Iklan Responsif

Materi Pendidikan Sebagai Sistem

TUGAS DASAR-DASAR KEPENDIDIKAN
PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM
 

Materi Pendidikan Sebagai Sistem

Oleh :
KELOMPOK 7 PFC- 2019
Adinda Choirunnisa’ 19030184021
Salsabil Aliyah Putri Rahma                      19030184091
Fithrotin Nazidah                                         19030184025



A. Pengertian Sistem
Sistem dapat berarti metode atau pola pelaksanaan seperti dalam system Dalton, system modeul, system jarak jauh , system klasifikasi menurut Dewey dan sebagainya. “system” diartikan sebagai serangkaian komponen-komponen atau bagian-bagian yang saling terkait dan berfungsi untuk tercapainya tujuan yang telah diterpkan terlebih dahulu.Semua System tersebut mempunyai batasan sendiri yang berbeda-beda, namun semuanya ada dalam lingkungan yang saling mempengaruhi. Apabila semuanya itu dapat disebut sebagai sistem maka tentu ada kesamaannya. Kesamaan itu meliputi :
1. Tujuan
Tujuan suaru lembaga pendidikan ialah untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada yang membutuhkannya. Tujuan yang harus dicapai untuk sistem adalah menuntut terlaksananya berbagai fungsi yang diperlukan untuk menunjang usaha tercapainya tujuan itu.
2. Komponen-komponen
Bagian suatu sistem yang melaksanakan suatu fungsi untuk menunjang usaha mencapai tujuan sistem biasa disebut komponen. Dengan demikian jelaslah bahwa sistem itu terdiri atasa komponen komponen dan masing-masing atas komponen mempunyai fungsi khusus.
3. Interaksi atau saling hubungan
Semua komponen dalam suatu sistem saling berhubungan satu sama lain secara sinergis saling pengaruh mempengaruhi dan saling mebutuhkan agar terjadinya koordinasi yang baik dan berfungsi dengan baik.
4. Proses transformasi
Swmua sistem mepunyai misi untuk mencapai suatu maksud atau tujuan tertentu.Untuk itu diperlukan suatu proses yang mengubah masukan (input) menjadi hasil (output). Maka sistem memperlukan terlaksananya fungsi kontrol yang mencakup monitoring dan koreksi. 
Fungsi monitoring yang terlaksana dengan baik akan memungkinkan diketahuinya kenyataan apakah fungsi-fungsi yang akan dilaksankan dapat terlaksana dengan baik dan memuaskan hasilnya. Selain itu fungsi monitorig yang terlaksana juga akan memungkinkan diketahuinya bahaya-bahaya yang mengancam sebelum bhaya tersebut menimpa dan membinasakan sistem yang bersangkutan. 
Sistem 
Masukan   Hasil







    Umpan Balik
Diatas adalah gambar dari proses transformasi.

Dalam analisis sistem pelaksanaan fungsi monitoring ini biasa dibeut dengan umpan bail (feedback) dan secara sistematis dapat dilukiskan sebagai berikut :
Hasil monitoring ini dijadikan dasar pertimbangan untuk melakukan perubahan penyempurnaan atau perbaikan-perbaikan atau penyesuain-penyesuaian dalam berbagai komponen dan proses yang dilaksanakan agar masing-masing dapat berfungsi bai dan berprestasi tinggi. Daerah batasan dan lingkungan : antara suatu sistem dengan bagian-bagian yang lain atau lingkungan di sektarnya akan selalu terjadi interaksi. Keduan hal ini , sistem dan lingkungan, dapat dipisahkan dengan batasan imajiner.

B. Macam – Macam Sistem
Jogiyanto. Dalam bukunya Analisis dan Disain (1991) mengemukakan klasifikasi sistem sebagai berikut :
1. Sistem Abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system)
     Sistem abstrak adalah sistem berupa pemikiran-peikiran atau ide-ide yang tidak nampak secara fisik. Contoh sistem teologia, yaitu sitem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan tuhan. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik, mislanya sitem komputer, sistem akuntasnis, sistem produksi, lain-lain.

2. Sistem alamiah (natural system) dan sistem uatan manusia (human made system)
    Sistem alamiah adalah sitem yang terjadi melalui proses alam tidak dibuat olah manusia. Misalnya sistem putaran tata surya. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancangolrh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut human machine system atau ada yang menyebut dengan man machine system. Sistem informasi merupakan contoh man machine system, karena menyangkut pengguna komputer yang berinterkasi dengan manusia.’

3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (Deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system).
Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dpat diprediksi. Interaksi antara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dpat diramalkan. Contoh sistem komputer. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabiblitas.

4. Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system)
Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak diluarnya. Secara teoretis sistem ini ada, yang ada adalah relatifly closed. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dengan terpengaruh denga lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau sub sistem yang lainnya. Sistem yang baik harus dirancang  sedemikian  rupa secara relatif tertutup karena sistem tertutup akan bekerja secara otomatis dan terbuka hanya untuk pengaruh yang baik saja. Bekerjanya sistem mobil adlah tertutup tetapi sistem penggunaannya terbuka. 

Selanjutnya Abdul Gafur. Dalam bukunya Disain Instruksional (1982) mengemukakan macam – macam sistem ditinjau dari sifat-sifat suatu sistem. Dilihat dari sifat sistem-sistem ini terdapat ada empat macam sistem, Yakni : 
a. Terbuka vs Tertutup
Sistem terbuka adalah sistem yang dapat menerima pengaruh dari luar, sedangkan sistem tertup adalah sistem yang tidak dapat informasi dari luar.
b. Sederhana vs Kompleks
Sistem sederhana adalah sistem yang memiliki sifat-sifat :
1. secara relatif hanya terdiri atas beberapa komponen, misalnya amoeba, sel-sel tubuh.
2. hasil atu produksinya mungkin sederhana, misalnya hasilnya sama untuk sepanjang waktu. (contoh hasil cetakan bata). 
Sistem kompleks adalah sistem yang memiliki sifat-sifat : 
1) Terdiri atas komponen yang saling berinteraksi, misalnya : pabrik televisi.
2) Keseluruhan (totalitas) lebih daripada sekedar jumlah bagian-bagian.
3) Bagian-bagian tidak bisa dipahami kalau berdiri terpisah satu sama lainnya.
4) Bagian-bagiannya saling berhubungan dan saling bergantung satu sama lain.
C. Hidup vs Mati
Sistem yang hidup misalnya: sel manusia, tanaman.
Sistem yang mati, misalnya : tata surya, komputer.
D. Suunan Vertikal (hierarki)
Suatu sistem selalu berkaitan erat dengan sistem yang lain. Susunan hierarki terjadi bila sistem pada tingkat bawahan bergabung membentuk sistem yang lebih tiggi. Adapun tingkatannya adalah : supra-sistem, sistem dan sub-sistem. 

Daftar Pustaka 
Roesminingsih, MV., dan Lamijan Hadi Susarno. 2016. Teori dan Praktek Pendidikan. Surabaya : Bintang Surabaya 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel