Iklan Responsif

Kandungan Zat Racun Pada Singkong

Racun Pada Singkong

Zat Racun Pada Singkong

Singkong

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Pada artikel kali ini, kita akan menguak zat berbahaya yang ada didalam singkong. Mari kita bahas bersama. Masyarakat Indonesia mungkin sudah tidak asing lagi dengan umbi akar yang sering disebut dengan singkong.

Tidak sedikit daerah yang ada di negara kita (Indonesia) menjadikan singkong sebagai makanan pokok setelah padi dan jagung. Kenapa seperti itu? Karena singkong memilki kadar kalori yang tinggi. Singkong memiliki nama ilmiah Manihot Utilisima yang merupakan tanaman yang bisa dimanfaatkan secara keseluhan mulai dari batang, daun, bahkan akarnya yang berupa umbi.

Namun disamping itu singkong termasuk salah satu jenis tanaman yang mengandung racun sianida meskipun dengan kadar yang sangat rendah. Untuk mengetahui apa saja zat yang terkandung pada singkong. Mari kita belajar bersama untuk mengetahuinya.

Kandungan Singkong 

Singkong tidak hanya terkenal dengan tanaman yang memgandung racun sianida. Singkong juga mengandung berbagai nutrisi yang penting bagi tubuh manusia.

Dalam 100 gram singkong rebus terdapat 112 kalori yang bersala dari karbohidrat, protein serta lemak. Tidak hanya itu singkong juga mengadung serat dan berbagai vitamin serta mineral.

Untuk lebih detailnya mari kita bahas lebih dalam tentang nutrisi yang terkandung didalam singkong.
1. Karbohidrat
Setiap 100 gram singkong mengandung 38 gram karbohidrat setiap kita makan singkong. Karbohidrat yang terkandung didalam singkong akan diubah menjadi glukosa yang kemudian diubah menjadi glokogen yang disimpan pada otot. Itulah alasan kenapa singkong menajdi sumber energi yang baik bagi manusia.

2. Serat
Singkong mengandung serat pangan yang cukup tinggi. Sehingga serat yang terdapat didalam singkong sangat bermanfaat untuk kesehatan seperti  menurunkan resiko obesitas, dan menurunkan resiko penyakit jantung.

3. Mineral
Di dalam singkong mengandung mineral yang cukup banyak, seperti kalsium, fosfor, mangan, zat besi, dan, dan kalium dan kalsium. Selain itu singkong juga mengandung magnesium yang dapat menurunkan tekanan darah pada pada manusia dan dapat mengurangi resiko osteoporosis.

4. Vitamin
Vitamin C. Vitamin E, dan folat yang terkandung pada singkong sangat berlimpah. Kandungan tersebut memberikan manfaat untuk mencegah dari kanker usus besar dan mengurangi resiko komplikasi selama kehamilan. Selain itu dalam vitamin C terdapat manfaat untuk mencegah dari penyakit jantung koroner dan juga kanker.

Sianida 

Sinkong selain mengandung nutrisi dan manfaat, ada juga zat yang berbahaya yang terkandung dalam singkong. Singkong juga mengandung racun alami yang berbahaya bagi kesehatan. Sebelum kita tahu racun apa yang ada dalam singkong, perlu kita tahu terlebih dahulu apa itu racun.

Racun adalah suatu zat atau senyawa yang masuk ke dalam tubuh yang dapat menghambat proses kehidupan sel suatu organisme dan menyebabkan gangguan kesehatan, menimbulkan penyakit, bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Pada umumnya kita menganggap racun hanya terdapat pada bahan kimia saja, namun beberapa racun dapat kita temui pad tanaman. Bahkan di dalam tanaman yang biasanya kita konsumsi.

Kadar racun yang terdapat pada tanaman tergantung pada lingkungan dan dimana tanaman itu tumbuh. Racun yang terdapat pada singkong yaitu racun sianida. Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung suatu gugu yang bernama gugus siano. Sianida merupakan senyawa yang beracun. 

Untuk menghilangkan racun biru pada singkong dapat dilakukan dengan cara 

Racun alami berbahaya bagi kesehatan manusia yang terdapat dalam singkong adalah sianida. Racun sianida yang dihasilkan oleh singkong berbentuk senyawa glikosida sianogenik yang dinamakan linimarin.

Singkong yang kita konsumsi biasanya mengandung sianida dalam jumlah yang sangat kecil dan kadarnya bisa berkurang jika dalam proses pengolahannya dilakukan dengan benar. Kenapa sianida berbahaya?

Karena jika racun sianida masuk ke dalam tubuh kita dalam dosis yang besar akan berakibat menggangu fungsi tiroid dan saraf racun tersebut. Bahkan bisa menyebabkan kelumpuhan dan kerusakan organ, dan juga bisa mengakibatkan kematian.

Agar tetap aman dalam mengkonsumsi singkong perlu kita ketahui cara menghilangkan singkong perlu kita ketahui cara menghilangkan racun biru atau sianida pada singkong dengan cara sebagai berikut:
1. Mengupas kulit singkong akan menghilangkan sebagian besar racunnya.
2. Direbus dengan dipotong kecil-kecil dan direndam selama 24 jam sebelumnya.
3. Dikeringkan dengan potongan tipis-tipis di bawah sinar matahari.
4. Difermentasi karena aktivitas mikroba akan mengurangi kandungan racun.
5. Mengekstrak pati dengan cara mencuci dengan saring dan patinya di endapkan.


Zalim dalam Al Quran

Dhalim pada diri sendiri di dalam Al Quran surah Ar-Rum ayat 9
أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَانُوا أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَأَثَارُوا الْأَرْضَ وَعَمَرُوهَا أَكْثَرَ مِمَّا عَمَرُوهَا وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ ۖ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

“Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebihkuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.”

Racun di dalam Hadits
مَنْ تَحَسَّى سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَسَمُّهُ فِيْ يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيْهَا أَبَدًا

“Barangsiapa menghirup (meminum) racun hingga mati maka racun itu akan berada di tangannya lalu dihirupkan selama-lamanya di neraka Jahannam.” (HR. Muslim)

Penulis: Aprilia Nur Azizah
Editor: Admin

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel