Iklan Responsif

Perbedaan Tanah Subur dan Gersang

Tanah Subur dan Gersang

Ciri-ciri Tanah Subur dan Gersang

Jika kita mendengar kata subur, pasti terlintas difikiran kita tanah yang hijau, asri, sejuk dan rindang. Bagaimana dengan kata gersang? Tentu fikiran kita pasti akan memikirkan tanah yang panas, tandus, dan kering.

Tanah yang gersang dan tandus pasti akan merugikan alam disekitarnya. Apa faktor tanah itu menjadi gersang dan subur? Mari kita simak infonya..

Definisi tanah 

Tanah adalah bagian yang ada di dalam kerak bumi dan tersusun atas bahan organic serta mineral yang pastinya sangat berguna untuk kehidupan makhluk hidup di bumi. Tanah berasal dari akumulasi tumbuhan alam yang bebas menduduki sebagian besar lapisan atas permukaan bumi.

Kandungan pada tanah yang subur

Tanah yang subur pasti memiliki kandungan humus yang tebal. Lapisan humus yang tebal ini dapat memudahkan tanah untuk menyerap air. Memiliki PH yang netral berkisar 6 sampai 8 atau pada kondisi terbaik pada 6,5 sampai 7.5, tidak mudah hanyut dikarenakan memiliki tekstur lempung.

Kaya dengan biota tanah baik ukuran terkecil penghuni tanah sebagai tanda bahwa didalam tanah tersebut tersedia berbagai bahan organic yang juga dibutuhkan mikroorganisme untuk menunjang hidup. Mikrofauna dan mikroflora berperan sebagai indicator kesuburan tanah.

Penyebab tanah menjadi gersang

Tanah yang gersang, tentu saja menyulitkan makhluk hidup yang tinggal disekitarnya. Misalnya, hewan yang hidup disana pasti akan kesulitan untuk mendapatkan air. Tak hanya itu, tidak semua tumbuhan dapat bertahan hidup ditanah yang gersang. Tumbuhan yang dapat hidup di tanah gersang itu ada kaktus, ilalang.

Tumbuhan tersebut memiliki akar serabut yang dapat memanjang, sehingga dapat mencari air meskipun jaraknya jauh. Tanah yang gersang tidak mungkin langsung menjadi tandus seperti itu. Ada penyebab yang melatar belakangi terjadinya tanah gersang tersebut.

Berikut adalah penyebab tanah menjadi gersang:
1. Penebangan pohon liar dan besar-besaran. Karena kebutuhan konsumen kita sering kali menebang pohon secara besar-besaran. Hal itu dikarenakan permintaan konsumen yang sangat tinggi. Dan belakangan ini produk mable sangat banyak pengemarnya.

2. Tidak dilakukannya reboisasi, setelah melakukan penebangan banyak dari para penebang yang tidak memiliki kesadaran untuk melakukan penanaman bibit pohon yang baru. Jadi banyak bekas pohon yang telah ditebang dan tidak di tanami bibit pohon lagi.

3. Jauh dari sumber mata air, karena pohon di wilayah tersebut kurang. Sehingga air tanah juga berkurang, karena fungsi pohon juga untuk menyerap air ketika hujan. Dan menyimpan air didalam tanah.

4. Pembakaran hutan yang dilakukan secara besar-besaran untuk kebutuhan membuka wilayah baru sangat berbahaya. Karena dapat membunuh hewan yang hidup didalam hutan. Dan juga dapat merusak ekosistem tumbuhan yang hidup didalamnya.

5. Penggundulan hutan untuk membuka wilayah baru sering dilakukan di daerah perkotaan. Untuk kebutuhan wilayah yang baru penggundulan hutan dilakukan agar wilayah semakin luas.

6. Tidak menjaga lingkungan. Dengan sengaja menebang pohon dan merusak ekosistem dialam. Hal tersebut dapat merusak ekosistem yang ada dialam. Karena jika alam rusak maka kita juga yang akan terkena imbasnya.

Bagaimana solusi untuk tanah yang gersang agar menjadi subur?

Tanah yang subur tentu menjadi idaman setiap daerah. Namun apa solusi yang dapat diberikan untuk wilayah yang memiliki tanah yang gersang? Solusi tersebut sangatlah dibutuhkan untuk menjaga bumi. Karena pohon merupakan penyumbang oksigen terbesar. Dan hutan merupakan paru-paru dunia.

Jika tanah gersang dibumi semakin banyak maka pemanasan global akan semakin cepat terjadi. tapi jika tanah tersebut subur maka makhluk hidup di sekitarnya akan terjaga kelangsungan hidupnya dan juga udara yang dihasilkan segar dan sejuk. Sehingga udara yang dihasilkan bersih dan kesehatan makhluk hidup pun dapat terjamin.

Berikut solusi untuk tanah yang gersang agar menjadi tanah yang subur:
1. Melakukan reboisasi, setelah kita menebang pohon hendaknya kita menanam bibit pohon baru untuk menggantikan pohon yang kita tebang.

2. Melakukan tebang pilih. Tebang pilih sangat dianjurkan untuk kelestarian hutan. Dengan menggunakan prinsip tebang pilih, pohon yang usianya sudah tua dapat kita tebang dan menggantinya dengan bibit baru. Pohon yang sudah tua harus kita tebang agar tidak jadi membahayakan bagi makhluk hidup disekitarnya. Karena pohon tersebut sudah tidak kokoh lagi dan sewaktu-waktu dapat tumbang merusak pohon lain disekitarnya.

3. Untuk menyimpan air dalam tanah, jumlah pohon juga snagat dibutuhkan. Tanah akan mampu menampung air hujan jika terdapat pohon di tanah tersebut. Dengan begitu, jika musim hujan datang kita tidak perlu khawatir dengan air banjir. Karena sudah ada pohon yang menyerap air hujan kedalam tanah dan menampungnya. Semakin banyak pohon yang ada di tanah tersebut maka semakin banyak air tanah yang tersimpan.

4. Pembakaran hutan dapat terjadi karena dua hal. Satu, memang sengaja dibakar. Kedua, tidak sengaja membakar. Sengajar membakar hutan untuk membuka pemukiman baru sangatlah berbahaya. Karena api yang membesar akan melahap semua pepohonan disana hingga tak tersisa.

Dan membakar hutan secara tidak sengaja dapat terjadi karena kita yang teledor membuang putung rokok, tidak mematikannya dengan benar. Menyalakan api dengan pematik api, tidak mematikan api dengan benar. Karena jika kita berkemah tentu kita akan membuat api unggun. Dan api unggun harus benar-benar dimatikan. Agar apinya tidak merambat dan membakar hutan.

5. Dilakukannya penggundulan hutan untuk membuka wilayah baru. Di perkotaan sudah sangat jarang dijumpai hutan kota. Karena hal tersebut dilakukan untuk membuka wilayah baru. Wilayah yang dibutuhkan untuk kota. Tapi tidak memperhatikan apa akibat yang akan terjadi jika hutan digunduli.

6. Menjaga kelestarian alam sekitar. Kita mulai dari hal kecil, seperti menanam pohon dipot kecil dan diletakkan di depan rumah, lalu menanam pohon pagar. Pohon yang dapat menggantikan pagar rumah. Itu langkah awal untuk menjaga alam sekitar.

Apa saja perbedaan antara tanah subur dan gersang?

Yang membedakan tanah tersebut subur atau tidak adalah tingkat unsur hara yang terkandung dalam tanah tersebut. Dan tingkat kelembekan pada tanah. Tanah yang subur memiliki unsur hara yang tinggi dan bertekstur lembek.

Sedangkan pada tanah yang gersang tekstur tanahnya kering dan keras karena unsur hara yang dikandung tidak banyak. Tanah yang subur dapat menyimpan cadangan air yang banyak dan dapat ditumbuhi berbagai tanaman. Sedangkan tanah gersang tak cukup cadangan air dan sedikit bahkan hampir tidak ada tumbuhan yang hidup.

Penulis: Eka Herfiano Putra 
Editor: Admin

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel