Iklan Responsif

Peranan Orang Tua Terhadap Kondisi Psikologis Anak, Pentingkah?

Psikologis anak sangat berhubungan erat dengan emosi, mental, jiwa dan akan mengarah kepada tingkah laku anak. Peran orang tua terhadap kondisi psikologis anak sangat penting. 

Peranan Orang Tua Terhadap Kondisi Psikologis Anak, Pentingkah?

Anak diibaratkan sebuah memori kosong, dia akan menerima segala apapun dari apa yang ditangkap oleh alat inderanya. 

Maka dari itu orang tua harus membimbing dan mendidik anak dengan didikan yang baik. Sering kali, orang tua salah dalam hal mendidik. Orang tua menginginkan anaknya tidak bandel dan penurut tetapi ketika anaknya bersalah, tetapi orang tua dengan spontan mendidik dengan keras dan dengan kata-kata yang keras. 

Sebenarnya mendidik dengan keras merupakan hal yang salah. Karena anak akan membantah dan malah akan bertindak sesuai yang dia inginkan tanpa kendali. Kekerasan akan membuat mental anak menjadi terpukul. Kekerasan orang tua terhadap anak disebabkan karena ketidak sabar an orang tua dalam menghadapi anak. 

Perkembangan psikologis anak terjadi melalui beberapa tahap yaitu:

1. Tahap pertama sejak lahir- 1 tahun

Pada tahap ini anak mulai  mempercayai lingkungannya. Dengan sikap orang tua yang mendukung dan dengan kasih sayang orang tua. Anak akan berpikir untuk mempercayai lingkungannya. Namun, jika orang tua melarang anak untuk bertindak maka anak akan timbul rasa cemas dan tidak percaya dengan lingkungannya. Jadi doronglah semua kemauan anak jika itu baik untuk anak.

2. Tahap kedua sejak umur 2-3 tahun 

pada tahap kedua ketika umur 2-3 tahun anak akan mulai mandiri untuk melakukan segala yang ia inginkan. dengan dorongan orang tua yang memberi kesempatan anak akan timbul kesadaran dan percaya diri. Namun, ketika orang tua tidak sabar dan terlalu melarang. Maka anak akan timbul rasa tidak percaya diri dan ragu atas kemampuannya sendiri.

3. Tahap ketiga sejak umur 4-5 tahun

Pada umur 4-5 tahun anak akan mempunyai inisiataif untuk melakukan tindakan. Namun tidak semua tindakan di setujui oleh orang tua. Jika sikap orang tua mendorong anak dan memberi kebebasan untuk bertindak. Anak akan cenderung lebih banyak berinisiatif dalam menyelesaikan masalahnya. Sebaliknya, jika anak sering di larang keinginanya, maka anak akan merasa bersalah untuk berinisiatif.

4. Tahap keempat sejak umur 6-11 tahun

Pada tahap ini anak akan menyadari untuk berhubungan  sosial dengan orang lain. Bila orang tua masih menganggap segai anak yang masih kecil. Maka, anak akan timbul rasa rendah diri atau tidak dapat mengatasi masalah yang dihadapi. 

Hubungan antara anak dan orang tua sangat penting. Mengungkapkan rasa kasih dan sayang tehadap anak akan membantu membentuk sikap anak yang terbuka. Anak akan merasa lebih percaya kepada orang tua. 




Peranan Orang Tua Terhadap Kondisi Psikologis Anak

Jika anak bertindak kebenaran maka dorong mereka dan berikan sebuah hadiah sebagai wujud dukungan. Dengan begitu anak akan termotivasi dan percaya diri. 

Namun jika anak berbuat kesalahan, beri dia nasihat mengenai kesalahannya dan jangan memberi hukuman yang keras. Karena akan menimbulkan perasaan anak tidak mau lagi berbuat dengan keinginannya. Tindakan tersebut akan membuat anak tidak percaya diri.

Orang tua juga merupakan faktor utama dalam membentuk karakter kepribadian anak. kepribadian anak juga mencerminkan mental, jiwa dan sikap anak. Dengan memberi contoh teladan yang baik dari orang tua kemudian anak akan meneladani tindakan yang dilakukan orang tuanya. Namun kepribadian anak yang buruk juga dipengaruhi oleh perilaku orang tua yang salah. 

Seperti, bertengkar di depan anak dan memarahi anak ketika bersalah. Anak akan merasa tertekan ketika di marahi dan akan menjadi pribadi yang membangkang terhadap perintah orang tua. Tindakan yang pas ketika anak melakukan kesalahan ialah orang tua memberi nasihat dan memberi hukuman dalam bentuk dorongan yang mampu memberikan motivasi.

Namun ada juga orang tua yang mengasuh anaknya dengan acuh tak acuh. Maksud dari acuh tak acuh ialah anak tidak pernah di beri perhatian yang membuat anak merasa diperhatikan dan diberi kasih sayang. Tindakan orang tua yang seperti itu salah, karena anak sesungguhnya membutuhkan perhatian khusus dari orang tua. 

Tindakan orang tua tersebut menyebabkan anak menjadi pendiam dan tertutup. Anak akan merasa malu dalam mengungkapkan pendapatnya. Hal tersebut disebabkan karena sejak kecil anak tidak pernah diberi nasihat maupun dukungan yang memberi motivasi. 

Semua tindakan dan perilaku anak mencerminkan bagaimana orang tua dalam mendidik anak. Para orang tua harus mengetahui bahwa semua tindakannya berpengaruh pada psikologis anak. Anak akan mudah marah, emosi tidak terkendali dan menjadi anak yang nakal itu disebabkan karena seorang ayah dan ibu yang sering memberikan hukuman dengan bentakan atau kekerasan. 

Otak anak akan mudah depresi. Orang tua sering kali membandingkan anaknya dengan anak orang lain. Hal  itu merupakan tindakan yang salah karena dapat menurunkan tingkat kepercayaan diri pada anak. Karena modal utama perkembangan psikologis merupakan percaya diri. 

Selain itu orang tua juga sering mengatakan bodoh kepada anak. Itu akan membuat anak tidak berkembang karena anak akan berpikir bahwa dia bodoh dan tidak sepandai orang lain. 

Kesimpulannya ialah didik lah anak anda dengan penuh kasih sayang dan gunakan kata-kata yang positif dan halus ketika berbicara dengan anak. Agar perkembangan psikologis anak juga positif. Semoga artikel ini dapat memberi pengetahuan kepada para orang tua tentang betapa pentingnya peran orang tua dalam perkembangan kondisi psikologis anal.


Penulis: Tiara Harindar Putri (S1 Pendidikan IPA UIN Sunan Ampel Surabaya)
Editor:  Admin

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel