah yang harus ditempuh dalam melaksanakan program kegiatan pendidikan karakter bagi anak usia dini di KB dan TK/RA antara lain:
1. Mengetahui dan memahami perbedaan individu pada anak usia dini
Setiap individu, termasuk anak usia dini di suatu KB dan TK/RA memiliki watak, bakat, dan minat, serta kemampuan akademik maupun non akademik yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh dua hal, yaitu faktor hereditas dan faktor lingkungan. Baik faktor hereditas maupun lingkungan sama-sama memberikan pengaruh terhadap watak, bakat dan minat, serta kemampuan akademik dan non akademik anak. Itulah sebab guru PAUD harus mampu mengetahui dan memahami perbedaan individu pada anak berdasarkan kedua faktor tersebut. Memetakan nilai-nilai karakter yang harus dimunculkan pada setiap tingkat pencapaian perkembangan sosial dan emosi anak usia dini
d. menuntunnya manakala ketika dewasa anak melakukan penyimpangan perilaku. 
Pada implementasi pendidikan karakter di setiap jenjang pendidikan, termasuk pada jenjang PAUD dilakukan internalisasi atau penanaman nilai-nilai karakter pada peserta didik. Secara sederhana, nilai dapat diartikan sebagai sesuatu yang bermanfaat atau berguna bagi diri seseorang dan juga orang lain. Nilai tersebut bersifat abstrak, menjadi riil atau nyata manakala diwujudkan oleh seseorang atau seekelompok orang ke dalam suatu perilaku. Berdasarkan pada tingkat pencapaian perkembangan sosial dan emosi anak usia dini, maka nilai-nilai karakter yang hendak diinternalisasikan pada anak usia dini di KB, dan TK/RA antara lain:
Usia Indikator Perkembangan Sosial dan Emosi Nilai Karakter
2-3 tahun - Memahami hak orang lain (harus antri, menunggu giliran)
- Menunjukkan sikap berbagi, membantu, dan bekrja sama
- Menyatakan perasaan terhadap anak lain (suka dengan teman karena baik, tidak suka dengan teman karena nakal) - Disiplin
- Peduli
- Kerja sama
3-4 tahun - Bersabar menunggu antrian
- Bereaksi terhadap hal-hal yang dianggap tidak benar (marah jika diganggu atau diperlakukan berbeda)
- Menunjukkan sikap toleran sehingga dapat bekerja dengan kelompok - Disiplin
- Toleran
- Patuh 
- Jujur 
4-5 tahun - Mampu berbagi, menolong, dan membantu teman
- Menaati aturan yang berlaku dalam suatu permainan
- Antusias dalam melakukan perlombaan - Peduli
- Patuh
- Tanggungjawab
- Kerjasama 
5-6 tahun - Bersikap kooperatif dengan teman
- Menunjukkan sikap toleran
- Memahami peraturan dan disiplin - Kerjasama
- Peduli
- Patuh
- Disiplin
- Tanggungjawab

2. Memetakan nilai-nilai karakter yang harus dimunculkan pada setiap tingkat pencapaian perkembangan agama dan moral anak usia dini
Selain memetakan nilai-nilai karakter berdasarkan tingkat pencapaian perkembangan sosial dan emosi, dipetakan pula nilai-nilai karakter berdasarkan tingkat pencapaian perkembangan agama dan moral anak usia dini. Nilai-nilai karakter tersebut adalah sebagai berikut.
Usia Indikator Perkembangan Sosial dan Emosi Nilai Karakter
2-3 tahun - Meniru gerakan berdo’a/sembahyang sesuai agamanya
- Hafal do’a-do’a pendek sesuai agamanya
- Memahami kapan mengucapkan salam, terima kasih, maaf, dan sebagainya - Patuh 
- Peduli
- Menghormati 
3-4 tahun - Memahami pengertian perilaku yang berlawanan, meskipun belum selalu dilakukan, seperti baik-buruk, benar-salah, sopan-tidak sopan
- Memahami arti “kasihan” dan “sayang” kepada ciptaan Tuhan - Patuh 
- Tanggungjawab
- Peduli
4-5 tahun - Mengenal Tuhan melalui agama yang dianutnya
- Membiasakan perilaku baik/ sopan dan buruk
- Mengucapkan salam dan membalas salam - Patuh
- Menghormati 
- Tanggungjawab
- Peduli 
5-6 tahun - Membiasakan diri beribadah
- Mengenal perilaku baik dan buruk
- Menghormati agama orang lain - Patuh 
- Menghormati 
- Mandiri 
- Disiplin
- Tanggungjawab

3. Menentukan jenis kegiatan pendidikan karakter bagi anak usia dini
Jenis kegiatan pendidikan karakter bagi anak usia dini ditentukan berdasarkan hasil pemetaan nilai-nilai karakter yang harus dimunculkan pada setiap indikator perkembangan sosial-emosi serta agama dan moral anak usia dini. Berikut adalah contoh jenis kegiatan pendidikan karakter bagi anak usia dini berdasarkan hasil pemetaan tersebut:
Usia Indikator Perkembangan Sosial dan Emosi Nilai Karakter Jenis Kegiatan
2-3 tahun - Memahami hak orang lain (harus antri, menunggu giliran)
- Berbagi peran dalam suatu permainan (menjadi dokter, perawat atau pasien)
- Disiplin
- Peduli
- Kerjasama - Home visiting
- Role Play for Character Education
3-4 tahun - Bersabar menunggu antrian
- Bereaksi terhadap hal-hal yang dianggap tidak benar (marah ketika diganggu)
- Menunjukkan sikap toleran sehingga dapat bekerja dengan kelompok - Disiplin
- Jujur
- Patuh
- Peduli
- Toleran - Outdoor Study
- Pembiasaan TOMAT
- Role Play for Character Education
4-5 tahun - Mampu berbagi, menolong, dan membantu teman
- Antusias dalam melakukan perlombaan
- Menaati peraturan yang berlaku dalam suatu permainan - Peduli
- Patuh
- Tanggungjawab
- Kerjasama - Outbond
- Pembiasaan TOMAT
- Pembelajaran Tematik Terpadu Berbasis Karakter
- Role Play for Character Education
5-6 tahun - Bersikap kooperatif dengan teman
- Menunjukkan sikap toleran
- Memahami peraturan dan disiplin - Kerjasama
- Peduli
- Patuh
- Disiplin
- Tanggungjawab - Outbond
- Pembiasaan TOMAT
- Pembelajaran Tematik Terpadu Berbasis Karakte
- Role Play for Character Education
- Traditional Played


Usia Indikator Perkembangan Agama dan Moral Nilai Karakter Jenis Kegiatan
2-3 tahun - Meniru gerakan berdo’a/sembahyang sesuai agamanya
- Hafal do’a-do’a pendek sesuai agamanya
- Memahami kapan mengucapkan salam, terima kasih, maaf, dan sebagainya - Patuh 
- Peduli
- Menghormati - Mengenal masjid
- Islamic Day
- Home Visiting
- Pembiasaan TOMAT
3-4 tahun - Memahami pengertian perilaku yang berlawanan, meskipun belum selalu dilakukan, seperti baik-buruk, benar-salah, sopan-tidak sopan
- Memahami arti “kasihan” dan “sayang” kepada ciptaan Tuhan - Patuh 
- Tanggungjawab
- Peduli - Program Pagi Bina Iman dan Taqwa (PABIT)
- Pembiasaan TOMAT

4-5 tahun - Mengenal Tuhan melalui agama yang dianutnya
- Membiasakan perilaku baik/ sopan dan buruk
- Mengucapkan salam dan membalas salam - Patuh
- Menghormati 
- Tanggungjawab
- Peduli - Program Pagi Bina Iman dan Taqwa (PABIT)
- Pembiasaan TOMAT
- Pembiasaan Es Tri (Senyum, Sapa, Salam)
5-6 tahun - Membiasakan diri beribadah
- Mengenal perilaku baik dan buruk
- Menghormati agama orang lain - Patuh 
- Menghormati 
- Mandiri 
- Disiplin
- Tanggungjawab - Pembiasaan Es Tri (Senyum, Sapa, Salam)
- Islamic Day
- PHBI
- Karnaval Kemerdekaan

Menentukan penanggung jawab pelaksana berbagai jenis kegiatan pendidikan karakter bagi anak usia dini
Penentuan penanggung jawab berbagai jenis kegiatan pendidikan karakter bagi anak usia dini dapat dibuat berdasarkan sifat kegiatan pendidikan karakter. Berdasarkan sifaatnya, ada tiga jenis kegiatan pendidikan karakter, yaitu:
a. Kegiatan pendidikan karakter yang dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran integratif, misalnya kegiatan pembelajaran tematik terpadu berbasis karakter.
b. Kegiatan pendidikan karakter yang dilaksanakan melalui pembiasaan rutin. Kegiatan pembiasaan rutin ini bisa dilaksanakan secara harian, mingguan, bulanan, semesteran, bahkan tahunan. Misalnya program PABIT, pagi ceria, PHBI, outbond, mengenal masjid.
c. Kegiatan pendidikan karakter yang dilaksanakan melalui kegiatan pembiasaan spontan. Misalnya home visiting, pembiasaan TOMAT, pembiasaan es tri.
Guru kelas dapat menjadi penanggungjawab pelaksana kegiatan pendidikan karakter yang dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran  dan yang dilaksanakan melalui kegiatan pembiasaan spontan. Sementara itu kepala PAUD dapat membentuk tim khusus, misalnya Tim Biah Islamiyyah sebagai pelaksana kegiatan pendidikan karakter  yang dilaksanakan melalui pembiasaan rutin.
4. Menyusun strategi pelaksanaan kegiatan pendidikan karakter bagi anak usia dini
Sifat Kegiatan Jenis Kegiatan Penanggung jawab Strategi Pelaksanaan
Kegiatan Pembelajaran Integratif Pembelajaran Tematik Terpadu Berbasis Karakter Guru Kelas Dilakukan internalisasi nilai-nilai karakter secara langsung melalui keg. Pembelajaran. Untuk melakukannya, guru dapat menyusun RKH berbasis karakter.
Kegiatan Pembiasaan Spontan Home Visiting Guru Kelas Kegiatan ini dilaksanakan ketika ada guru atau siswa yang terkena musibah ataupun sakit.
Kegiatan Pembiasaan Rutin Pembiasaan Es Tri Tim Biah Islamiyyah Kegiatan ini dilakukan dengan cara memberikan keteladanan dan bimbingan kepada anak.
Mengenal Masjid Tim Biah Islamiyyah Kegiatan ini dilaksanakan secara terintegrasi dengan Islamic day dan Day Care
















BAB III
PENUTUP
A. SIMPULAN
1. Pendidikan karakter dapat diartikan sebagai upaya sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang dapat menjadikan peserta didik menjadi pribadi yang berperilaku baik dalam kehidupan sehari-harinya.
2. Beberapa langkah yang harus ditempuh dalam melaksanakan program kegiatan pendidikan karakter bagi anak usia dini di KB dan TK/RA antara lain:
a. Mengetahui dan memahami perbedaan individu pada anak usia dini
b. Memetakan nilai-nilai karakter yang harus dimunculkan pada setiap tingkat pencapaian perkembangan sosial dan emosi anak usia dini
c. Memetakan nilai-nilai karakter yang harus dimunculkan pada setiap tingkat pencapaian perkembangan agama dan moral anak usia dini
d. Menentukan jenis kegiatan pendidikan karakter bagi anak usia dini
e. Menentukan penanggung jawab pelaksana berbagai jenis kegiatan pendidikan karakter bagi anak usia dini
f. Menyusun strategi pelaksanaan kegiatan pendidikan karakter bagi anak usia dini
B. SARAN

Menurut pendapat saya, di era globalisasi ini bamgsa indonesia perlu melakukan berbagai perbaikan. Adapun perbaikan diantaranya adalah pedidikan karakter yang dimulai sejak KB dan TK/RA. Hal tersebut dilakukan agar mereka memiliki sikap dan perilaku yang baik untuk masa depan mereka.




DAFTAR PUSTAKA
Suyadi. 2013. Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Wiyani, Novan Ardy. 2016. Kapita Selekta PAUD. Yogyakarta: GAVA MEDIA.
Zubaedi. 2013. Desain Pendidikan Karakter. Jakarta: Kencana.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel