Iklan Responsif

Perbedaan Petir, Kilat, dan Penangkal Petir.


Petir, Kilat, dan Penangkal Petir

Halo kawan, apa kabar? Semoga tetap sehat dan selalu bersyukukr. Kali ini kita akan membahas tentang petir. Kata petir pasti tidak asing untuk kalian. Suara petir yang menggelegar dan kilat yang menyala membuat beberapa orang takut hingga menutup mata dan telingga. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Bagaimana cara untuk menangkal petir? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Perbedaan Petir, Kilat, dan Penangkal Petir

Definisi Petir

Petir adalaah suatu gejala alam yang sering kita lihat dan dengar ketika terjadi hujan lebat atau ketika akan terjadi hujan. Petir ditunjukkan dengan adanya kilatan cahaya di langit yang menyilaukan sesaat (kilat), kemudian terdapat suara yang menggelegar (guruh).

Perbedaan Petir dan Kilat

Petir dan kilat merupakan hal yang berbeda. Adapun perbedaan-perbedaan petir dan kilat sebagai berikut.
1.      Berdasarkan Sebab Terjadinya.
Pelepasan energi listrik dari awan ke bumi yang disebut dengan kilat, sedangakan pelepasan energi listrik dari bumi ke awan disebut dengan petir.

2.      Berdasarkan Waktu Munculnya.
Kilat dan petir mempunyai waktu muncul yang berbeda dimana kilat akan muncul terlebih dahulu dan petir akan menyusul setelahnya.

3.      Berdasarkan Kenampakannya.
Berdasarkan kenampakannya petir berupa dua kenampakan yaitu cahaya dan suara. Sedangkan kilat hanya berupa cahaya saja.

4.      Berdasarkan Tempat Terjadinya
Kilat terjadi di atas permukaan bumi sehingga bisa dilihat oleh manusia, sedangkan petir terjadi di atas permukaan bumi dan dekat dengan kerak bumi.

Penyebab Terjadinya Petir

Petir terjadi karena adanya perbedaan muatan listrik di langit dan bumi karena awan berjalan secara teratur dan selama perjalanannya awan akan berhubungan dengan awan lain sehingga mengakibatkan berkumpulnya muatan negatif pada satu sisi sedangkan muatan positif berkumpul di sisi lainnya. Apabila perbedaan potensi antara langit dan bumi besar maka akan mengakibatkan pembuangan elektron.

Dalam proses pembuangan, udara sebagai media yang dilalui elektron. Apabila muatan elektron dapat menembus batas isolasi udara maka akan terjadi suara ledakan atau guntur. Petir terjadi pada musim hujan karena saat musim hujan udara lebih mengandung kadar air yang tinggi yang mengakibatkan daya isolasi udara turun dan arus elektron mudah melewatinya.

Suara Petir

Suara petir terjadi akibat adanya ledakan udara yang beruntun. Petir merupakan suatu energi yang memiliki suhu tinggi sekitar 270000C dan udara akan memuai jika terkena panas serta volumenya akan meningkat 10 hingga 100 kali. Jika dikombinasikan dengan kecepatan yang rata-rata 150000 km/detik, akan terjadi ledakan beruntun dari udara ke udara yang dilewati petir sehingga akan menimbulkan suara petir yang menggelegar. 

Terdapat juga suara petir yang bergulung-gulung atau cukup panjang, hal itu terjadi karena suara petir menempuh perjalanan dari jarak yang berbeda-beda antara pusat kilat dan cabangnya ataupun karena suara petir itu bergedam di sepanjang perjalanan.

Penangkal Petir

Gedung-gedung tinggi biasanya dilengkapi dengan penangkal petir. Begitu juga rumah yang dibangun hingga tiga lantai. Alat penangkal petir terdiri dari tiga bagian dengan cara kerja sebagai berikut.
1.      Batang Penangkal Petir
Batang penangkal petir berupa tongkat besi dengan ujung yang runcing berfungsi untuk menangkap petir-petir yang akan mengenai suatu bangunan.
2.      Kabel Konduktor
Petir yang tertangkap oleh batang penangkal petir akan dialirkan oleh kabel konduktor ke batang pembumian. Biasanya kabel konduktor terbuat dari kawat tembaga yang dipasang diluar bangunan utama dengan tujuan agar tidak mengganggu.
3.      Batang Pembumian
Petir yang dialirkan kabel konduktor diterima oleh batang pembumian yang terbuat dari kawat tembaga yang dilapisi baja dan tertanam di dalam tanah kemudian petir itu akan dialirkan ke dalam tanah.

Petir dialirkan kedalam tanah karena petir memiliki ion negatif sedangkan bumi memiliki ion positif. Jika ion negatif petir dibiarkan di udara, ion negatif dapat loncat dan merusak benda di sekitarnya. Agar hal tersebut tidak terjadi maka ion negatif milik petir dialirkan ke tanah dan berubah menjadi netral. Sekian. Semoga bermanfaat.

Author: AULIYAH LIFADA





Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel