Permasalahan Mutu Pendidikan di Indonesia

Permasalahan Pendidikan yang Tak Kunjung Usai


Menjadi bangsa yang maju  merupakan cita-cita yang ingin dicapai setiap bangsa. Salah satu hal yang menjadikan suatu bangsa maju atau tidak yaitu faktor pendidikan. Pendidikan merupakan tonggak kemajuan bangsa. Berbicara tentang pendidikan pasti tidak akan ada habisnya, sebab pendidikan dan segala komponen yang ada didalamnya akan selalu berubah seiring dengan perkembangan zaman yang ada.
Permasalahan Mutu Pendidikan di Indonesia


Melalui pendidikan diharapkan akan menghasilkan sumber daya manusia yang berbekal kecerdasan  pengetahuan untuk menunjang kehidupan di masa yang akan datang. Tidaklah mudah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, dibutuhkan kerja sama dari semua pihak, baik itu pemerintah, guru, orang tua, dan peserta didik.

Pelaksanaan pendidikan selama ini tentunya tidak berjalan dengan mulus begitu saja. Ada berbagai permasalahan yang muncul pada pendidikan, terutama pendidikan di era masa kini. Permasalahan tersebut berkaitan dengan globalisasi, perubahan sosial budaya,dan mutu pendidikan. Dewasa ini globalisasi menjadi masalah aktual dalam pendidikan. 

Pendidikan pada dasarnya merupakan bekal  masa depan. Seiring berkembangnya globalisasi kita dituntut untuk mengikuti perkembangan serta alur perubahannya. Globalisasi membuka peluang sekaligus memberikan tantangan  dan permasalahan nasional pendidikan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi disertai dengan semakin cepatnya laju globalisasi dunia membawa dampak tersendiri bagi dunia pendidikan. Globalisasi itu sendiri membawa dampak baik dan buruk. 

Dampak buruk dari globalisasi itu sendiri yaitu menurunnya kualitas moral peserta didik, kebiasaan hidup konsumerisme dan serba cepat, serta tergesernya budaya lokal di kalangan generasi muda. Informasi di internet yang dapat diakses secara bebas dan leluasa sangat rawan dalam mempengaruhi moral siswa, sebagai contoh situs-situs yang berbau pornografi, serta adanya foto dan video yang tidak pantas menjadi mudah diakses dan merajalela dengan cepat di media sosial tanpa adanya penyaringan. Maraknya konten yang tidak baik tersebut bisa mempengaruhi perilaku siswa baik secara langsung maupun tidak langsung. 

Penyikapan arus globalisasi yang tidak tepat dan cermat bisa menjadikan pendidikan kehilangan orientasi idealnya yaitu proses pembelajaran. Orientasi pendidikan yang awalnya menekankan pada proses telah berubah ke ranah pencapaian hasil. Akibatnya banyak orang yang hanya menekankan pada hasil akhir ketika menempuh sebuah pendidikan, bahkan kini makin marak adanya jual beli ijazah palsu karena banyak orang yang ingin cepat mendapatkan keuntungan secara cepat dan instan. Tentu hal ini menjadi masalah yang besar dan merugikan negara jika tidak segera ditangani dengan cepat.

Selanjutnya masalah sosial budaya. Perubahan suatu sistem budaya yang dianut dalam lingkungan masyarakat mengakibatkan terjadinya pengaruh yang signifikan terhadap nilai-nilai budaya tersebut dalam penyelenggaraan pendidikan secara nasional. Sistem pendidikan harus memperhatikan nilai-nilai budaya, karena budaya yang ada akan menolong terjadinya pembudayaan dalam proses pendidikan yang diselenggarakan. 

Dalam hal ini pendidikan menjadi suatu bentuk dari perwujudan seni dan budaya manusia yang terus berubah, berkembang dan sebagai suatu alternatif yang paling rasional dan memungkinkan untuk melakukan suatu perubahan dan perkembangan. Pada zaman sekarang ini banyak perubahan sosial yang berjalan begitu cepat, namun ada juga yang berjalan dengan lambat, misalnya dengan bertambahnya penduduk yang cepat maka perlu disediakan sekolah untuk menampung siswa tersebut, sehingga sarana pendidikan juga harus dibangun lebih banyak.

Masalah yang lebih serius lagi dalam pendidikan yaitu mengenai mutu pendidikan. Mutu pendidikan merupakan hal penting yang menunjang tinggi rendahnya kualitas pendidikan yang dimiliki suatu bangsa. Rendahnya mutu pendidikan menghambat penyediaan sumber daya manusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi tuntutan pembangunan bangsa di berbagai bidang. Selama ini tolok ukur kualitas pendidikan sebatas dirupakan dalam bentuk angka-angka, tetapi sebenarnya hal itu belum mencukupi. Hal tersebut akan menyebabkan peserta didik hanya mengejar nilai dan yang penting lulus begitu saja tanpa menghargai proses belajar yang sesungguhnya.


Penulis : Syahda E


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel