Iklan Responsif

Makalah Pengertian, Tujuan, Dan Permasalahan Pendidikan Di Indonesia

MAKALAH DASAR-DASAR PENDIDIKAN
PENGERTIAN, TUJUAN, DAN PERMASALAHAN PENDIDIKAN DI INDONESIA



OLEH:
NAYLA ‘IZZATA MILLAH
KATA PENGANTAR


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kemudahan dalam penyusunan makalah ini. Tanpa pertolongan Allah SWT mungkin makalah ini tidak dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.  
Penulis mengucap puji syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat – Nya yang telah memberikan kesehatan baik sehat secara fisik maupun akal pikiran sehingga penulis mampu menyelesaikan pembuatan makalah ini sebagai tugas dari mata kuliah dasar - dasar pendidikan yang berjudul Pengertian, Tujuan, dan Pemasalahan pendidikan di Indonesia. Penulis sangat berharap agar makalah ini juga membawa manfaat bagi para pembaca.
Penulis juga sangat mengucapkan terima kasih  kepada Bapak Dr. Binar Kurnia Prahani, M. Pd. yang telah membimbing dalam pemahaman dan penguasaan materi mengenai dasar - dasar pendidikan. 
Penulis sangat menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dikarenakan masih terdapat banyak kekurangan di dalamnya. Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca terkait banyaknya kekurangan dalam makalah ini. Untuk itu mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan dan kekurangan dalam makalah ini.
Demikian, semoga dengan adanya susunan makalah ini dapat memberikan manfaat kepada berbagai pihak. Terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Surabaya, 1 Desember 2019

Nayla ‘Izzata Millah



BAB I
PENDAHULUAN


I.1 Latar Belakang
 Pendidikan mengandung banyak aspek dan bersifat kompleks. Karena sifat kompleks tersebut, tidak sebuah batasan pun yang cukup untuk menjelaskan pengertian pendidikan secara lengkap. Pendidikan merupakan suatu kebutuhan, yang juga menjadi faktor utama dalam pembentukan pribadi dan karakter manusia. Pedidikan memiliki peran penting dalam membentuk dan menentukan baik buruknya kepribadian dan karakter seseorang. Proses perkembangan dan pendidikan manusia tidak hanya dipengaruhi dan terjadi pada sistem pendidikan formal saja (sekolah). Pendidikan yang dibutuhkan manusia juga dipengaruhi oleh keluarga, sekolah, dan masyarakat luas. Ketiga lingkungan tersebut biasa disebut sebagai tripusat pendidikan.
Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, peningkatan mutu pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi bangsa yang ingin maju. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman dan penguasaan mengenai pendidikan dan tujuan pendidikan secara mendalam. Setelah paham mengenai pendidikan, akan dapat membantu memudahkan dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Di Indonesia masih terdapat berbagai permasalahan pendidikan yang menghambat peningkatan mutu dan kualitas pendidikan Indonesia. Perlu diketahui apa saja permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia. Lebih lanjutnya akan dibahas dalam uraian berikut.
I.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud pendidikan?
2. Apa tujuan pendidikan di Indonesia?
3. Apa saja permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia?
I.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian pendidikan dan pendidikan karakter.
2. Mengetahui tujuan pendidikan di Indonesia.
3. Mengetahui berbagai permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pendidikan
Definisi umum
Pendidikan adalah usaha yang dilakukan untuk mengembangkan potensi dan pola pikir terhadap peserta didik.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Pendidikan adalah suatu hal yang dilakukan oleh seseorang untuk mendewasakan manusia melalui proses pengajaran dan pelatihan
Menurut para ahli
Pendidikan adalah kegiatan yang dilakukan pendidik terhadap peserta didik yang dapat mengembangkan jasmani dan rohani untuk membentuk kepribadian yang baik.
Menurut Undang- Undang Republik Indonesia
Berdasarkan UU No. 20 tahun 2003, pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar untuk mewujudkan suasana belajar.
Psikologi
Pendidikan adalah sesuatu yang mencakup segala aktivitas yang dapat memudahkan dalam kehidupan bermasyarakat.
2.2 Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan oleh pendidik, yang mampu mengubah karakter peserta didik. Pendidikan karakter memiliki pengertian yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah mengubah pribadi seseorang, untuk menjadi manusia yang baik, warga negara yang baik, sesuai nilai- nilai sosial tertentu, yang banyak dipengaruhi oleh masyarakat dan bangsanya.
2.3 Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia menjadi manusia yang beriman pada Tuhan YME, memiliki pengetahuan dan keterampilan, budi pekerti yang luhur, dan berkepribadian mantap serta memiliki rasa tanggung jawab yang besar.
Menurut bangsa Yunani, tujuan utama pendidikan adalah ketentraman, yaitu untuk menciptakan perdamaian dalam kehidupan.
Menurut undang - undang no. 20 tahun 2003, tujuan nasional pendidikan adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan pembukan undang - undang dasar 1945.
Ada enam tujuan utama pendidikan nasional yang menjadi acuan untuk memajukan pendidikan, antara lain:
1. Membentuk pribadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dasar negara Indonesia adalah pancasila. Sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” mengandung makna bahwa setiap warga berkewajiban untuk memeluk agama dengan asas Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan pendidikan ini menjelaskan bahwa iman dan taqwa merupakan faktor yang paling penting dan juga memiliki pengaruh yang besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Apabila kualitas pedidikan agama baik, maka hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa dan sesama manusia juga akan membaik. Jika tujuan ini tercapai maka bangsa Indonesia akan memiliki penerus bangsa dengan kualitas sumber daya manusia yang baik.
2. Berakhlak mulia
Setiap individu memiliki sifat dan karakter yang berbeda, saudara kembar pun pasti memiliki sifat yang berbeda. Perbedaan sifat ini dapat menimbulkan konflik antar individu. Dengan memiliki akhlak mulia, dapat menjadi salah satu cara untuk menghindari konflik antar individu. Dengan adanya akhlak yang mulia, kehidupan dalam berbangsa dan bernegara akan menjadi lebih baik.
3. Cakap
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang dimaksud cakap adalah mampu dalam melakukan sesuatu. Dalam proses maupun setelah menjalani pendidikan, peserta didik diharuskan memiliki kecakapan tertentu. Cakap dalam membaca dan menulis merupakan cakap yang harus dimiliki peserta didik. Dengan cakap membaca dan menulis, diharapkan peserta didik mampu memahami dan menyampaikan apa yang telah dipelajarinya. Tujuan pendidikan ini yang akan digunakan sebagai tolak ukur kualitas sumber daya manusia suatu bangsa.
4. Individu yang kreatif
Kreatif merupakan kemampuan untuk menciptakan atau memiliki daya cipta. Dengan memanfaatkan sifat kreatif tersebut, seseorang akan dapat menyelesaikan masalah dengan berbagai cara. Tujuan pendidikan ini harus diterapkan untuk menjadikan seseorang memiliki kreatifitas individu untuk dapat menemukan solusi dari berbagai masalah dan dapat membantu orang lain. Dengan kreatifitas, peserta didik diharapkan untuk mampu berkontribusi dengan mencari solusi dari berbagai permasalahan yang ada pada bangsa.
5. Mandiri
Mandiri adalah sifat individu dimana seorang individu mampu menyelesaikan masalahnya sendiri dan tidak bergantung pada orang lain. Walaupun pada hakikatnya manusia merupakan makhluk sosial, mandiri juga harus ada pada diri setiap individu. Kemandirian dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Contohnya adalah mengerjakan ulangan dengan jujur, tanpa bantuan ataupun mencontek orang lain. Tujuan pendidikan ini diharapkan peserta didik mampu melakukan segala sesuatu secara mandiri dan tidak melibatkan orang lain, sehingga apabila dalam keadaan mendesak, peserta didik mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.
6. Menjadi warga negara yang demokratis dan memiliki rasa tanggung jawab
Bentuk pemerintahan negara kita adalah demokratis, dimana kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Namun, dalam kehidupan berdemokratis juga perlu adanya batasan kebebasan setiap individu. Pada tujuan pendidikan ini demokratis disandingkan dengan rasa tanggung jawab, agar terciptanya kehidupan demokratis yang sesuai dengan prinsip dasar demokratis. Tujuan pendidikan ini dapat diterapkan dalam pembelajaran dengan cara diskusi tanya jawab dalam membahas berbagai topik.
Adapun tujuan pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah untuk mendidik anak agar menjadi manusia yang hidupnya sempurna, yakni kehidupan manusia yang sejajar dengan kodrat dan masyarakatnya.
2.4 Permasalahan pendidikan di Indonesia
a. Permasalahan Teoritis
Adanya perbedaan ilmu - ilmu pendukung yang digunakan oleh beberapa pakar pendidikan, misalnya aliran – aliran filsafat pendidikan. Hal itu berpengaruh terhadap pandangan peserta didik. Perbedaan pandangan itu tentu saja akan berpengaruh pada pengambilan kebijakan – kebijakan dalam bidang pendidikan.
b. Permasalahan Praktis
Permasalahan praktis pendidikan juga timbul akibat kondisi dan tuntutan dari faktor yang berpengaruh terhadap pelaksanaan pendidikan, antara lain:
1. Pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
Zaman sekarang, setiap ada kejadian dapat disiarkan langsung melalui televisi atau media cetak dengan gambar yang jelas. Begitu juga dengan pendidikan yang dulu lebih banyak menggunakan tatap muka secara langsung zaman sekarang dapat dilaksanakan melalui internet atau modul. Peserta didik dapat menyimak dengan hanya duduk belajar di rumah. Kondisi ini berpengaruh terrhadap perubahan isi dan metode pendidikan, bahkan mungkin rumusan baru tujuan pendidikan memerlukan inovasi, termasuk sarana dan prasarana, dan pendanaan pendidikan.
2. Pengaruh pertambahan penduduk
Laju pertumbuhan penduduk yang sangat pesat menimbulkan masalah dalam pendidikan. Pertumbuhan penduduk yang meningkat secara tidak terkendali juga menyebabkan meningkatnya kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan, sedangkan saat ini pun penyediaan sarana dan prasarana belum memadai. Pertambahan penduduk yang diiringi dengan meningkatnya usia rata - rata dan menurunnya angka kematian mengakibatkan berubahnya struktur kependudukan. Dengan demikian juga akan menimbulkan pergeseran kebutuhan akan fasilitas pendidikan.
3. Meningkatnya aspirasi masyarakat
Dewasa ini, aspirasi masyarakat dalam kehidupan semakin meningkat, seperti aspirasi terhadap ilmu pengetahuan, pekerjaan, teknologi dan seni. Hal tersebut berpengaruh terhadap peningkatan aspirasi terhadap pendidikan. 
Di sisi lain, para orang tua mendorong anaknya untuk bersekolah, agar anaknya mendapat pekerjaan yang lebih baik daripada orang tuanya. Mereka merasa susah apabila anaknya kesulitan dalam sekolah, bahkan mereka mau mengorbankan apa yang dimilikinya demi kebutuhan sekolah anaknya. Akibatnya, arus pelajar akan meningkat drastis, sedangkan perkembangan fasilitas pendidikan sangat lambat. Dampaknya anggaran pendidikan harus ditingkatkan untuk penyediaan fasilitas pendidikan dan komponen lainnya. 
4. Masalah dana
Para pengambil kebijakan harus pandai dalam mengelola dana yang terbatas dengan cara mengadakan efisiensi dan perencanaan yang baik.  Salah satunya dapat dilakukan dengan cara mengembangkan pendidikan yang dilaksanakan dalam ruang tertentu menjadi dilaksanakan secara terbuka. Hal ini dapat menambah daya tampung peserta didik tanpa harus menambah gedung untuk pelaksanaan pendidikan.
5. Belum adanya sistem manajemen yang mantap
Manajemen yang handal juga diperlukan terkait kemajuan zaman. Meskipun sumber daya memadai apabila tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan kegiatan tidak berjalan dengan baik. Manajemen pendidikan di Indonesia tergolong kurang mantap terkait masih seringnya adanya perubahan struktur organisasi pendidikan, kurang jelasnya arah pendidikan, perubahan kurikulum tanpa landasan yang jelas, penggunaan anggaran yang tidak efisien, dan sebagainya.
6. Munculnya konsep - konsep baru
Konsep baru tentang hak asasi manusia, demokrasi, otonomi, keragaman budaya, peran politik, dan masih banyak lagi konsep lain berpengaruh terhadap konsep pelaksanaan pendidikan. Konsep baru tersebut mengharuskan pendidikan menyempurnakan rumusan tujuan pendidikan, materi pendidikan, metode, pengelolaan pendidikan, dan lain-lain.
2.5 Usaha dalam mengatasi masalah pendidikan
1. Pemerataan memperoleh pendidikan
Dalam meningkatkan pemerataan perolehan pendidikan, dapat dilakukan melalui desentralisasi. Desentralisasi dalam bidang pendidikan diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pemerintah daerahdalam bidang pendidikan, karena pemerintah daerahlah yang lebih tahu kebutuhan masyarakat yang dilayaninya. Kemampuan daerah yang beragam diharapkan dapat memberikan anggaran pendidikan untuk pelaksanaan pendidikan. Denga demiian biaya pendidikan bagi masyarakat berekonomi rendah dapat teratasi.
2. Peningkatan kualitas pendidikan
Dengan desentralisasi, diharapkan masing - masing daerah termasuk warga masyarakatnya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan persaingan global. Kemampuan persaingan ditentukan oleh pendidikan yang berkualitas, bukan hanya tingkat nasional, tetapi tingkat nasional, agar dapat menjamin persaingan tingkat internasional.
3. Perbaikan manajemen pendidikan
Peningkatan mutu manajemen pendidikan dapat dilakukan dengan cara menerapkan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS). MPMBS merupakan salah satu alternatif sekolah dalam program desentralisasi bidang pendidikan. Upaya ini ditandai dengan adanya otonomi tingkat sekolah, partisipasi masyarakat, dan dalam kerangka kebijakan nasional. Otonomi sekolah diberikan dengan harapan sekolah dapat mengelola dengan leluasa, mengelola sumber daya, dan lebih tanggap terhadap kebutuhannya sendiri. Dengan demikian kebutuhan sekolah dapat terpenuhi sesuai dengan kondisi yang berkembang.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan secara umum adalah usaha yang dilakukan pendidik untuk mengembangkan potensi dan pola pikir peserta didik melalui proses pengajaran dan pelatihan. Sedangkan pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan oleh pendidik yang mampu mengubah karakter peserta didik dan menanamkan nilai - nilai moral tertentu dalam diri peserta didik. 
Tujuan pendidikan adalah mengembangkan karakter dan kepribadan peserta didik menjadi pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cakap, berakhlak mulia, mandiri, kreatif, dan menjadi warga negara yang demokrasi dan bertanggung jawab.
Di Indonesia masih terdapat berbagai macam permasalahan pendidikan. Dengan adanya karakter individu yang baik, setiap individu akan dapat mencari solusi dari berbagai masalah, sehingga dapat membantu mengatasi berbagai masalah pendidikan di Indonesia.

3.2 Saran
Penulis menyadari bahwa dalam penyususnan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Sehingga penulis mohon atas kritik dan saran dari pembaca guna perbaikan makalah selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA 
Aji, Eka. 2015. 6 Tujuan Pendidikan dan Penjelasannya, Apakah Sudah Tercapai?. 
https://www.kompasiana.com/eduaddict/558eabad957a61a0058b4567/6-tujuan-pendidikan-dan-penjelasanya-apakah-sudah-tercapai?page=all (Diakses tanggal 13 Desember 2019)
Ruangguruku. 2012. Tujuan Pendidikan Nasional. https://ruangguruku.com/tujuan- pendidikan-nasional/ (Diakses tanggal 13 Desember 2019)
Roesiningsih, MV.,  dan Lamijan Hadi Susarno. 2019.  Teori dan Praktek Pendidikan. 
Surabaya: Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ilmu Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel