Iklan Responsif

Lubang Cacing, Mitos atau Fakta?

LUBANG CACING

 Lubang Cacing, Mitos atau Fakta?

Assalamualaikum Wr. Wb.
Hallo semua.. apa kabar? Semoga seklalu sehat ya. Artikel kali ini akan membahas tentang lubang cacing. Sudah pernah dengar atau belum? Kalau belum cek yuk!

Worm Hole

Lubang cacing atau wormhole menurut fisika adalah suatu lubang atau jalan pintas melalui ruang dan waktu. 

Sampai saat ini masih belum diketahui apakah lubang cacing terbentuk secara alami atau tidak. 

Jika lubang cacing memang benar ada, maka akan dibutuhkan suatu suatu materi untuk membuat lubang cacing akan terbuka. Karena jika tidak, lubang cacing akan hilang setelah terbentuk.

Lubang cacing pertama kali dicetuskan oleh John Archibald Wheeler pada tahun 1957

Cara Melihat Lubang Cacing 

Cara melihat lubang cacing sebenarnya sama dengan melihat black hole yaitu dengan mendeteksi keberadaan bayangan yang ditinggalkan oleh lubang cacing tersebut di jagat raya.

Konsep lubang cacing ini sebenarnya dicetuskan oleh Einstein yang menyatakan jika memungkinkan kita melakukan perjalanan lebih cepat daripada cahaya dengan masuk dari salah satu sisi kemudian muncul dari sisi lain di alam semesta ini.

Dalam teori tersebut, dikatakan seolah-olah ruang terlipat menjadi dua dan saling terhubung yang asalnya jaraknya saling berjauhan satu sama lain.

Lubang cacing sendiri merupakan bagian dimana cahaya tidak lagi dapat bergerak dalam garis lurus. 

Partikel cahaya melengkung di sekitar lubang cacing dan partikel yang dekat jatuh ke permukaan ruang hampa sehingga menimbulkan cahaya. 

Bayangan inilah yang nantimya akan ditangkap oleh Event Horizon Telescope (EHT).

EHT adalah jaringan teleskop yang dapat memberikan perbesaran ketika melihat lubang hitam.menurutnya, jika dapat melihat lubang hitam, maka lubang cacing juga akan terlihat.

Lubang Cacing 

Menurut salah satu hukum alam yaitu teori relativitas umum, ada sebuah objek yang memiliki fungsi  seperti terowongan. 

Terowongan ini diberi nama lubang cacing. Namun ia tidak ada hubungnnya dengan lubang ataupun cacing. 

Kubang cacing ini adalah struktur yang menghubungkan dua daerah yang berjauhan di alam semesta. 

Dengan menggunakan lubang cacing tersebut, perjalanan yang memakan beberapa tahun dapat ditempuh dengan kecepatan yang singkat. Lubang cacing ini berbeda dengan lubang hitam. 

Lubang hitam akan menyerap semua yang ada dihadapannya tanpa memuntahkannya kembali, sedangkan lubang cacing ini kaan menyerap benda yang ada di sekitarnya namum ia akan memuntahkannya kembali pada suatu tempat di alam semesta ini.

Istilah lubang cacing ini berasal dari analogi apel. Alam semesta kita ini diibaratkan dengan apel, sedangakn kita adalah semut yang hanya bisa berjalan di atas permukaannya. 

Apabila kita ingin bepergian ke suatu tempat, maka kita harus berjalan mengelilingi permukaan apel tersebut. 

Tapi, jika kita menjadi cacing, kita dapat berjalan menembus ke dalam dan mencari jalan baru yang lebih dekat atau  biasa kita sebut dengan jalan pintas. Jalan pintas inilah yang disebut para ilmuwan dengan sebutan lubang cacing.

Harapan Palsu?

Tahun 1962 kita dibuat kecewa karena sepertinya lubang cacing hanyalah harapan palsu. Pada tahun itu Wheler dan Fuller melakukan penelitian terhadap lubang cacing dan mendapatkan kesimpulan jika lubang cacing tidak stabil jadi sangat tidak mungkin untuk dilewati.

Apabila lubang cacing muncul maka dalam waktu yang singkat akan hilang kembali berubah menjadi lubang hitam. Jadi sebelum kita sempat masuk, lubang cacing sudah menutup kembali. 

Meskipun kita mencoba masuk dengan secepat mungkin yang kita bisa maka kita akan terjepit di mulut lubang cacing dan lenyap dalam lubang hitam.

Supaya lubang cacing tidak menutup kembali, kita perlu menahannya dengan materi yang memiliki sifat antigravitasi. Materi negatif akan saling tolak menolak. 

Materi negatif memang memungkinkan lubang cacing bisa dilewati namun hanya lubang cacing yang ditemukan semenjak awal alam semesta ini ada.

Masih Ada Harapan

Setelah dikatakan bahwa lubang cacing dapat dilewati dengan memberikan materi negatif agar tetap membuka, ada sebuah harapan dari teori kuantum. Terori kuantum adalah kebalikan dari teori relativitas umum. 

Teori relativitas umum menjelaskan benda-benda yang besar sedangkan teori kuantum menjelaskan benda-benda berukuran kecil. Dua teori ini bekerja sama untuk memecahkan  masalah lubang cacing ini.

Dalam kehidupan sehari-hari memang kita belum pernah melihat materi negatif yang dimaksud tetapi teori kuantum menyatakan jika materi negatif itu ada. 

Dalam teoei kuantum juga dinyatakan robekan-robekan dalam ruangan itu merupakan hal yang bisa terjadi dalam skala mikroskopis.

Jadi, lubang cacing itu ada tapi ukurannya sangat kecil sehingga kita memerlukan  cara untuk meledakkan lubang cacing tersebut supaya menjadi besar. Namun, teknologi saat ini masih belum memungkinkan untuk mengungkap hal itu. 

Kita juga belum tahu apakah teori kuantum mengijinkan kita untuk membuat materi negatif yang cukup banyak.

Karena kesulitan inilah banyak ilmuwan yang menyerah, tapi tidak menutup kemungkinan bila suatu saat lubang cacing benar-benar akan diungkap kebenarannya.

Sekian pembahasan tentang lubang cacing. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Penulis : Firda Nurul Izzah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel