Iklan Responsif

Fenomena Kebakaran Hutan di Indonesia


Fenomena Kebakaran Hutan

Halo kawan, bagaimana kabarnya? berjumpa lagi dengan saya. Pada artikel kali ini saya akan membahas fenomena kebakaran hutan yang ada di Indoneisa. Indonesia adalah negara dengan berjuta-juta hutan yang menyimpan kekayaan alam didalamnya. Bahkan hutan Indonesia diakui dunia sebagai hutan terbesar kedua setelah negara Brazil. Jadi hutan yang dimiliki oleh Indonesia telah menjadi paru-paru dunia.

Penyebab Fenomena Kebakaran Hutan di Indonesia

Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan yaitu peristiwa terbakarnya pepohonan, semak-semak di dalam kawasan hutan serta dapat menimbulkan bencana. Peristiwa kebakaran hutan bisa terjadi karena adanya pembakaran lahan yang terjadi cukup luas dan tidak dapat dikendalikan, adanya faktor alam, hingga faktor kesengajaan dari ulah manusia. 

Penyebab Kebakaran Hutan

a. Faktor Alam
1. Faktor cuaca yang meliputi keadaan air tanah, suhu, curah hujan, angin, dan kelembapan.
2. Faktor topografi yang meliputi medan hutan, area hutan serta kemiringan hutan.
3. Sambaran petir.
b. Faktor Manusia
1. Pembakaran hutan untuk membuka lahan baru seperti lahan pertanian, lahan perkebunan, maupun lahan pemukiman.
2. Membuang sisa rokok yang masih menyala di dalam hutan sehingga menyebabkan dedaunan kering terbakar. 
3. Adanya faktor kelalaian dan kesengajaan dari bebeapa perusahaan ilegal yang ingin mengambil SDA di hutan.
4. Membersihkan dan membakar sampah di dekat hutan.
5. Lupa mematikan api setelah beraktifitas dalam hutan, seperti perkemahan ataupun jelajah hutan.

Dampak Kebakaran Hutan

Dengan adanya fenomena kebakaran hutan, tentu akan mengakibatkan punahnya flora dan fauna yang berada di dalam hutan. Asap tebal akibat pembakaran dapat menimbulkan berbagai penyakit yang berkaitan dengan pernapasan seperti asma, infeksi saluran pernapasan, dan kanker paru-paru yang kronis. Selain dampak tersebut, masih banyak pula dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan, diantaranya yaitu.
1. Menganggu jarak pandang terutama bagi pengendara di jalan, dan mengganggu jarak pandang dalam penerbangan pesawat.
2. Menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim.
3. Rusaknya pepohonan dan tumbuhan akibat kebakaran hutan menyebabkan hutan tidak lagi dapat menyimpan cadangan air, sehingga rawan terjadi bencana banjir dan tanah longsor.
4. Hilangnya sumber mata air bersih.
5. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya merugikan Indonesia saja, melainkan juga menimbulkan kerugian bagi negara tetangga.

Daerah Rawan Kebakaran Hutan di Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia telah melakukan koordinasi dan telekokonferensi mengenai beberapa daerah di Indonesia yang rawan terjadi kebakaran hutan. Berikut adalah beberapa daerah di Indonesia yang rawan terjadi kebakaran hutan.
1. Aceh
2. Sumatera Utara
3. Riau
4. Jambi
5. Bengkulu
6. Sumatera Selatan
7. Kalimantan Barat
8. Kalimantan Timur
9. Kalimantan Tengah

Daerah tersebut rawan terjadi kebakaran hutan dikarenakan kurangnya curah hujan yang turun, kemarau panjang, dan wilayahnya banyak dipenuhi oleh lahan gambut. Apabila terjadi kebakaran hutan di wilayah lahan gambut, maka sulit dilakukan pemadaman kebakaran.

Pencegahan Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan tentunya menimbulkan banyak kerusakan serta kerugian bagi negara dan masyarakat. Untuk itu perlu dilakukan pencegahan agar tidak terjadi kebakaran hutan di Indonesia. Berikut upaya pencegahan kebakaran hutan yang bisa dilakukan oleh masyarakat. 
1. Tidak membuang putung rokok sembarangan di hutan.
2. Tidak membuka lahan pemukiman ataupun pertanian dengan cara membakar habis hutan.
3. Melakukan patroli lebih ketat, dan menetapkan jarak minimal pembakaran di hutan. 
4. Setelah melakukan aktifitas dalam hutan, pastikan api benar-benar telah mati ketika hendak meninggalkan hutan.
5. Membuat daerah resapan air.

Semoga artikel yang telah saya buat bisa bermanfaat bagi kalian semua, dan tentunya kalian lebih berhati-hati dalam melakukan tindakan agar tidak merusak alam dan SDA yang ada di dalamnya. Mari kita rawat dan cintai hutan Indonesia. Terima kasih kawan,  dan sampai berjumpa kembali!

Author: NABILA RETNO PRATIWI



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel