Materi Konsep Dasar Pendidikan

KONSEP DASAR PENDIDIKAN


Materi Konsep Dasar Pendidikan

PENDAHULUAN

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna diantara makhluk-makhluk ciptaan Tuhan di bumi ini, karena manusia mempunyai akal dan fikiran. Itulah yang membedakan kita sebagai manusia dengan makhluk penghuni bumi yang lain. Akan tetapi manusia memiliki keterbatasan fisik seperti ukuran, kekuatan, kecepatan, dan pancaindera bila dibandingkan dengan makhluk yang lain.

Sesungguhnya yang dimaksud dengan dasar-dasar pendidikan ialah uraian ringkas asas-asas atau pengantar kependidikan. Dasar-dasar kependidikan sama artinya dengan dasar-dasar pendidikan. Karena itu dapat pula diartikan sebagai pengantar pendidikan atau pengantar dasar-dasar ilmu pendidikan. Uraian ini didasarkan atas pendekatan yang lebih mendasar dan praktis. Artinya, uraian tentang teori pendidikan secara teoritis hanya bersifat mendasar; sekedar memberikan wawasan tentang arti (pengertian, definisi), ruang lingkup, fungsi, tujuan dan sistematika atau komponen-komponen kependidikan. 

Juga menyangkut aspek-aspek yang antar hubungannya dapat berpengaruh dengan fungsi pendidikan; seperti masyarakat, negara, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta nilai-nilai yang berlaku di dalamnya. Sedangkan segi aspek fungsionalnya lebih diorientasikan kepada kebutuhan pengembangan pendidikan Indonesia dewasa ini. Artinya, sejauh mungkin membantu pemecahan masalah dan perencanaan secara konsepsional pendidikan Indonesia.

Pendidikan merupakan sebagian dari kehidupan masyarakat dan juga sebagai dinamisator masyarakat itu sendiri. Dapat diketahui bahwa sektor pendidikan selalu terbelakang dalam berbagai sektor pembangunan lainnya, bukan saja karena sektor itu lebih dilihat sebagai sektor konsumtif, juga karena definisi nya pendidikan adalah penjaga status quo masyarakat itu sendiri.

Banyak hal yang menjadi persoalan pendidikan memiliki keterikatan dengan filsafat. Salah satunya adalah pendidikan selalu bersaha membentuk kepribadian manusia sebagai subjek sekaligus objek pendidikan. Dalam konteks itu pendidikan dihadapkan pada perumusan tujuan yang akan dicapai seseorang setelah pendidikan dihadapkan pada perumusan tujuan yang akan dicapai seseorang setelah pendidikan itu berlangsung. 

MANUSIA PERLU DI DIDIK

Pendidikan adalah lembaga dan usaha pembangunan dan watak bangsa. Pendidikan yang demikian mencakup ruang lingkup yang amat komprehensif, yakni pendidikan kemampuan mental, pikir (rasio, intelek), kepribadian  manusia seutuhnya. Untuk membina kepribadian demikian jelas memerlukan rentangan waktu yang relatif panjang, bahkan berlangsung seumur hidup. 

Menurut dasar biologis, manusia harus dididik/mendidik karena pada dasarnya manusia dilahirkan tidak berdaya. Berbeda halnya dengan hewan, seperti sapi yang mampu berjalan setelah beberapa menit dilahirkan oleh ibunya. Manusia lahir tidak berdaya, tidak bisa langsung bangun dan berjalan sendiri seperti sapi dan hewan lainnya. 

Oleh sebab itu, manusia memerlukan pendidikan (dididik) agar mampu bertahan hidup dan menjalani proses kehidupan. Adapun menurut dasar sosio antropologis menyatakan bahwa peradaban manusia tidak dapat ada dengan sendirinya. Peradaban yang meliputi adat istiadat, tata krama, norma sosial dan sebagainya tidak ada dengan sendirinya, melainkan diturunkan dari generasi sebelumnya. Untuk kepentingan pewarisan peradaban itulah mengapa manusia harus dididik oleh generasi sebelumnya dan harus mendidik generasi selanjutnya.

Makna pendidikan secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Oleh sebab itu, dalam peradaban suatu masyarakat yang sederhana sudah tejadi atau berlangsung suatu proses pendidikan. Karena itulah sering dikatakan pendidikan telah ada sepanjang peradaban umat manusia. Pendidikan pada hakekatnya merupakan usaha manusia melestarikan hidupnya. 

Dalam rangka pengembangan dan pembinaan manusia seutuhnya harus ditentukan sebagai aspek-aspek yang hanya dapat dibeda-bedakan tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan dan dengan demikian harus mendapat pemberian kesempatan tumbuh berkembang secara wajar, seimbang dan terpadu. Oleh sebab proses pendidikan adalah proses pertumbuhan fisik dan perkembangan mental yamg didorong oleh faktor-faktor yang terdapat dalam diri manusia. Dalam hubungan ini pendidikan dirumuskan sebagai proses dalam diri anak, suatu proses pemberian kesempatan dan bantuan dalam pertumbuhan dan perkembangan potensi-potensi dalam diri masing-masing individu yang berbeda-beda.

Pendidik diharapkan secara berkelanjutan dan tekun mendorong, meningkatkan motivasi individu untuk terus tumbuh berkembang sesuai dengan pertumbuhan fisiknya, bakat, minat dan kemampuannya. Setiap individu perlu menyadari supaya selalu bersedia mawas diri agar terjadi keserasian antara potensi bakat dan hasrat minatnya serta terdapat keseimbangan antara pertumbuhan fisik dengan kemampuan yang di kuasainya.

PENDIDIKAN SEBAGAI PROSES TRANSFORMASI NILAI

Bagi suatu bangsa pendidikan merupakan hal yang sangat penting. Dengan pendidikan manusia menjadi lebih mampu beradaptasi dengan lingkungan. Manusia juga akan mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Oleh karena itu, membangun pendidikan menjadi suatu keharusan, baik dilihat dari perspektif internal (kehidupan internal bangsa) maupun dalam perspektif eksternal (kaitannya dengan kehidupan bangsa-bangsa lain). 

Dalam pengertian yang sederhana dan umum, pendidikan adalah usaha manusia dalam menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan, baik jasmani mapun rohani sesuai dengan nilai-nilai dalam masyarakat dan kebudayaan. Batasan tentang pendidikan yang dibuat oleh para ahli beraenka ragam dan kandungannya berbeda yang satu dari yang lain. Perbedaan tersebut mungkin karena orientasinya, konsep dasar yang digunakan, aspek yang mejadi tekanan, atau karena falsafah yang melandasinya. 

Pendidikan pada hakekatnya akan mencakup kegiatan mendidik, mengajar dan melatih. Kegiatan tersebut kita laksanakan sebagai suatu usaha untuk menstransformasikan nilai-nilai. Maka dalam pelaksanaannya kegiatan tersebut harus bejalan secara serempak, terpadu dan berkelanjutan serta serasi dengan perkembangan anak didik dan lingkungannya. 

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi supaya proses transformasi dapat berjalan dengan lancer, diantaranya
a. Adanya hubungan edukatif yang baik antara anak didik dan pendidik.
b. Adanya metode pendidikan yang sesuai dengan kemampuan pendidik dengan materi serta tujuan yang akan dicapai dan dengan situasi dan kondisi pendidikan berlangsung.
c. Adanya sarana dan perlengkapan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan.
d. Adanya suasana yang memadai sehingga proses transformasi nilai-nilai tersebut berjalan dengan wajar serta dalam suasanya yang menyenangkan.

Menurut Hartato (Hartato.2010.  fatamorgana.wordpress.com/…/bab-ii-pengertian-dan-unsur-unsur-pendidikan/ -) memberikan batasan pengertian pendidikan dari berbagai sudut pandang, salah satunya pendidikan sebagai proses transformasi  budaya. Sebagai proses transformasi budaya pendidikan  diartikan sebagai suatu kegiatan yang sistematis dan terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik. 

Proses pembentukkan pribadi melalu dua sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka yang belum dewasa oelh mereka yang sudah dewasa atasa usaha sendiri. Pendidikan merupakan bidang yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Pendidikan dapat mendorong kualitas manusia dalam bentuk meningkatnya kompetensi kognitif, afektif, maupun psikomotor. 

Masalah yang dihadapi dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan  kualitas kehidupan, sagat complex, banyak factor ya g harus di pertimbangkan karena pengaruhnya pada kehidupan manusia tidka dapat diabaikan, Perlu disadari bahwa pendidikan merupakan salah satu faktor yang dapat menungkatkan kualitas Sumber Daya Manusaia.

DAFTAR PUSTAKA

  • Tim Dosen FIP-IKIP Malang.1981.Pengantar dasar dasar kependidikan.Surabaya: Usana Offset Printing.
  • Baequni, Akhmad Nizam.2012.Pengembangan Model Pembelajaran.Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
  • Efindo, Defendi.2015.Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan.Padang: Universitas Negeri Padang


Oleh : 
Arif Muafa
Dyah Ayu Lestari
Nayla ‘Izzata Millah



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel