Iklan Responsif

Makalah Pendidikan Karakter Siswa Sebagai Pintu Awal Masa Depan

MAKALAH DASAR – DASAR PENDIDIKAN
PENDIDIKAN KARAKTER SISWA SEBAGAI PINTU AWAL MASA DEPAN

OLEH :
ALVIN REZKYA NUGRAHA ( 19030184064 )


BAB I
PENDAHULUAN



A. Latar Belakang
Pendidikan di Indonesia diberikan sejak dini, baik pendidikan secara formal dan informal. Dalam ranah pendidikan formal di Indonesia terdapat program wajib belajar 12 tahun mulai SD / MI sederajat, SMP / MTs sederajat, sampai SMA / SMK / MA sederajat seperti yang telah diutarakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan , Puan Maharani pada Juni 2015 lalu. Selama proses pendidikan peserta didik dibekali berbagai disiplin ilmu, mulai ilmu pengetahuan yang bersifat umum, sosial, dan eksakta.
Pendidikan yang dilakukan berjalan sesuai dengan kurikulum yang berlaku disetiap masanya. Namun pendidikan yang lebih menekankan dalam pembentukan karakter peserta didik tidak ada secara formal, akan tetapi adanya pendidikan karakter peserta didik dilakukan secara perlahan setiap mata pelajaran yang diampu dan diadakan evaluasi berbentuk nilai sikap atau perilaku.
Pendidikan karakter secara perlahan ini sekian berjalan perubahan tahun semakin memudar. Bentuk pemudaran yang ada saat ini sekian beragan, perilaku peserta didik semakin menurun sekian perkembangan zaman di era globalisasi. Selagi dapat diperbaiki maka pendidikan karakter perlu ditekankan kembali untuk membangun pintu yang lebih baik dalam lingkungan pendidikan di Indonesia.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pemahaman pentingnya pendidikan karakter dimata tenaga pengajar saat ini ?
2. Bagaimana keadaan karakter peserta didik saat ini ?
3. Faktor apa saja yang mempengaruhi karakter peserta didik?
4. Bagaimana pembenahan yang dapat dilakukan untuk membenahi karakter peserta didik?

C. Tujuan 
1. Mendalami pemahaman pentingnya pendidikan karakter yang dilakukan tenaga pengajar.
2. Membenahi karakter peserta didik saat ini.
3. Melakukan pendalaman pada setiap faktor untuk membenahi karakter peserta didik.
4. Memaksimalkan pendidikan karakter untuk membenahi peserta didik dalam pembentukan karakter sejak dini.


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pentingnya Pendidikan Karakter Yang Diterpakan Tenaga Pengajar
Pelaku pendidikan karakter di lingkungan pendidikan formal dalam program wajib belajar 12 tahun paling besar dipegang oleh tenaga pengajar atau guru. Guru memiliki tanggung jawab besar dalam pembentukan karakter peserta didik, hal ini dikarenakan pembentukan karakter yang paling besar berada pada tahap belajar di usia dini mulai anak – anak hingga menginjak masa remaja. Karena proses pendidikan karakter yang penting ini maka saying halnya jika dilakukan dengan sekedar adanya, hasilnya bisa menjadikan karakter peserta didik yang kurang baik untuk masa depannya pula.
Maka dari itu guru perlu mencermati setiap langkahnya guna menyukseskan pendidikan karakter di setiap peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya. Kompetensi guru diperlukan adannya guna dasar dalam melakukan program ini. Kompetensi guru sudah dirumuskan pemerintah menjadi empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogic, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional. Empat kompetensi ini saling berkesinambungan dan berperan penting dalam langkahnya memperbaiki karakter peserta didik.
Karakter sendiri dapat dimaknai sebagai ciri khas individu yang membedakan dengan individu lain. Jika sudah karakter dari individu tersebut yang memiliki ciri khas dengan sifat yang cenderung baik maka sudah semestinya semua hal akan dapat disikapi dengan perilaku yang baik, begitu pula sebaliknya jika cenderung memiliki karakter yang kurang baik maka akan banyak perkara yang disikapi dengan langkah yang kurang baik tersebut karena karakter adalah ciri khas yang melekat dan menjadi sebuah kebiasaan secara tidak sadar. Sehingga pendidikan karakter ini perlu dilakukan dengan baik sehingga karakter setiap individu peserta didik cenderung baik, maka masa depan peserta didik dapat dipastikan memperoleh hal yang baik.

B. Kecenderungan Karakter Peserta Didik Masa Sekarang
Karakter peserta didik masa sekarang cenderung menurun seiring berjalannya zaman yang semakin berubah dengan pengaruh era globalisasi. Penurunan ini yang menjadikan diperlukannya benteng untuk membenahi setiap karakter yang tergores oleh era zaman. Kecenderungan karakter peserta didik saat ini lebih menekankan pada pelampiasan emosi yang tidak terkontrol. Memang peserta didik berada pada masa remaja yang notabennya tidak bisa mengontrol emosi mereka, namun keadaan saat ini yang terjadi semakin memburuk dengan adanya berbagai kasus di dunia pendidikan Indonesia.
Berbagai kasus yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia memang miris, seperti kasus penganiayaan dan kekerasan yang dilakukan peserta didik terhadap temannya sendiri bahkan gurunya. Perilaku ini menunjukkan semakin menurunnya kualitas karakter peserta didik sehingga perlunya pembenahan yang serius agar tidak semakin memburuk. 
Usia remaja memang sangat menentukan karakter setiap siswa, pada usia ini mereka mudah dipengaruhi sehingga jika dilakukan pendidikan karakter yang lebih serius maka hasil dari pendidikan ini dapat menjadikan kebiasaan mereka untuk cenderung bersikap lebih baik selanjutnya. Hal yang paling frontal adalah pada pelampiasan emosi anak yang cenderung meluap – luap saat ini. Hadirnya guru dapat menjadi penengah masalah setiap siswa yang mengalami masalah dalam kehidupannya, dengan hadirnya guru yang memiliki kedewasaan dan profesionalitas maka dapat memberi jalan keluar yang baik dan cenderung akan dilakukan terus – menerus bagi siswa tersebut. Mereka cenderung melampiaskan emosi disaat keadaan frustasi dan tidak menemukan jalan keluar, sehingga memilih melakukan keadaan sesaat tanpa memikirkan hal yang lebih panjang.
Kecenderuungan inilah yang menjadi momok dunia pendidikan Indonesia saat ini. Pengaruh era globalisai memang sangat nampak saat ini seiring mudahnya penyebaran informasi yang dapat diakses oleh siapa saja dimana saja tanpa ada batasan umur. Anak – anak cenderung menyukai sesuatu yang sedang viral atau ramai dikalangan mereka, ironisnya yang sedang ramai dikalangan mereka adalah hal yang sebenarnya tidak waktunya mereka dapati seperti keadaan percintaan di sinetron dan berbagai media sosial. Tidak tepatnya keadaan ini yang mengakibatkan psikis mereka tidak siap mendapatinya dikarenakan memang belum masanya. 
Guru perlu mengawasi dengan teliti keadaa – kedaan seperti ini dan diperlukan kontrol mendalam untuk mebentengi keadaan psikis peserta didik. benteng dalam pembentukan karakter ini perlu dimaksimalkan untuk mengatasi keadaan karakter yang terjadi saat ini, oleh karena itu keempat kompetensi guru sangat perlu dibekali baik – baik untuk mewujudkan karakter peserta didik kelanjutannya.
C. Faktor Yang Berpengaruh Pada Karakter Peserta Didik Sejak Usia Dini
Faktor yang mempengaruhi karakter peserta didik sangat beraneka ragam dan berasal dari berbagai lingkungan dan keadaan. Pembentukan karakter yang pertama kali didapati ada pada lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga memiliki pengaruh yang besar dalam karakter anak usia dini, karena memang mereka lahir dan dibesarkan oleh keluarga mereka sendiri yang memiliki karakter berbeda setap keluarga dan mereka mewarisinya sebagai dasar karakter.
Bagi seorang anak, keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi pertumbuhan dan perkembangannya. Menurut resolusi Majelis Umum PBB (dalam Megawangi, 2003), fungsi utama keluarga adalah ”sebagai wahana untuk mendidik, mengasuh, dan mensosialisasikan anak, mengembangkan kemampuan seluruh anggotanya agar dapat menjalankan fungsinya di masyarakat dengan baik, serta memberikan kepuasan dan lingkungan yang sehat guna tercapainya keluarga, sejahtera”. Pernyataan juga memiliki pengaruh mereka dalam lingkungan pendidikan yang akan dilakukan. Apabila dalam lingkungan keluarga didapati kegagalan dalam pendidikan karakter maka memang sulit bagi lingkungan luar dan lingkungan selanjutnya melakukan pembenahan dalam karakter anak.
Dalam pembentukan karakter di lingkungan keluarga terdapat tiga syarat untuk melakukannya, Menurut Megawangi (2003), ada tiga kebutuhan dasar anak yang harus dipenuhi, yaitu maternal bonding, rasa aman, dan stimulasi fisik dan mental. Maternal bonding merupakan keadaan dekat dan kelekatan psikologi dengan sang ibu. Pembentukan karakter anak usia dini cenderung berasal dari sang ibu yang memiliki rasa kasih sayang yang tinggi pada anaknya. Kelekatan ini menjadikan rasa aman bagi anak sehingga emosi mereka cenderung dapat terkontrol. Namun keadaan saat ini banyak ibu yang memilih menjadi wanita karier sehingga waktunya banyak terbuang di dunia pekerjaan daripada untuk mengembangkan karakter anak mereka, awal keadaan ini yang menjadi keadaan gagalnya pembentukan karakter di lingkungan keluarga.
Aspek selanjutnya adalah mengenai stimulasi fisik dan mental, aspek ini memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak usia dini. Hal ini perlu akan adanya reaksi timbal balik antar anak dan sang ibu. Perilaku seperti menggendong anak, mengelus, dan berinteraksi serta berkomunikasi dengan anak dapat menjadi langlah awal dalam penanamen karakter mereka, dengan keadaan tersebut anak akan cenderung memiliki karakter yang kreatif karena sudah mulai berinteraksi dan mengolah daya piker sejak dini.
Faktor lingkngan yang selanjutnya adalah pada lingkungan sekolah, pada tahap ini anak – anak sudah memasuki usia remaja yang mana mereka berada dalam keadaan untuk menemukan jati diri mereka. Penemuan jati diri ini perlu diawasi dan dievaluasi lebih lanjut agar mereka mendapat kompetensi terbaik dari setiap individu dan menjadi karahkter sebagai ciri khas mereka. Penemuan jati diri yang salah dan cenderung bersikap kurang baik menjadi hal yang sangat disayangkan dalam dunia pendidikan. Karakter ini dapat terbawa hingga usia dewasa dan menjadi pintu awal yang salah, maka dari itu penemuan jati diri terbaik menjadi kuncian untuk menghadapi tanntangan pada masa yang akan datang. Dunia pendidikan di negeri ini sudah mengalami penurunan dalam karakter dan tidak ingin mendapati penurunan yang lebih lanjut, cukup keadaan globalisasi ini yang menurun, kemudian untuk keadaan – keadaan selanjutnya semoga dapat semkain membaik.
Terlebih lagi guru memang sangat berpengaruh di lingkungan pendidikan, mereka adalah tiang penyangga bagi para peserta didik untuk terus berkembang di lingkup sekolah. Kegagalan yang didapati di lingkunbgan keluarga bisa diatasi dengan keberhasilan penanaman karakter anak di lingkungan sekolah, walau cenderung sulit untuk membersihkan kegagalan tersebut tetapi hal seperti ini perlu dilakukan daripada hanya dibiarkan dan dilakukan seadanya. Oleh karena itu kompetensi bagi para calon guru perlu dimaksimalkan mulai dari tahap mereka mendapati pendidikan di semester awal hingga siap mengajar.
Lingkungan masyarakat juga memiliki pengaruh bagi karakter setiap individu. Anak – anak usia remaja bagaikan kertas putih yang dapat dilukis berbagai warna. Salah satu warna yang menjadikan kertas tersebut ada di keadaan lingkunga kemasyarakatan. Bukti dari hasil pendidikan karakter di lingkuungan masyarakat adalah setiap lingkungan mulai dari desa hingga kota wilayah memiliki karakter tersendiri di masyrakatnya, keadaan ini yang menjadi bukti adanya pengaruh lingkungan masyarakat dalam karakter setiap individu. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk membentengi pengaruh masyarakat sekitar ini.
Faktor yang terakhir adalah faktor ekonomi, anak yang terlahir di keluarga yang mampu maka akan memiliki kemampuan untuk mendapatkan pendidikan di sekolah yang semestinya, keadaan ini yang menjadikan mereka mendapat pendidikan karakter di lingkup pendidikan formal. Namun berbebda keadaan dengan anak yang terlahir di keluarga yang kurang mampu. Masalahnya mereka yang berada di keluarga kurang mampu biasanya banyak yang putus sekolah guna membantu orang tua untuk mencari nafkah guna keberlangsungan hidupmya. Hal ini sangat disayangkan mengingat usia mereka yang diperlukannya pendidikan di sekolah. Pemerintah sudah memberikan bantuan berupa beasiswa miskin dan beasiswa lainnya untuk anak – anak kurang mampu. Namun masalah baru yang muncul adalah kurang meratanya bantuan ini dan kurangnya pengetahuan dan kesadaran dari orang tua untuk hal ini, maka dari itu menjadi tanggung jawab baru bagi tenaga pengajar untuk melakukan sosialisai bagi para orang tua untuk emmberi penyadaran pentingnya pendidikan sejak usia dini serta untuk meratakan bantuan yang sudah disiapkan pemerintah untuk para rakyatnya yang kurang mampu.


D. Pembenahan Yang Dapat Dilakukan Untuk Keberhasilan Penanaman Karakter Para Peserta Didik
Banyak perilaku atau tindakan pembenahan dari berbagai pihak dalam pembentukan karakter anak usia dini. Pembenahan yang paling awal adalah dari pihak keluarga, jika dirasa pembentukan dan penanaman karakter di lingkungan keluarga dirasa terdapat kegagalan maka diperlukan evaluasi dan perbaikan demi mendapati keberhasilan ini. Saat ini orang tua yang gagal menanamkan karakter untuk anak – anaknya adalah mereka yang memfokuskan kehidupan di dunia karir, keadaan ini menjadikan kesenjangan antar orang tua dan anak sehingga anak kurang mendapat ras aamat dan kelekatan dengan keluaraganya sendiri, keadaan kesepian ini menimbulkan kebencian tersendiri sehingga perlu adanya pembenahan dari orang tua kepada anaknya.
Pembenahan lanjutan adalah pembenahan dari seorang guru kepada murid – muridnya.pembenahan ini sangat penting adanya karena dengan adanya pembenahan di dunia pendidikan anak didik cenderung menadapati karakternya dimasa ini. Masa remaja merupakan masa yang krusial bagi mereka untuk menemukan jati diri. Pembinaan yang dilakukan guru kepada murid dapat menjadi pintu mereka untuk mendapat jati diri terbaik guna menyongsong masa depan mereka. 
Guru merupakan sosok yang digugu dan ditiru oleh muridnya, maka dari itu setiap langkah yang dialkukan guru perlu diperhatikan baik baik untuk keberlangsungan masa depan muridnya. Akan menjadi sesyatu yang disayangkan di dunia pendidikan jika guru gagal melakukan pembenahan pada anak usia remaja. Keadaan karakter saar ini sangat miris dilihat mengingat efek globalisasi yang menjadikan mereka kurang matang dalam perlakuan emosi, maka perlu ditekankan lagi pengawasan pendidik perlu dimaksimalkan agar karakter mereka semakin membaik.




BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pentingnya pendidikan karakter perlu dimiliki para tenaga pengajar untuk membenahi karakter peserta didik yang semakin menurun. Empat kompetensi guru perlu dimiliki dan diamalkan guna perbaikan karakter peserta didik sebagai pintu awal menghadapi tantangan mereka di masa depan.
Pembenahan karakter diperlukan dari setiap lingkungan seperti keluarga dan pendidikan. Hal ini sebagai tahap pengawasan dan evaluasi bagi peserta didik karena mereka tidak dapat mendapati itu dengan sendiri, akan tetapi perlu didampingi para orang tua dan guru untuk mendapati jati diri terbaiknya.
Setiap faktor dalam pembenahan karakter perlu dipahami dan diamlakna dengan maksimal, karena setiap faktor tersebut merupakan kuncian unruk penanaman karakter anak usia dini. Dengan berhasilnya penanaman karakter yang diinginkan maka hal ini dapat menjadi benteng untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang.

B. Saran
Makalah ini ditekankan dalam pendidikan karakter peserta didik dan tidak emmbahas mengenai pembenahan nilai kognitif, oleh karena itu untuk pembaca penulis menyarankan untuk mendapati pola pendidikan karakter yang juga diiringi dengan penanaman nilai kognitif siswa, karena memang mereka perlu mendapati kemampuan kognitif dengan standar tertentu seiring berkembangnya zaman.



DAFTAR PUSTAKA
https://dickhabib.wordpress.com/2010/06/25/karakter-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-perkembangannya/
https://id.wikipedia.org/wiki/Wajib_belajar
Muslich,masnur.2011.Pendidikan Karakter.Jakarta:Pustaka Al-Kautsar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel